![]() |
| Sedang berjuang untuk mereka |
Saturday, March 7, 2015
![]() |
| Sedang berjuang untuk mereka |
Thursday, June 6, 2013
![]() |
| Takoyaki |
![]() |
| Okonomiyak |
| Kakigori |
![]() |
| Takoyaki |
![]() |
| Okonomiyak |
| Kakigori |
Wednesday, January 16, 2013
Lega, senang, bahagia, haru, syukur yang tak berhingga, sedikit khawatir, dan beragam macam perasaan lainnya bercampur menjadi satu. Lega, karena akhirnya target utama di tahun 2012 lalu tercapai dan jawaban atas doaku selama ini diperlihatkannya. Ya. Akhirnyaaaa.. AKU MENYEMPURNAKAN SETENGAH AGAMA! \(^^)/ *teriak pake toa*
Well, ini dia beberapa 'pengabadian' acara sakral dan momen terindah dalam hidupku yang berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh; Minggu, 23 Desember 2012 lalu..
| DagDigDug~~ |
| Penyerahan mahar dari suami ke istri, plus salam (sentuhan) perdana :) |
| hihihi~~ |
| Doa. |
| Foto keluarga gak boleh lupa :D |
Dan.. inilah kami, yang sekarang sedang bersama-sama berjuang membangun sebuah keluarga. Semoga berkah, semoga bahagia, semoga terus bersama hingga akhir hayat. Amin Ya Rabbal Alamin..
♥
Lega, senang, bahagia, haru, syukur yang tak berhingga, sedikit khawatir, dan beragam macam perasaan lainnya bercampur menjadi satu. Lega, karena akhirnya target utama di tahun 2012 lalu tercapai dan jawaban atas doaku selama ini diperlihatkannya. Ya. Akhirnyaaaa.. AKU MENYEMPURNAKAN SETENGAH AGAMA! \(^^)/ *teriak pake toa*
Well, ini dia beberapa 'pengabadian' acara sakral dan momen terindah dalam hidupku yang berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh; Minggu, 23 Desember 2012 lalu..
| DagDigDug~~ |
| Penyerahan mahar dari suami ke istri, plus salam (sentuhan) perdana :) |
| hihihi~~ |
| Doa. |
| Foto keluarga gak boleh lupa :D |
Dan.. inilah kami, yang sekarang sedang bersama-sama berjuang membangun sebuah keluarga. Semoga berkah, semoga bahagia, semoga terus bersama hingga akhir hayat. Amin Ya Rabbal Alamin..
♥
Wednesday, September 19, 2012
Well, SM3T. Mungkin masih banyak yang asing dengan singkatan itu, termasuk saya sendiri. Mulai tahu tentang SM3T ini di bulan Juni lalu, saat masih panas-panasnya membicarakan 'pekerjaan' dengan teman-teman sebaya yang senasib tak sepenanggungan (baca: pengangguran). SM3T ini lebih kurang sama dengan kegiatan 'Indonesia Mengajar' yang sepertinya sudah jauh lebih terkenal dan lebih terdengar gaungnya di seantero Indonesia. Bedanya, SM3T ini program resmi dan dibiayai sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Program SM-3T adalah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru.
“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah "dosa" setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.” ― Anies Baswedan, Indonesia Mengajar
Walau sedikti ragu, saya kirimkan juga file scan-an berkas yang diminta ke-email panitia, maka dari situ saya tidak bisa mundur lagi. Apapun dan bagaimana pun itu saya harus yakin dan tetap ikut seleksi wawancara. Dan di sanalah semuanya terbongkar. Saat wawancara yang sepertinya lebih tepat di sebut FGD (diskusi kelompok) itu kami--para peserta--diberikan selembar kertas yang harus diisi dengan biodata dan di sana tertera 4 daerah tujuan penempatan yang harus kami pilih. Tidak ada Aceh saudara-saudara, tidak ada! Yang ada hanya Kepulauan Natuna dan Anambas - Riau, salah satu kabupaten di NTT dan Kalimantan Barat. Jleb! Bagaimana ini? Ottokae?
![]() |
| sumber: https://indonesiamengajar.org/ |
![]() |
| sumber: https://indonesiamengajar.org/ |
Berhenti mengecam kegelapan. Nyalakan lilin.
Ini negeri besar dan akan lebih besar. Sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu.
Dengan belajar Anda akan mengajar, dengan mengajar Anda akan belajar.
