Thursday, April 19, 2012

Aku tertipu..
Ada tanda tanya yang dalam sebelumnya.
Bagaimana?
Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa aku tertipu?

Dirinya yang menggalau ku anggap sebagai petunjuk semua.
Aku terima.
Tapi ternyata tertipu dia.

Jera?
Jelas. Sangatlah iya.

Setelah lama, ini kali pertama dibuka.
Karena tipuannya, pintu itu harus ditutup semula.
Dan kunci manis dikembalikan lagi pada tempatnya.

Apa masih ada tanda tanya?
Saat aku temukan fakta antara dia dan dirinya?

Mungkin sedikit bodoh aku merasa.
Sedikit mudah aku dipikirnya.
Dan sedikit acuan untuk jawaban tanda tanyanya.

Tapi begitu.
Aku memang tertipu.
Saat dia membatu.
Di sela dirinya yang mengharu.
Dan segala tanya itu membisu.

Jera! 

*Untuk seorang kawan, akhirnya kau temukan jawabannya! Karena fakta itu ada dan tidak selamanya indah* :)
"Truth is like the sun. You can shut it out for a time, but it ain't goin' away." - Elvis Presley

Published with Blogger-droid v2.0.4

4/19/2012 09:54:00 PM Desi YuLiana
Aku tertipu..
Ada tanda tanya yang dalam sebelumnya.
Bagaimana?
Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa aku tertipu?

Dirinya yang menggalau ku anggap sebagai petunjuk semua.
Aku terima.
Tapi ternyata tertipu dia.

Jera?
Jelas. Sangatlah iya.

Setelah lama, ini kali pertama dibuka.
Karena tipuannya, pintu itu harus ditutup semula.
Dan kunci manis dikembalikan lagi pada tempatnya.

Apa masih ada tanda tanya?
Saat aku temukan fakta antara dia dan dirinya?

Mungkin sedikit bodoh aku merasa.
Sedikit mudah aku dipikirnya.
Dan sedikit acuan untuk jawaban tanda tanyanya.

Tapi begitu.
Aku memang tertipu.
Saat dia membatu.
Di sela dirinya yang mengharu.
Dan segala tanya itu membisu.

Jera! 

*Untuk seorang kawan, akhirnya kau temukan jawabannya! Karena fakta itu ada dan tidak selamanya indah* :)
"Truth is like the sun. You can shut it out for a time, but it ain't goin' away." - Elvis Presley

Published with Blogger-droid v2.0.4

Thursday, April 12, 2012

Panggilan pada penumpang bus k*rnia jurusan Lhokseumawe telah terdengar dari pengeras suara di seantero terminal. Beberapa remaja yang sedari tadi asyik bercerita tampak mulai berubah ekspresi wajahnya. Satu orang di antara mereka akan pergi. Pergi ke kota yang jauh dari tempat mereka saat ini. Pergi yang masih belum diketahui apa akan kembali lagi atau tidak ke sini. Pergi yang mengartikan mereka akan berpisah, tak berjumpa, entah hanya untuk beberapa masa atau selamanya.

Seorang remaja tinggi, kurus, berkacamata yang mengenakan jilbab biru dan baju berbahan jins kesayangannya tampak masih memegang erat tangan temannya. Wajahnya mendung. Ia tampak sangat berat meninggalkan semuanya. Awalnya ia hanya senyum biasa, mencoba menahan apa yang memaksa keluar dari matanya saat berbincang-bincang tadi. Namun, jabatan tangan dan pelukan hangat perpisahan dari teman-temannya akhirnya merobohkan pertahanannya. Hujan mulai turun di wajahnya. Kakinya terasa sangat berat melangkah ke dalam bus yang akan membawanya jauh dari teman-temannya itu.

Tapi, the show must go on. Setiap pertemuan pasti ditutup dengan perpisahan. Selamat tinggal, teman!

Dari dalam bus, tak henti-hentinya ia melambaikan tangan pada teman-teman yang masih setia mengantar keberangkatannya. Bukan hanya ia, teman-temannya di luar bus sana pun juga bermandikan air mata. Wajah remaja-remaja itu basah. Karena di sinilah mereka harus berpisah.

Bus mulai melaju pelan dari parkiran terminal. Wajah teman-teman kesayangan pun sedikit demi sedikit mulai hilang ditelan jalan. Bus akhirnya meluncur ke jalan raya, bersiap menantang maut di jalan perbukitan kelok 99 dan di sepanjang jalan selama menempuh perjalanan 30 jam. Padang - Lhokseumawe.

Remaja berkacamata tadi tampak masih muram, butuh waktu hampir satu jam untuk meredakan hujan deras di wajahnya. Ibu di sampingnya hanya bisa menahan haru melihat beban yang anak bungsunya rasakan saat itu. Ah, sekali lagi. Selamat tinggal teman! Selamat tinggal Padang!

***

13 April 2002 - 13 April 2012.

Tepat 10 tahun remaja berkacamata tadi meninggalkan tanah Minang. Ah, sekalipun dianggap berlebihan, ia tetap kekeuh mengatakan Padang; kota dengan sentero kenangan.

Betapa ia masih mengingat bagaimana cerita-cerita yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya; Komplek Anggaran Surau Gadang, di sekolah pertamanya di sana; MIN Gunung Pangilun, di sekolah terakhirnya: MTsN Model Gunung Pangilun Padang, di rumah teman-temannya; Siteba, Tunggul Hitam, dan sebagainya, di lokasi-lokasi wisata; Cagar Alam Malibo Anai, Lembah Anai, Ngarai Sianok, Gua Jepang, Kelok 44, Danau Maninjau, Danau Singkarang, Pantai Painan, dan sebagainya.. Terlalu banyak pengalaman menyenangkan yang ia dapatkan selama hampir 3 tahun menetap di tanah dengan aliran materialisme itu.

