Menyadari hidup cukup bergantung
dengan musik sebenarnya sedikit membuat gelisah juga. Bagaimana tidak? Sampai
sekarang perkara mendengarkan musik ini masih menjadi hal yang diperdebatkan
jika kita membicarakannya secara Islam. Ada yang bilang mendengar musik itu
haram, ada yang bilang mubah, ada yang bilang boleh-boleh saja (tergantung niat
dan tujuan dari musik itu). Jika ditanya saya pilih yang mana? Saya hanya bisa
menjawab, saya memegang pendapat yang boleh.
Sebenarnya ragu. Ya, saya sedikit
ragu. Beberapa persen di hati saya menyarankan tidak, sementara selebihnya
tetap kekeuh mempersilahkan. Yah, apapun itu, bagaimana pun perdebatan itu,
sampai sekarang saya masih tetap setia mendengarkan musik. Dan parahnya, saya
memang sangat bergantung pada musik. Hidup terasa datar jika dalam sehari saya
tidak bertemu dengan alunan-alunan nada dan irama yang menenangkan jiwa itu.
Satu hal yang pasti, jika musik yang saya dengarkan itu sebatas lagu-lagu
nasyid (baca: lagu-lagu keislaman)--yang notabene nya bisa menjadi satu sarana
untuk intropeksi diri, semakin mencintai Sang Pencipta diri, dan hal-hal lain
menuju kebaikan--sebenarnya tidak masalah. Tapi apa? Sayangnya sekarang ini
saya lebih sering mendengarkan musik-musik Korea, Jepang, Barat, India, dan
musik lain yang saya suka yang jauh dari hal-hal berbau keislaman. Ah, maafkan
aku Tuhan!
Saya selalu berharap ketergantungan
terhadap musik stadium empat ini tidak membawa dampak buruk apapun bagi saya.
Saya juga berharap, bagaimana pun beratnya, saya harus tetap hidup dalam
keseimbangan. Misalnya: jika kita rutin membaca buku, koran,
postingan-postingan di internet, artikel, dan sebagainya, maka kita juga harus
rutin membaca Al-Quran, dan buku-buku pengetahuan agama. Sering mendengarkan
musik, tentu harus dibarengi juga dengan sering mendengarkan Murottal Al-Quran
dan sejenisnya. Seimbang! Semoga bisa ya. Harus bisa! Ting!
Baiklah, postingan ini tujuannya
ingin berbagi daftar musik-musik instrumental kesukaan. Boleh? Boleh lah! Blog
punya siapa? Yang nulis siapa? Masalah buat loe? #eh. Ampun pemirsa, hanya
bercanda :D
Oke, semua udah pada tahu apa itu
instrumental kan ya? Kalau belum, mari kita baca sedikit penjelasan yang saya
kupies dari situs sejuta umat 'Wikipedia' berikut ini:
Instrumental, kontras dengan lagu, adalah suatu komposisi atau rekaman musik tanpa lirik atau musik vokal dalam bentuk apapun; semua musik dihasilkan melalui alat musik. Secara spesifik, istilah ini digunakan jika merujuk pada musik populer; beberapa genre musik menggunakan sedikit unsur suara manusia, seperti jazz, musik elektronika, dan sejumlah besar musik klasik Eropa (walaupun pada musik elektronika, suara dapat dicuplik seperti jenis-jenis bunyi lainnya). Pada musik komersial, beberapa lagu pada suatu album mungkin berupa instrumental yang merupakan salinan sama persis dari lagu lain pada album tersebut, tanpa adanya unsur vokal.
Paham? Kalau belum
paham, silahkan layangkan pertanyaan anda ke alamat Mbah Gugel terdekat, jangan
pada saya, karena saya bukan guru musik, apalagi guru anda! :P
Well, tentu ada perbedaan
saat kita mendengarkan instrumental dan lagu-lagu biasa. Beda! Sangat beda! Hal
ini dikhususkan untuk musik yang sebenarnya instrumental ya, bukan musik lagu
yang dihilangkan suara vokalnya. Bedanya apa? Jika suatu lagu bisa kita tangkap
arti, makna dan tujuannya melalu lirik lagu tersebut, maka pada instrumental
kita bisa merasakan 'sesuatu' dari alunan nadanya tanpa perlu adanya bantuan
lirik sedikit pun. Musik instrumental itu berbicara, dan dia berbicara langsung
ke hati dan jiwa kita (eaaaa). Kalau nggak percaya, silahkan dengarkan sendiri.
Dengarkan dan resapi iramanya jauh lebih dalam, jauh lebih dalam..
Nah, dari ribuan file
instrumental yang tersebar di seantero dunia, yang saya daftarkan di bawah ini
hanya beberapa dari sekian banyaknya instrumental yang 'masuk' dan 'setia
bertahan' di hati saya. Apa sajakah itu? Cekidot!
- Ichi Ritoru no Namida - One Liter of Tears OST
- The Fire of Love - City Hunter OST
- Prelude - Taisetsu na Koto wa Subete Kimi ga Oshiete Kureta OST
- Heartbreak - Kal Ho Na Ho OST
- Dancing Jodi - Rab Ne Bana Di Jodi OST
- Rhythms of Mohabbatein - Mohabbatein OST
- Tears of Necklace - 49 Days OST
- Devil's Tears - 49 Days OST
- Destiny - Shining Inheritance OST
- Are We a Family - Shining Inheritance OST
Ke-sepuluh judul
instrumental di atas itu yang paling setia saya dengarkan (sebenarnya masih
banyak yang lainnya, namun, karena keterbatasan informasi dan tidak
tersimpannya file di laptop pribadi, hanya beberapa itu saja yang bisa saya
daftarkan *bow*). Saya rutin mendengarkan musik-musik 'penyayat jiwa' itu, baik
di saat senang, semangat, ataupun sebaliknya. Karena semua musik instrumental
itu punya kekuatan yang berbeda-beda, sesuaikan saja dengan suasana dan keadaan
anda, dan lihatlah bagaimana sepotong musik itu mampu merubah perasaan anda
*evil smile*.
Selamat berburu dan
mendengarkan isntrumental!
*Saya sangat berterima
kasih jika ada yang sudi memberitahukan, menginformasikan, bahkan
mengkopipastekan musik-musik instrumental rekomendasi dari anda, hehehe*
Categories: Curhat, Sekedar Berbagi


Bener.. saya juga takut kalo inget2 masalah agama kita soal bahasan satu ini. Saya juga termasuk orang yang bilang "boleh" karena emang kalo gak ada musik, agak hambar juga..apalagi kalo emang lagi bosen..
ReplyDeleteplaylistnya kebanyakan didominasi Korea ya? :D
kalo soal instrumen, saya masih bertahan sama akustikkannya Depapepe! ;))
Hehehe, kebetulan iya. Sedang sangat suka dengan instrument2 nya Korea :D
ReplyDeleteDepapepe itu gimana? *pasang wajah polos*
Depapepe itu duo gitaris dari jepang. Mainnya akustik, kebanyakan nadanya gembira (walaupun banyak juga yang mellow yellow slow).. asik lah pokoknya.. :)
ReplyDeleteWah wah wah..
ReplyDeleteBaiklah. Tak cuba hunting jika koneksi memungkinkan. Terima kasih beh :D