Tangan kanannya menggenggam manja sebuah agenda berwarna sama.
Sementara di sebelah lainnya ada pena yang tak berbeda warna.
Sama..
Gadis cilik itu senada..
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik tersenyum riang dengan mimpinya.
Ia sendiri, tapi tak ada kegelisahan di matanya.
Ia sendiri, tapi nyata menunjukkan semangatnya.
Ia sendiri, berjuang, meraih mimpi demi sebuah cita.
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik yang sama tapi wajahnya berbeda.
Ada seorang penjaga di sampingnya.Walaupun kedua sahabatnya; agenda dan pena masih ada di genggamannya.
Auranya pudar, ada beban berat yang pasti sedang dipikulnya.
Aku bertanya, hanya bisa bertanya, ada apa, ada apa dengan si gadis cilik yang ceria?
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik berlinangan air mata.
Wajahnya basah mendamba mimpi yang telah tiada.
Sang penjaga rupanya, ia yang merampas mimpi itu darinya.
Si gadis cilik tampak masih berusaha, meyakinkan sang penjaga, meminta sebait izin untuk meraih cita.
Tapi apa, sang penjaga tetap memaksa.
Hanya ada satu jalan bagi si gadis cilik, mematuhi aturan dan menjalankan perintah sang penjaga.
Karena menurutnya itu yang terbaik bagi gadis ciliknya.
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik.
Masih setia bersama gaun, agenda dan pena merah mudanya.
Wajahnya sedikit tertawa, tapi hampa.
Ia masih berharap mimpinya.
Ia masih meminta pada sang penguasa, yang tahtanya jauh di atas sang penjaga.
Matanya bicara, ia butuh bantuan mereka, yang mengerti dirinya dan bernasib sama.
Ia ingin dimudahkan segalanya dan dinyalakan kembali citanya.
Ia pun menguat agar tak putus asa.
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik bergaun merah muda.
Ia mengangkat tangannya, berdoa.
Semoga.
Semoga sang penjaga luluh hatinya.
Karena ia yakin, harapan itu selalu ada..
Published with Blogger-droid v2.0.4
Categories: Berpikir lebih dalam, Cerita Kita


nice blog :)
ReplyDeleteTerima kasih :)
Delete