Ia hanya tidak bisa lupa, karena di sana ia rasakan apa yang namanya kenyamanan. Baik itu di lingkungan tempat tinggal, maupun di lingkungan tempat ia meraih pendidikan. Kenyamanan yang sedikit berbeda dengan yang dirasakan di tanah kelahirannya. Itu bisa dibuktikan dengan bagaimana ia bisa lancar berbahasa Minang daripada bahasa daerah asalnya sendiri. Aneh memang, 3 tahun di tanah Minang vs seluruh tahun yang dihabiskan di tanah rencong.

Remaja berkacamata yang sekarang ini semakin dewasa namun masih berkacamata itu rindu kota Padang. Ia ingin pulang, bersilaturahmi dengan teman-teman lama, mengunjungi kembali bangunan sekolah dan tempat-tempat kenangan lainnya, dan melanjutkan petualangan di sana. Itu targetnya tahun ini. Semoga!

Published with Blogger-droid v2.0.4
4/12/2012 06:25:00 PM Desi YuLiana

Panggilan pada penumpang bus k*rnia jurusan Lhokseumawe telah terdengar dari pengeras suara di seantero terminal. Beberapa remaja yang sedari tadi asyik bercerita tampak mulai berubah ekspresi wajahnya. Satu orang di antara mereka akan pergi. Pergi ke kota yang jauh dari tempat mereka saat ini. Pergi yang masih belum diketahui apa akan kembali lagi atau tidak ke sini. Pergi yang mengartikan mereka akan berpisah, tak berjumpa, entah hanya untuk beberapa masa atau selamanya.

Seorang remaja tinggi, kurus, berkacamata yang mengenakan jilbab biru dan baju berbahan jins kesayangannya tampak masih memegang erat tangan temannya. Wajahnya mendung. Ia tampak sangat berat meninggalkan semuanya. Awalnya ia hanya senyum biasa, mencoba menahan apa yang memaksa keluar dari matanya saat berbincang-bincang tadi. Namun, jabatan tangan dan pelukan hangat perpisahan dari teman-temannya akhirnya merobohkan pertahanannya. Hujan mulai turun di wajahnya. Kakinya terasa sangat berat melangkah ke dalam bus yang akan membawanya jauh dari teman-temannya itu.

Tapi, the show must go on. Setiap pertemuan pasti ditutup dengan perpisahan. Selamat tinggal, teman!

Dari dalam bus, tak henti-hentinya ia melambaikan tangan pada teman-teman yang masih setia mengantar keberangkatannya. Bukan hanya ia, teman-temannya di luar bus sana pun juga bermandikan air mata. Wajah remaja-remaja itu basah. Karena di sinilah mereka harus berpisah.

Bus mulai melaju pelan dari parkiran terminal. Wajah teman-teman kesayangan pun sedikit demi sedikit mulai hilang ditelan jalan. Bus akhirnya meluncur ke jalan raya, bersiap menantang maut di jalan perbukitan kelok 99 dan di sepanjang jalan selama menempuh perjalanan 30 jam. Padang - Lhokseumawe.

Remaja berkacamata tadi tampak masih muram, butuh waktu hampir satu jam untuk meredakan hujan deras di wajahnya. Ibu di sampingnya hanya bisa menahan haru melihat beban yang anak bungsunya rasakan saat itu. Ah, sekali lagi. Selamat tinggal teman! Selamat tinggal Padang!

***

13 April 2002 - 13 April 2012.

Tepat 10 tahun remaja berkacamata tadi meninggalkan tanah Minang. Ah, sekalipun dianggap berlebihan, ia tetap kekeuh mengatakan Padang; kota dengan sentero kenangan.

Betapa ia masih mengingat bagaimana cerita-cerita yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya; Komplek Anggaran Surau Gadang, di sekolah pertamanya di sana; MIN Gunung Pangilun, di sekolah terakhirnya: MTsN Model Gunung Pangilun Padang, di rumah teman-temannya; Siteba, Tunggul Hitam, dan sebagainya, di lokasi-lokasi wisata; Cagar Alam Malibo Anai, Lembah Anai, Ngarai Sianok, Gua Jepang, Kelok 44, Danau Maninjau, Danau Singkarang, Pantai Painan, dan sebagainya.. Terlalu banyak pengalaman menyenangkan yang ia dapatkan selama hampir 3 tahun menetap di tanah dengan aliran materialisme itu.

Ia hanya tidak bisa lupa, karena di sana ia rasakan apa yang namanya kenyamanan. Baik itu di lingkungan tempat tinggal, maupun di lingkungan tempat ia meraih pendidikan. Kenyamanan yang sedikit berbeda dengan yang dirasakan di tanah kelahirannya. Itu bisa dibuktikan dengan bagaimana ia bisa lancar berbahasa Minang daripada bahasa daerah asalnya sendiri. Aneh memang, 3 tahun di tanah Minang vs seluruh tahun yang dihabiskan di tanah rencong.

Remaja berkacamata yang sekarang ini semakin dewasa namun masih berkacamata itu rindu kota Padang. Ia ingin pulang, bersilaturahmi dengan teman-teman lama, mengunjungi kembali bangunan sekolah dan tempat-tempat kenangan lainnya, dan melanjutkan petualangan di sana. Itu targetnya tahun ini. Semoga!

Published with Blogger-droid v2.0.4

Monday, April 9, 2012

Senja tadi kulihat seorang gadis cilik bergaun merah muda.
Tangan kanannya menggenggam manja sebuah agenda berwarna sama.
Sementara di sebelah lainnya ada pena yang tak berbeda warna.
Sama..
Gadis cilik itu senada..

Senja tadi kulihat seorang gadis cilik tersenyum riang dengan mimpinya.
Ia sendiri, tapi tak ada kegelisahan di matanya.
Ia sendiri, tapi nyata menunjukkan semangatnya.
Ia sendiri, berjuang, meraih mimpi demi sebuah cita.