Well, SM3T. Mungkin masih banyak yang asing dengan singkatan itu, termasuk saya sendiri. Mulai tahu tentang SM3T ini di bulan Juni lalu, saat masih panas-panasnya membicarakan 'pekerjaan' dengan teman-teman sebaya yang senasib tak sepenanggungan (baca: pengangguran). SM3T ini lebih kurang sama dengan kegiatan 'Indonesia Mengajar' yang sepertinya sudah jauh lebih terkenal dan lebih terdengar gaungnya di seantero Indonesia. Bedanya, SM3T ini program resmi dan dibiayai sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Program SM-3T adalah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru.
“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah "dosa" setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.” ― Anies Baswedan, Indonesia Mengajar
Walau sedikti ragu, saya kirimkan juga file scan-an berkas yang diminta ke-email panitia, maka dari situ saya tidak bisa mundur lagi. Apapun dan bagaimana pun itu saya harus yakin dan tetap ikut seleksi wawancara. Dan di sanalah semuanya terbongkar. Saat wawancara yang sepertinya lebih tepat di sebut FGD (diskusi kelompok) itu kami--para peserta--diberikan selembar kertas yang harus diisi dengan biodata dan di sana tertera 4 daerah tujuan penempatan yang harus kami pilih. Tidak ada Aceh saudara-saudara, tidak ada! Yang ada hanya Kepulauan Natuna dan Anambas - Riau, salah satu kabupaten di NTT dan Kalimantan Barat. Jleb! Bagaimana ini? Ottokae?
![]() |
| sumber: https://indonesiamengajar.org/ |
![]() |
| sumber: https://indonesiamengajar.org/ |
Berhenti mengecam kegelapan. Nyalakan lilin.
Ini negeri besar dan akan lebih besar. Sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu.
Dengan belajar Anda akan mengajar, dengan mengajar Anda akan belajar.
Tuesday, September 11, 2012
![]() |
| Penampakan Lhoknga dari atas bukit Desa Mamplan |
![]() |
| Anak Gahul Banda |
![]() |
| Uri Omma :D |
![]() |
| Penampakan Lhoknga dari atas bukit Desa Mamplan |
![]() |
| Anak Gahul Banda |
![]() |
| Uri Omma :D |
Wednesday, August 1, 2012
Nah, berdasarkan pendapat teman-teman dekat, pemikiran yang jauh lebih dalam plus penelitian kecil-kecilan terhadap diri sendiri, aku ini tipe orang pendiam yang kadang gak bisa diam (nah lho?), sensitif, gampang iba pada orang yang sedang ditimpa kesusahan, doyan makan (apalagi yang gratisan #eh), doyan mengoleksi ide-ide (baik itu ide-ide gila maupun yang biasa-biasa saja), ambisius, dan punya semangat luar biasa jika itu dikaitkan dengan perwujudan ide dan impian-impiannya. Oleh karena itu, dari beberapa hipotesis di atas dapat disimpulkan bahwa warna ungu itu ... GUE BANGET!
“Creativity comes from trust. Trust your instincts. And never hope more than you work.” - Rita Mae Brown
Notebook dengan layar 14 inchi dan memory 4 GB ini dilengkapi dengan generasi ketiga Intel Core i7 CPU dengan AMD Radeon HD 7670M GPU diskrit (VRAM 1GB). Untuk menunjang kinerjanya, notebook ini telah disematkan baterai dengan kemampuan hidup sampai 5 jam lebih, sehingga kita yang menggunakannya tidak perlu pusing dan khawatir jika jauh atau berada di tempat yang tidak tersedia colokan listriknya. Selain itu notebook cantik ini memang ditujukan untuk anak muda yang notabene sedang dalam masa kreatif-kreatifnya. Kegiatan browsing di luar rumah pun akan jadi lebih nyaman karena bisa berlama-lama tanpa harus khawatir notebook mati karena kehabisan baterai (ini mah GUE BANGET!).
“Creativity is inventing, experimenting, growing, taking risks, breaking rules, making mistakes, and having fun.” - Mary Lou Cook
*Miss Poo = nama notebook pribadi.