Senja tadi kulihat seorang gadis cilik yang sama tapi wajahnya berbeda.
Ada seorang penjaga di sampingnya.
Walaupun kedua sahabatnya; agenda dan pena masih ada di genggamannya.
Auranya pudar, ada beban berat yang pasti sedang dipikulnya.
Aku bertanya, hanya bisa bertanya, ada apa, ada apa dengan si gadis cilik yang ceria?

Senja tadi kulihat seorang gadis cilik berlinangan air mata.
Wajahnya basah mendamba mimpi yang telah tiada.
Sang penjaga rupanya, ia yang merampas mimpi itu darinya.
Si gadis cilik tampak masih berusaha, meyakinkan sang penjaga, meminta sebait izin untuk meraih cita.
Tapi apa, sang penjaga tetap memaksa.
Hanya ada satu jalan bagi si gadis cilik, mematuhi aturan dan menjalankan perintah sang penjaga.
Karena menurutnya itu yang terbaik bagi gadis ciliknya.

Senja tadi kulihat seorang gadis cilik.
Masih setia bersama gaun, agenda dan pena merah mudanya.
Wajahnya sedikit tertawa, tapi hampa.
Ia masih berharap mimpinya.
Ia masih meminta pada sang penguasa, yang tahtanya jauh di atas sang penjaga.
Matanya bicara, ia butuh bantuan mereka, yang mengerti dirinya dan bernasib sama.
Ia ingin dimudahkan segalanya dan dinyalakan kembali citanya.
Ia pun menguat agar tak putus asa.

Senja tadi kulihat seorang gadis cilik bergaun merah muda.
Ia mengangkat tangannya, berdoa.
Semoga.
Semoga sang penjaga luluh hatinya.
Karena ia yakin, harapan itu selalu ada..

Published with Blogger-droid v2.0.4
4/09/2012 05:47:00 AM Desi YuLiana
Senja tadi kulihat seorang gadis cilik bergaun merah muda.
Tangan kanannya menggenggam manja sebuah agenda berwarna sama.
Sementara di sebelah lainnya ada pena yang tak berbeda warna.
Sama..
Gadis cilik itu senada..

Senja tadi kulihat seorang gadis cilik tersenyum riang dengan mimpinya.
Ia sendiri, tapi tak ada kegelisahan di matanya.
Ia sendiri, tapi nyata menunjukkan semangatnya.
Ia sendiri, berjuang, meraih mimpi demi sebuah cita.

Senja tadi kulihat seorang gadis cilik yang sama tapi wajahnya berbeda.
Ada seorang penjaga di sampingnya.
Walaupun kedua sahabatnya; agenda dan pena masih ada di genggamannya.
Auranya pudar, ada beban berat yang pasti sedang dipikulnya.
Aku bertanya, hanya bisa bertanya, ada apa, ada apa dengan si gadis cilik yang ceria?

Senja tadi kulihat seorang gadis cilik berlinangan air mata.
Wajahnya basah mendamba mimpi yang telah tiada.
Sang penjaga rupanya, ia yang merampas mimpi itu darinya.
Si gadis cilik tampak masih berusaha, meyakinkan sang penjaga, meminta sebait izin untuk meraih cita.
Tapi apa, sang penjaga tetap memaksa.
Hanya ada satu jalan bagi si gadis cilik, mematuhi aturan dan menjalankan perintah sang penjaga.
Karena menurutnya itu yang terbaik bagi gadis ciliknya.

Senja tadi kulihat seorang gadis cilik.
Masih setia bersama gaun, agenda dan pena merah mudanya.
Wajahnya sedikit tertawa, tapi hampa.
Ia masih berharap mimpinya.
Ia masih meminta pada sang penguasa, yang tahtanya jauh di atas sang penjaga.
Matanya bicara, ia butuh bantuan mereka, yang mengerti dirinya dan bernasib sama.
Ia ingin dimudahkan segalanya dan dinyalakan kembali citanya.
Ia pun menguat agar tak putus asa.

Senja tadi kulihat seorang gadis cilik bergaun merah muda.
Ia mengangkat tangannya, berdoa.
Semoga.
Semoga sang penjaga luluh hatinya.
Karena ia yakin, harapan itu selalu ada..

Published with Blogger-droid v2.0.4

Wednesday, March 28, 2012

“Is a dream something just for those with talent?

If you have no talent, should you not even dream at all?”

Para penggemar ataupun penikmat drama korea pastilah tak asing lagi dengan salah satu original soundtrack yang satu ini. Musik dan irama lagunya ringan, liriknya sederhana namun cukup ‘mengena’. Dialah ‘B Class Life’, salah satu lagu yang muncul pada episode 9 dari drama Dream High season 2. Lagu ini dengan cukup mudahnya melekat di hati dari sejak pertama kali telinga mendengarnya. Unik. Menarik. Hal ini bisa jadi dikarenakan musiknya yang berbeda, terdengar ringan, lucu, dan tentu saja nyaman di telinga.

B Class Life, lagu ini setidaknya bercerita tentang mereka, beberapa siswa di sekolah seni “Kirin Art School” yang merasa dirinya berada di kelas rendah; “Kelas B” yang tidak berbakat dan masih jauh dari sesuatu yang disebut sempurna. Namun, mereka punya mimpi. Mereka punya keinginan yang cukup besar untuk bisa meraih mimpi mereka dan menjadi bagian dari sekelompok orang yang disebut “Kelas A”, yang tentunya lebih berbakat dan berkualitas.

Mereka percaya, dengan mimpi dan usaha yang mereka miliki walaupun tanpa bakat sekalipun, suatu saat mereka akan menemukan sesuatu yang spesial dalam diri mereka. Mereka percaya, suatu saat akan ada waktunya untuk membuktikan pada dunia bahwa mereka bisa.

“Don’t ever.. give up on your dreams. The reason for that is.. a dream isn’t just for someone with talent, but for anyone who dreams”.

[Lyric] We are The B / B Class Life (Dream High 2 OST)

Singer: Jin Woon 2AM, Kang Sora, Kim Ji Soo, Jr.

ROMANIZATION

I am a boy just a boy
sumanheun boi junge geujeo han boi
mwonga teukbyeolhan ge eopgo mueotdo
naeseulge eomneun geureon saram

I am a girl just a girl
jinaganeun geol bwado moreuneun geol
jeonhyeo yeppeujido anko nunnatgo
pyeongbeomhagi geujieomneun saram

urineun B B Bgeup insaeng Ageubi doego sipeun
urineun bibi bijeongsangdeul jeongsange seogo sipeun
urineun B B Bgeup insaeng Ageubi doego sipeun
urineun bibi bijeongsangdeul jeongsange seogo sipeun

byeolboril eomneun boril
sseuldeeomneun sseul ttaeman gajyeotjyo
bujireomneun ttambangulman jureukjureuk heulligo itjyo
dapdaphan nae mamboda deo dapdaphaehaneun nae juwiui
saramdeurui pyojeongboda nakkaji jichyeogajyo

urineun B B Bgeup insaeng Ageubi doego sipeun
urineun bibi bijeongsangdeul jeongsange seogo sipeun
urineun B B Bgeup insaeng Ageubi doego sipeun
urineun bibi bijeongsangdeul jeongsange seogo sipeun

eonjenga nae ane inneun nae teukbyeolhameul chajanae
boyeojul nari isseulkkayo
maeume eolma namji anheun nae kkumeul da irki jeone
naege bichi bichul su isseulkkayo

urineun B B Bgeup insaeng Ageubi doego sipeun
urineun bibi bijeongsangdeul jeongsange seogo sipeun
urineun B B Bgeup insaeng Ageubi doego sipeun
urineun bibi bijeongsangdeul jeongsange seogo sipeun

urineun B

ENGLISH TRANSLATION

I am a boy just a boy
Just a boy out of many boys
I’m not anything special, I don’t have much to show off
I’m that kind of person

I am a girl just a girl
Even if you see me passing by, I’m a girl you don’t know
I’m not pretty at all and my eyes and nose are average
I’m that kind of person

We are B B B-level, wanting to be A-level
We are ab-ab-abnormal, wanting to stand on the peak
We are B B B-level, wanting to be A-level
We are ab-ab-abnormal, wanting to stand on the peak

Our errands aren’t really important
We only have pointless places to spend
We are only shedding useless sweat beads
More than my frustrated heart is the frustrated people around me
And seeing their faces makes even me tired

We are B B B-level, wanting to be A-level
We are ab-ab-abnormal, wanting to stand on the peak
We are B B B-level, wanting to be A-level
We are ab-ab-abnormal, wanting to stand on the peak

Will the day come when I find that
Something special in me and show it off?
Before I lose what little dreams I have left in me,
Will the light shine on me too?

We are B B B-level, wanting to be A-level
We are ab-ab-abnormal, wanting to stand on the peak
We are B B B-level, wanting to be A-level
We are ab-ab-abnormal, wanting to stand on the peak

We are B


3/28/2012 02:52:00 AM Desi YuLiana

“Is a dream something just for those with talent?

If you have no talent, should you not even dream at all?”

Para penggemar ataupun penikmat drama korea pastilah tak asing lagi dengan salah satu original soundtrack yang satu ini. Musik dan irama lagunya ringan, liriknya sederhana namun cukup ‘mengena’. Dialah ‘B Class Life’, salah satu lagu yang muncul pada episode 9 dari drama Dream High season 2. Lagu ini dengan cukup mudahnya melekat di hati dari sejak pertama kali telinga mendengarnya. Unik. Menarik. Hal ini bisa jadi dikarenakan musiknya yang berbeda, terdengar ringan, lucu, dan tentu saja nyaman di telinga.

B Class Life, lagu ini setidaknya bercerita tentang mereka, beberapa siswa di sekolah seni “Kirin Art School” yang merasa dirinya berada di kelas rendah; “Kelas B” yang tidak berbakat dan masih jauh dari sesuatu yang disebut sempurna. Namun, mereka punya mimpi. Mereka punya keinginan yang cukup besar untuk bisa meraih mimpi mereka dan menjadi bagian dari sekelompok orang yang disebut “Kelas A”, yang tentunya lebih berbakat dan berkualitas.

Mereka percaya, dengan mimpi dan usaha yang mereka miliki walaupun tanpa bakat sekalipun, suatu saat mereka akan menemukan sesuatu yang spesial dalam diri mereka. Mereka percaya, suatu saat akan ada waktunya untuk membuktikan pada dunia bahwa mereka bisa.

“Don’t ever.. give up on your dreams. The reason for that is.. a dream isn’t just for someone with talent, but for anyone who dreams”.

[Lyric] We are The B / B Class Life (Dream High 2 OST)

Singer: Jin Woon 2AM, Kang Sora, Kim Ji Soo, Jr.