Nah, berdasarkan pendapat teman-teman dekat, pemikiran yang jauh lebih dalam plus penelitian kecil-kecilan terhadap diri sendiri, aku ini tipe orang pendiam yang kadang gak bisa diam (nah lho?), sensitif, gampang iba pada orang yang sedang ditimpa kesusahan, doyan makan (apalagi yang gratisan #eh), doyan mengoleksi ide-ide (baik itu ide-ide gila maupun yang biasa-biasa saja), ambisius, dan punya semangat luar biasa jika itu dikaitkan dengan perwujudan ide dan impian-impiannya. Oleh karena itu, dari beberapa hipotesis di atas dapat disimpulkan bahwa warna ungu itu ... GUE BANGET!
“Creativity comes from trust. Trust your instincts. And never hope more than you work.” - Rita Mae Brown
Notebook dengan layar 14 inchi dan memory 4 GB ini dilengkapi dengan generasi ketiga Intel Core i7 CPU dengan AMD Radeon HD 7670M GPU diskrit (VRAM 1GB). Untuk menunjang kinerjanya, notebook ini telah disematkan baterai dengan kemampuan hidup sampai 5 jam lebih, sehingga kita yang menggunakannya tidak perlu pusing dan khawatir jika jauh atau berada di tempat yang tidak tersedia colokan listriknya. Selain itu notebook cantik ini memang ditujukan untuk anak muda yang notabene sedang dalam masa kreatif-kreatifnya. Kegiatan browsing di luar rumah pun akan jadi lebih nyaman karena bisa berlama-lama tanpa harus khawatir notebook mati karena kehabisan baterai (ini mah GUE BANGET!).
“Creativity is inventing, experimenting, growing, taking risks, breaking rules, making mistakes, and having fun.” - Mary Lou Cook
*Miss Poo = nama notebook pribadi.
Thursday, April 19, 2012
Ada tanda tanya yang dalam sebelumnya.
Bagaimana?
Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa aku tertipu?
Tapi ternyata tertipu dia.
Setelah lama, ini kali pertama dibuka.
Karena tipuannya, pintu itu harus ditutup semula.
Dan kunci manis dikembalikan lagi pada tempatnya.
Dan sedikit acuan untuk jawaban tanda tanyanya.
Saat dia membatu.
Di sela dirinya yang mengharu.
Dan segala tanya itu membisu.
"Truth is like the sun. You can shut it out for a time, but it ain't goin' away." - Elvis Presley
Ada tanda tanya yang dalam sebelumnya.
Bagaimana?
Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa aku tertipu?
Tapi ternyata tertipu dia.
Setelah lama, ini kali pertama dibuka.
Karena tipuannya, pintu itu harus ditutup semula.
Dan kunci manis dikembalikan lagi pada tempatnya.
Dan sedikit acuan untuk jawaban tanda tanyanya.
Saat dia membatu.
Di sela dirinya yang mengharu.
Dan segala tanya itu membisu.
"Truth is like the sun. You can shut it out for a time, but it ain't goin' away." - Elvis Presley
Thursday, April 12, 2012
Panggilan pada penumpang bus k*rnia jurusan Lhokseumawe telah terdengar dari pengeras suara di seantero terminal. Beberapa remaja yang sedari tadi asyik bercerita tampak mulai berubah ekspresi wajahnya. Satu orang di antara mereka akan pergi. Pergi ke kota yang jauh dari tempat mereka saat ini. Pergi yang masih belum diketahui apa akan kembali lagi atau tidak ke sini. Pergi yang mengartikan mereka akan berpisah, tak berjumpa, entah hanya untuk beberapa masa atau selamanya.
Seorang remaja tinggi, kurus, berkacamata yang mengenakan jilbab biru dan baju berbahan jins kesayangannya tampak masih memegang erat tangan temannya. Wajahnya mendung. Ia tampak sangat berat meninggalkan semuanya. Awalnya ia hanya senyum biasa, mencoba menahan apa yang memaksa keluar dari matanya saat berbincang-bincang tadi. Namun, jabatan tangan dan pelukan hangat perpisahan dari teman-temannya akhirnya merobohkan pertahanannya. Hujan mulai turun di wajahnya. Kakinya terasa sangat berat melangkah ke dalam bus yang akan membawanya jauh dari teman-temannya itu.
Tapi, the show must go on. Setiap pertemuan pasti ditutup dengan perpisahan. Selamat tinggal, teman!
Dari dalam bus, tak henti-hentinya ia melambaikan tangan pada teman-teman yang masih setia mengantar keberangkatannya. Bukan hanya ia, teman-temannya di luar bus sana pun juga bermandikan air mata. Wajah remaja-remaja itu basah. Karena di sinilah mereka harus berpisah.