ROMANIZATION

I am a boy just a boy
sumanheun boi junge geujeo han boi
mwonga teukbyeolhan ge eopgo mueotdo
naeseulge eomneun geureon saram

I am a girl just a girl
jinaganeun geol bwado moreuneun geol
jeonhyeo yeppeujido anko nunnatgo
pyeongbeomhagi geujieomneun saram

urineun B B Bgeup insaeng Ageubi doego sipeun
urineun bibi bijeongsangdeul jeongsange seogo sipeun
urineun B B Bgeup insaeng Ageubi doego sipeun
urineun bibi bijeongsangdeul jeongsange seogo sipeun

byeolboril eomneun boril
sseuldeeomneun sseul ttaeman gajyeotjyo
bujireomneun ttambangulman jureukjureuk heulligo itjyo
dapdaphan nae mamboda deo dapdaphaehaneun nae juwiui
saramdeurui pyojeongboda nakkaji jichyeogajyo

urineun B B Bgeup insaeng Ageubi doego sipeun
urineun bibi bijeongsangdeul jeongsange seogo sipeun
urineun B B Bgeup insaeng Ageubi doego sipeun
urineun bibi bijeongsangdeul jeongsange seogo sipeun

eonjenga nae ane inneun nae teukbyeolhameul chajanae
boyeojul nari isseulkkayo
maeume eolma namji anheun nae kkumeul da irki jeone
naege bichi bichul su isseulkkayo

urineun B B Bgeup insaeng Ageubi doego sipeun
urineun bibi bijeongsangdeul jeongsange seogo sipeun
urineun B B Bgeup insaeng Ageubi doego sipeun
urineun bibi bijeongsangdeul jeongsange seogo sipeun

urineun B

ENGLISH TRANSLATION

I am a boy just a boy
Just a boy out of many boys
I’m not anything special, I don’t have much to show off
I’m that kind of person

I am a girl just a girl
Even if you see me passing by, I’m a girl you don’t know
I’m not pretty at all and my eyes and nose are average
I’m that kind of person

We are B B B-level, wanting to be A-level
We are ab-ab-abnormal, wanting to stand on the peak
We are B B B-level, wanting to be A-level
We are ab-ab-abnormal, wanting to stand on the peak

Our errands aren’t really important
We only have pointless places to spend
We are only shedding useless sweat beads
More than my frustrated heart is the frustrated people around me
And seeing their faces makes even me tired

We are B B B-level, wanting to be A-level
We are ab-ab-abnormal, wanting to stand on the peak
We are B B B-level, wanting to be A-level
We are ab-ab-abnormal, wanting to stand on the peak

Will the day come when I find that
Something special in me and show it off?
Before I lose what little dreams I have left in me,
Will the light shine on me too?

We are B B B-level, wanting to be A-level
We are ab-ab-abnormal, wanting to stand on the peak
We are B B B-level, wanting to be A-level
We are ab-ab-abnormal, wanting to stand on the peak

We are B


Saturday, March 24, 2012

Dreams are there to show you the way
(Better take a look inside)
Close your eyes find out what they're trying to say
(You gotta take a look inside)

Only for a minute
Just to make a start
Imagine what you wanna see

Wake him up the wizard
Sleeping in your heart
Just imagine what you wanna be
Don't you know that...

[Chorus]
Dreams come true they do
Dreams come true
From all of us to all of you they do

Don't you know that dreams come true
Love is just a second away
(Better take a look inside)
Make that magic rule, let the miracle stay
(You gotta take a look inside)

Only for a minute
It's not a fantasy
Just imagine what you wanna be

Don't you know that...

[Chorus]
Don't you know that dreams come true
Don't you know that dreams come true
Only for a minute
You can make your dreams come true

Di antara kawan-kawan sekalian pasti ada yang tahu dengan lirik lagu di atas, lagu lama dengan penyanyi lama juga tentunya. Westlife - Dreams Come True. Sebagai 'penggemar' boyband asal Irlandia itu tentu aku kenal lagu ini cukup lama, sejak di SMP silam. Tapi apa. Pagi ini, saat sedang kerja rodi menyelesaikan pekerjaan wajib di rumah ditemani oleh playlist di laptop plus speaker kesayangan yang terhubung dengannya, lagu ini tak sengaja terputar.

Awalnya biasa, dari tadi yang terputar random adalah lagu-lagu boyband pertama yang menarik perhatianku dulu itu. Tapi, akhirnya aku sadar, ada sesuatu di lagu ini. Kali ini, di waktu ini, dengan suasana seperti ini. Beda! Ya, beda!

Teringat satu quote yang ku jadikan motto hidup setahun belakangan ini:
"Fight for your dreams, and your dreams will fight for you!"
Percaya?
Aku percaya!

Seperti yang tertulis dalam buku Best-Seller, Mimpi Sejuta Dolar nya Mbak Merry Riana, mimpi adalah awal kesuksesan. Tanpa mimpi, kita tidak akan tahu apa yang harus kita lakukan, apa yang akan kita lakukan, dan untuk apa sesuatu itu kita lakukan. Mimpi itu ibarat pegangan, pegangan untuk meraih dan mencapai tujuan dan apa yang kita inginkan. Sedangkan jalan menuju ke sana, adalah dengan usaha, dan pemulus jalannya adalah doa.

Jangan pernah takut bemimpi, sekalipun orang-orang di sekitarmu meremehkan dan menertawainya. Jangan pernah berhenti berusaha, sekalipun batin dan ragamu telah lelah menjalaninya. Dan jangan pernah menyerah untuk berdoa, sekalipun Tuhan tidak memberikan apa yang kau inginkan, Karena Tuhan tahu dirimu melebihi dirimu sendiri, Tuhan tahu apa yang kau butuhkan, BUKAN apa yang kau inginkan, dan itulah yang diberikan-Nya padamu.

Kuncinya: Percaya! Yakin! Optimis!
Bukankah Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya? Dan sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. Cukup dekat dengan kita. Jadi, terus berusaha, dan berdoa! Man jadda wa jada! *semangat membara*!
Jika kamu benar-benar serius meraih dan memperjuangkan mimpimu, maka suatu saat mimpimu yang akan datang menghampirimu.

*Ganbareba Dekiru, Minna-San! Semoga semua yang kita impikan dikabulkan-Nya*
Amin ^^


3/24/2012 09:27:00 PM Desi YuLiana
Dreams are there to show you the way
(Better take a look inside)
Close your eyes find out what they're trying to say
(You gotta take a look inside)

Only for a minute
Just to make a start
Imagine what you wanna see

Wake him up the wizard
Sleeping in your heart
Just imagine what you wanna be
Don't you know that...

[Chorus]
Dreams come true they do
Dreams come true
From all of us to all of you they do

Don't you know that dreams come true
Love is just a second away
(Better take a look inside)
Make that magic rule, let the miracle stay
(You gotta take a look inside)

Only for a minute
It's not a fantasy
Just imagine what you wanna be

Don't you know that...

[Chorus]
Don't you know that dreams come true
Don't you know that dreams come true
Only for a minute
You can make your dreams come true

Di antara kawan-kawan sekalian pasti ada yang tahu dengan lirik lagu di atas, lagu lama dengan penyanyi lama juga tentunya. Westlife - Dreams Come True. Sebagai 'penggemar' boyband asal Irlandia itu tentu aku kenal lagu ini cukup lama, sejak di SMP silam. Tapi apa. Pagi ini, saat sedang kerja rodi menyelesaikan pekerjaan wajib di rumah ditemani oleh playlist di laptop plus speaker kesayangan yang terhubung dengannya, lagu ini tak sengaja terputar.

Awalnya biasa, dari tadi yang terputar random adalah lagu-lagu boyband pertama yang menarik perhatianku dulu itu. Tapi, akhirnya aku sadar, ada sesuatu di lagu ini. Kali ini, di waktu ini, dengan suasana seperti ini. Beda! Ya, beda!

Teringat satu quote yang ku jadikan motto hidup setahun belakangan ini:
"Fight for your dreams, and your dreams will fight for you!"
Percaya?
Aku percaya!

Seperti yang tertulis dalam buku Best-Seller, Mimpi Sejuta Dolar nya Mbak Merry Riana, mimpi adalah awal kesuksesan. Tanpa mimpi, kita tidak akan tahu apa yang harus kita lakukan, apa yang akan kita lakukan, dan untuk apa sesuatu itu kita lakukan. Mimpi itu ibarat pegangan, pegangan untuk meraih dan mencapai tujuan dan apa yang kita inginkan. Sedangkan jalan menuju ke sana, adalah dengan usaha, dan pemulus jalannya adalah doa.

Jangan pernah takut bemimpi, sekalipun orang-orang di sekitarmu meremehkan dan menertawainya. Jangan pernah berhenti berusaha, sekalipun batin dan ragamu telah lelah menjalaninya. Dan jangan pernah menyerah untuk berdoa, sekalipun Tuhan tidak memberikan apa yang kau inginkan, Karena Tuhan tahu dirimu melebihi dirimu sendiri, Tuhan tahu apa yang kau butuhkan, BUKAN apa yang kau inginkan, dan itulah yang diberikan-Nya padamu.

Kuncinya: Percaya! Yakin! Optimis!
Bukankah Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya? Dan sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. Cukup dekat dengan kita. Jadi, terus berusaha, dan berdoa! Man jadda wa jada! *semangat membara*!
Jika kamu benar-benar serius meraih dan memperjuangkan mimpimu, maka suatu saat mimpimu yang akan datang menghampirimu.

*Ganbareba Dekiru, Minna-San! Semoga semua yang kita impikan dikabulkan-Nya*
Amin ^^


Wednesday, January 25, 2012

Aku bimbang.
Saat pengalaman tak bisa dijadikan pelajaran.
Dan kau kembali melakukan kesalahan berulang.
Dengan cukup gampang.
Lantas gamang karenanya.

Perhatiannya memudar.
Dan kau pun merasakan padamnya ceria mata yang kau doa selalu berpijar.

Kau kelewatan.
Aku berlebihan dalam berprasangka.
Yang benar ku rasa salah dan yang salah ku rasa benar.
Imbasnya sederetan luapan itu pun menumbuhkan penyesalan.
Sebab perpisahan.

Iya dan tidak.
Harapanku iya.
Bahkan kenyataan tidak pernah melukiskan iya.
Ia suka berlawanan dari apa yang dikatakan harapan.
Dan harapan itu hilang dimakan rautan wajah yang berbeda dari biasanya.

Kemana?
Mana candaan yang mematikan itu?
Dimana aku memadamkannya?
Kau terus saja tanyakan tapi tak kunjung ada jawaban.
Hilang.

Maaf.
Memang ini sudah berlebihan.
Aku berdoa itu (bukan) aku.
Namun sayang dianya ambigu, itu jelas (bukan) aku.

Diam?
Biarlah ia muram.
Hanya janganlah mendendam.
Sesungguhnya yang suram pun benar, pulangnya kadang melalui malam tak cukup dalam..

Pulanglah, karena ada jalan yang dijaga oleh (bukan) jiwa yang suram..

Published with Blogger-droid v2.0.2
1/25/2012 05:00:00 AM Desi YuLiana
Aku bimbang.
Saat pengalaman tak bisa dijadikan pelajaran.
Dan kau kembali melakukan kesalahan berulang.
Dengan cukup gampang.
Lantas gamang karenanya.

Perhatiannya memudar.
Dan kau pun merasakan padamnya ceria mata yang kau doa selalu berpijar.

Kau kelewatan.
Aku berlebihan dalam berprasangka.
Yang benar ku rasa salah dan yang salah ku rasa benar.
Imbasnya sederetan luapan itu pun menumbuhkan penyesalan.
Sebab perpisahan.

Iya dan tidak.
Harapanku iya.
Bahkan kenyataan tidak pernah melukiskan iya.
Ia suka berlawanan dari apa yang dikatakan harapan.
Dan harapan itu hilang dimakan rautan wajah yang berbeda dari biasanya.

Kemana?
Mana candaan yang mematikan itu?
Dimana aku memadamkannya?
Kau terus saja tanyakan tapi tak kunjung ada jawaban.
Hilang.

Maaf.
Memang ini sudah berlebihan.
Aku berdoa itu (bukan) aku.
Namun sayang dianya ambigu, itu jelas (bukan) aku.