Bus mulai melaju pelan dari parkiran terminal. Wajah teman-teman kesayangan pun sedikit demi sedikit mulai hilang ditelan jalan. Bus akhirnya meluncur ke jalan raya, bersiap menantang maut di jalan perbukitan kelok 99 dan di sepanjang jalan selama menempuh perjalanan 30 jam. Padang - Lhokseumawe.
Remaja berkacamata tadi tampak masih muram, butuh waktu hampir satu jam untuk meredakan hujan deras di wajahnya. Ibu di sampingnya hanya bisa menahan haru melihat beban yang anak bungsunya rasakan saat itu. Ah, sekali lagi. Selamat tinggal teman! Selamat tinggal Padang!
***
Tepat 10 tahun remaja berkacamata tadi meninggalkan tanah Minang. Ah, sekalipun dianggap berlebihan, ia tetap kekeuh mengatakan Padang; kota dengan sentero kenangan.
Ia hanya tidak bisa lupa, karena di sana ia rasakan apa yang namanya kenyamanan. Baik itu di lingkungan tempat tinggal, maupun di lingkungan tempat ia meraih pendidikan. Kenyamanan yang sedikit berbeda dengan yang dirasakan di tanah kelahirannya. Itu bisa dibuktikan dengan bagaimana ia bisa lancar berbahasa Minang daripada bahasa daerah asalnya sendiri. Aneh memang, 3 tahun di tanah Minang vs seluruh tahun yang dihabiskan di tanah rencong.
Panggilan pada penumpang bus k*rnia jurusan Lhokseumawe telah terdengar dari pengeras suara di seantero terminal. Beberapa remaja yang sedari tadi asyik bercerita tampak mulai berubah ekspresi wajahnya. Satu orang di antara mereka akan pergi. Pergi ke kota yang jauh dari tempat mereka saat ini. Pergi yang masih belum diketahui apa akan kembali lagi atau tidak ke sini. Pergi yang mengartikan mereka akan berpisah, tak berjumpa, entah hanya untuk beberapa masa atau selamanya.
Seorang remaja tinggi, kurus, berkacamata yang mengenakan jilbab biru dan baju berbahan jins kesayangannya tampak masih memegang erat tangan temannya. Wajahnya mendung. Ia tampak sangat berat meninggalkan semuanya. Awalnya ia hanya senyum biasa, mencoba menahan apa yang memaksa keluar dari matanya saat berbincang-bincang tadi. Namun, jabatan tangan dan pelukan hangat perpisahan dari teman-temannya akhirnya merobohkan pertahanannya. Hujan mulai turun di wajahnya. Kakinya terasa sangat berat melangkah ke dalam bus yang akan membawanya jauh dari teman-temannya itu.
Tapi, the show must go on. Setiap pertemuan pasti ditutup dengan perpisahan. Selamat tinggal, teman!
Dari dalam bus, tak henti-hentinya ia melambaikan tangan pada teman-teman yang masih setia mengantar keberangkatannya. Bukan hanya ia, teman-temannya di luar bus sana pun juga bermandikan air mata. Wajah remaja-remaja itu basah. Karena di sinilah mereka harus berpisah.
Bus mulai melaju pelan dari parkiran terminal. Wajah teman-teman kesayangan pun sedikit demi sedikit mulai hilang ditelan jalan. Bus akhirnya meluncur ke jalan raya, bersiap menantang maut di jalan perbukitan kelok 99 dan di sepanjang jalan selama menempuh perjalanan 30 jam. Padang - Lhokseumawe.
Remaja berkacamata tadi tampak masih muram, butuh waktu hampir satu jam untuk meredakan hujan deras di wajahnya. Ibu di sampingnya hanya bisa menahan haru melihat beban yang anak bungsunya rasakan saat itu. Ah, sekali lagi. Selamat tinggal teman! Selamat tinggal Padang!
***
Tepat 10 tahun remaja berkacamata tadi meninggalkan tanah Minang. Ah, sekalipun dianggap berlebihan, ia tetap kekeuh mengatakan Padang; kota dengan sentero kenangan.
Ia hanya tidak bisa lupa, karena di sana ia rasakan apa yang namanya kenyamanan. Baik itu di lingkungan tempat tinggal, maupun di lingkungan tempat ia meraih pendidikan. Kenyamanan yang sedikit berbeda dengan yang dirasakan di tanah kelahirannya. Itu bisa dibuktikan dengan bagaimana ia bisa lancar berbahasa Minang daripada bahasa daerah asalnya sendiri. Aneh memang, 3 tahun di tanah Minang vs seluruh tahun yang dihabiskan di tanah rencong.