Diam?
Biarlah ia muram.
Hanya janganlah mendendam.
Sesungguhnya yang suram pun benar, pulangnya kadang melalui malam tak cukup dalam..

Pulanglah, karena ada jalan yang dijaga oleh (bukan) jiwa yang suram..

Published with Blogger-droid v2.0.2

Thursday, January 5, 2012

Ada yang tahu atau udah pernah ikutan ‘PR’ ini belum?

Baiklah. #resolusi12 merupakan salah satu tugas yang diberikan oleh kak Liza di situsnya (http://liza-fathia.com). Kalian bisa baca di sana mengenai rincian lengkap tugas ini. Yah, walaupun blog saya tidak tertulis di sana, tapi saya melakukannya karena ada pernyataan ‘Anda. Siapa pun anda yang mungkin link blognya tidak ada di deretan blog yang sudah saya tuliskan di atas’ di sana. Positif thinking! Bukankah itu termasuk saya? Well, langsung saja, mari kita jawab semua pertanyaan yang tercakup dalam #resolusi12 by kak Liza berikut:

Adapun pertanyaan wajib untuk #resolusi12 ini adalah :
1. Deskripsikan diri Anda dalam 12 kata?
2. Sebutkan 12 hal yang ingin anda hindari di tahun 2012 ?
3. Sebutkan 12 hal yang ingin anda lakukan di tahun 2012 ?
4. Pilih 12 blog lain yang belum mendapatkan #resolusi12!
5. Buat 12 pertanyaan lain untuk 12 blog pilihan Anda!
Deskripsi seorang Desi Yuliana dalam 12 kata:
Anak bawangnya Ayah-Bunda; seorang pemimpi, pencinta dunia literasi, fotografi, dan traveling.
12 hal yang ingin saya hindari di tahun 2012:
Hmm. Jujur, untuk pertanyaan ini saya bingung harus menjawab apa. Saya tidak ingin mendaftarkan sesuatu yang tidak saya inginkan. Tapi yang pasti, saya menghindari menjadi pribadi yang tidak membaik dan lebih buruk dari sebelumnya di tahun 2012 ini, karena jelas, saya ingin terus memperbaiki diri. Semoga. Insha Allah.
12 hal yang ingin saya lakukan di tahun 2012:
  1. Menabung
  2. Lancar berbahasa Inggris dan Jepang
  3. Mendapatkan nilai TOEFL minimal 550 dan IELTS minimal 6
  4. Melanjutkan S2 ke Jepang (Amin!)
  5. Jalan-jalan ke Jepang (jika belum dapat beasiswa)
  6. Jalan-jalan, berkunjung, melihat kembali tempat-tempat kenangan beberapa tahun silam dan silaturahmi pada kawan-kawan di Tanah Minang (I miss them so much!)
  7. Mendapat pekerjaan (baik itu sebagai pegawai kantoran maupun sebagai guru)
  8. Mempunyai usaha/bisnis sendiri yang sukses
  9. Menyelesaikan proyek menulis ‘Bajaj dan Bintang’ bersama seorang kawan dan menerbitkannya menjadi sebuah novel
  10. Punya kamera SLR, gitar dan hape Android yang lebih canggih dari hape yang lama (hehehe)
  11. Menikah (ting!), dan
  12. Menjadi pribadi yang lebih baik; lebih dewasa, lebih bijaksana, lebih dermawan, lebih meningkat ibadahnya, dan lebih dekat pada Tuhan-Nya. Amin.
Selanjutnya 12 pertanyaan tambahan #resolusi12:

1. Apa arti dari nama Anda?
Desi Yuliana. Saya tidak tahu harus mengartikan nama ini darimana. Namun, jika ditanya latar belakang nama tersebut, berikut penjelasannya: Desi. Diambil dari bulan Desember. Berdasarkan cerita Ayah-Bunda, beberapa saudara menyarankan memberi nama Desi pada bayi—anak kedua--yang lahir pada tanggal 2 Desember itu. Yuliana, kata Yu pada nama ini diadaptasi dari nama Ibu saya (begitu juga dengan Yu pada nama kakak saya). Jadi, Desi Yuliana bisa saya artikan sebagai seorang anak dari seorang ibu berinisial Yu yang lahir pada bulan Desember (ini sungguh maksa!).
2. Apa maksud judul/tagline blog anda, dan kenapa anda memilih kalimat tersebut?
Pondok Cerita si Anak Muda? Ah, memilih judul tersebut hanya karena saya—anak muda--menganggap blog ini sebagai kawan, dan sebagai tempat mencurahkan isi hati ataupun cerita-cerita layaknya peranan ‘rumah’ dalam kehidupan yang sebenarnya. Namun, berhubung kata-kata ‘rumah’ sudah cukup banyak yang memakai, akhirnya saya memilih ‘pondok’ yang tak kalah indahnya.
3. Apakah anda pecinta binatang? Jika iya, binatang apa yang anda sukai?
Sangat! Kecuali (maaf) saya phobia serangga. Dari kecil sampai sekarang, saya masih setia menjadi pencinta kucing, kucing dan kucing!
4. Apa yang paling Anda takuti di dunia ini?
Allah SWT. Bukankah Dia Penguasa seluruh alam semesta?
5. Apa yang paling tidak Anda sukai?
Menunggu, barang-barang yang berserakan, pelanggaran di jalan raya dan dikekang.
6. Apa yang anda lakukan untuk menjaga lingkungan?
Membuang sampah pada tempatnya.
7. Sebutkan 1 orang yang paling anda cintai!
Bunda!
8. Apa yang anda lakukan untuk menjaga kesehatan anda?
Olahraga (lebih tepatnya ‘ngedance’ setiap hari, hehehe).
9. Apa yang anda ketahui tentang Palestina?
Tanah suci, tanah pilihan. Negara ‘terusir’ yang menghasilkan orang-orang kuat, pejuang, dan para syuhada yang luar biasa hebatnya.
10. Apa hobi Anda?
Nari, literasi (baca-tulis), fotografi, jalan-jalan, makan-makan, nonton, dengar musik plus nyanyi-nyanyi, ngandroid dan … mencoba hal-hal baru (hobi sejuta umat!)
11. Apa motto hidup anda?
Aku bisa, karena berpikir aku bisa!
12. Tahukah anda tentang disabilitas? Apa pendapat anda tentang penyandang disabilitas?
Disabilitas? Semacam ketidakmampuan melakukan sesuatu, gitu? Ah, maaf! Saya tidak tahu.
*Tugas saya selesai, selanjutnya tugas Anda!*