Monday, April 9, 2012
Tangan kanannya menggenggam manja sebuah agenda berwarna sama.
Sementara di sebelah lainnya ada pena yang tak berbeda warna.
Sama..
Gadis cilik itu senada..
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik tersenyum riang dengan mimpinya.
Ia sendiri, tapi tak ada kegelisahan di matanya.
Ia sendiri, tapi nyata menunjukkan semangatnya.
Ia sendiri, berjuang, meraih mimpi demi sebuah cita.
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik yang sama tapi wajahnya berbeda.
Ada seorang penjaga di sampingnya.Walaupun kedua sahabatnya; agenda dan pena masih ada di genggamannya.
Auranya pudar, ada beban berat yang pasti sedang dipikulnya.
Aku bertanya, hanya bisa bertanya, ada apa, ada apa dengan si gadis cilik yang ceria?
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik berlinangan air mata.
Wajahnya basah mendamba mimpi yang telah tiada.
Sang penjaga rupanya, ia yang merampas mimpi itu darinya.
Si gadis cilik tampak masih berusaha, meyakinkan sang penjaga, meminta sebait izin untuk meraih cita.
Tapi apa, sang penjaga tetap memaksa.
Hanya ada satu jalan bagi si gadis cilik, mematuhi aturan dan menjalankan perintah sang penjaga.
Karena menurutnya itu yang terbaik bagi gadis ciliknya.
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik.
Masih setia bersama gaun, agenda dan pena merah mudanya.
Wajahnya sedikit tertawa, tapi hampa.
Ia masih berharap mimpinya.
Ia masih meminta pada sang penguasa, yang tahtanya jauh di atas sang penjaga.
Matanya bicara, ia butuh bantuan mereka, yang mengerti dirinya dan bernasib sama.
Ia ingin dimudahkan segalanya dan dinyalakan kembali citanya.
Ia pun menguat agar tak putus asa.
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik bergaun merah muda.
Ia mengangkat tangannya, berdoa.
Semoga.
Semoga sang penjaga luluh hatinya.
Karena ia yakin, harapan itu selalu ada..
Tangan kanannya menggenggam manja sebuah agenda berwarna sama.
Sementara di sebelah lainnya ada pena yang tak berbeda warna.
Sama..
Gadis cilik itu senada..
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik tersenyum riang dengan mimpinya.
Ia sendiri, tapi tak ada kegelisahan di matanya.
Ia sendiri, tapi nyata menunjukkan semangatnya.
Ia sendiri, berjuang, meraih mimpi demi sebuah cita.
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik yang sama tapi wajahnya berbeda.
Ada seorang penjaga di sampingnya.Walaupun kedua sahabatnya; agenda dan pena masih ada di genggamannya.
Auranya pudar, ada beban berat yang pasti sedang dipikulnya.
Aku bertanya, hanya bisa bertanya, ada apa, ada apa dengan si gadis cilik yang ceria?
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik berlinangan air mata.
Wajahnya basah mendamba mimpi yang telah tiada.
Sang penjaga rupanya, ia yang merampas mimpi itu darinya.
Si gadis cilik tampak masih berusaha, meyakinkan sang penjaga, meminta sebait izin untuk meraih cita.
Tapi apa, sang penjaga tetap memaksa.
Hanya ada satu jalan bagi si gadis cilik, mematuhi aturan dan menjalankan perintah sang penjaga.
Karena menurutnya itu yang terbaik bagi gadis ciliknya.
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik.
Masih setia bersama gaun, agenda dan pena merah mudanya.
Wajahnya sedikit tertawa, tapi hampa.
Ia masih berharap mimpinya.
Ia masih meminta pada sang penguasa, yang tahtanya jauh di atas sang penjaga.
Matanya bicara, ia butuh bantuan mereka, yang mengerti dirinya dan bernasib sama.
Ia ingin dimudahkan segalanya dan dinyalakan kembali citanya.
Ia pun menguat agar tak putus asa.
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik bergaun merah muda.
Ia mengangkat tangannya, berdoa.
Semoga.
Semoga sang penjaga luluh hatinya.
Karena ia yakin, harapan itu selalu ada..





