Adapun pertanyaan wajib untuk #resolusi12 kali ini adalah :
  1. Deskripsikan diri Anda dalam 12 kata?
  2. Sebutkan 12 hal yang ingin anda miliki di tahun 2012 ?
  3. Sebutkan 12 hal yang ingin anda lakukan di tahun 2012 ?
  4. Pilih 12 blog lain yang belum mendapatkan #resolusi12!
  5. Buat 12 pertanyaan lain untuk 12 blog pilihan Anda!

Berikut ini adalah 12 pertanyaan tambahan untuk blog pilihan #resolusi12

  1. Apa arti dari nama anda?
  2. Apa maksud judul/tagline blog anda, dan kenapa anda memilih kalimat tersebut?
  3. Apakah anda pecinta binatang? Jika iya, binatang apa yang anda sukai?
  4. Apa arti persahabatan bagi anda?
  5. Apa impian terbesar anda yang belum terwujud sampai sekarang?
  6. Apa kesuksesan terbesar yang pernah anda raih selama hidup anda?
  7. Jika disuruh memilih satu dari dua pilihan, anda lebih memilih Ayah atau Ibu anda? Kenapa?
  8. Apa buku/novel favorit anda? Jelaskan sedikit tentangnya!
  9. Apa yang anda ketahui tentang Palestina?
  10. Apakah anda seorang penikmat musik? Jika iya, jenis musik yang bagaimana yang anda suka?
  11. Apa lagu yang paling menginspirasi anda?
  12. Apa quote favorit anda?
  13. Bagaimana pendapat anda tentang mereka yang suka 'curhat' masalah pribadinya di sosial media (seperti facebook, twitter, ataupun blog)?
Lantas, siapakah 12 blogger pilihan yang mendapatkan #resolusi12 dari saya? Here we go:
  1. http://noorreal90.multiply.com/
  2. http://sword203.multiply.com/
  3. http://risnaray.blogspot.com/
  4. http://phiyonkchubby.blogspot.com/
  5. http://gadogadosinyak.blogspot.com/
  6. http://isnimeutuah.blogspot.com/
  7. http://graliaazza.blogspot.com/
  8. http://ibnuflp.wordpress.com/
  9. http://kanemochi-yotsuba.blogspot.com/
  10. http://fidaarfah.blogspot.com/
  11. http://lelakirindu.multiply.com/
  12. Anda.
*Selamat mencoba :)

1/05/2012 05:12:00 PM Desi YuLiana
Ada yang tahu atau udah pernah ikutan ‘PR’ ini belum?

Baiklah. #resolusi12 merupakan salah satu tugas yang diberikan oleh kak Liza di situsnya (http://liza-fathia.com). Kalian bisa baca di sana mengenai rincian lengkap tugas ini. Yah, walaupun blog saya tidak tertulis di sana, tapi saya melakukannya karena ada pernyataan ‘Anda. Siapa pun anda yang mungkin link blognya tidak ada di deretan blog yang sudah saya tuliskan di atas’ di sana. Positif thinking! Bukankah itu termasuk saya? Well, langsung saja, mari kita jawab semua pertanyaan yang tercakup dalam #resolusi12 by kak Liza berikut:

Adapun pertanyaan wajib untuk #resolusi12 ini adalah :
1. Deskripsikan diri Anda dalam 12 kata?
2. Sebutkan 12 hal yang ingin anda hindari di tahun 2012 ?
3. Sebutkan 12 hal yang ingin anda lakukan di tahun 2012 ?
4. Pilih 12 blog lain yang belum mendapatkan #resolusi12!
5. Buat 12 pertanyaan lain untuk 12 blog pilihan Anda!
Deskripsi seorang Desi Yuliana dalam 12 kata:
Anak bawangnya Ayah-Bunda; seorang pemimpi, pencinta dunia literasi, fotografi, dan traveling.
12 hal yang ingin saya hindari di tahun 2012:
Hmm. Jujur, untuk pertanyaan ini saya bingung harus menjawab apa. Saya tidak ingin mendaftarkan sesuatu yang tidak saya inginkan. Tapi yang pasti, saya menghindari menjadi pribadi yang tidak membaik dan lebih buruk dari sebelumnya di tahun 2012 ini, karena jelas, saya ingin terus memperbaiki diri. Semoga. Insha Allah.
12 hal yang ingin saya lakukan di tahun 2012:
  1. Menabung
  2. Lancar berbahasa Inggris dan Jepang
  3. Mendapatkan nilai TOEFL minimal 550 dan IELTS minimal 6
  4. Melanjutkan S2 ke Jepang (Amin!)
  5. Jalan-jalan ke Jepang (jika belum dapat beasiswa)
  6. Jalan-jalan, berkunjung, melihat kembali tempat-tempat kenangan beberapa tahun silam dan silaturahmi pada kawan-kawan di Tanah Minang (I miss them so much!)
  7. Mendapat pekerjaan (baik itu sebagai pegawai kantoran maupun sebagai guru)
  8. Mempunyai usaha/bisnis sendiri yang sukses
  9. Menyelesaikan proyek menulis ‘Bajaj dan Bintang’ bersama seorang kawan dan menerbitkannya menjadi sebuah novel
  10. Punya kamera SLR, gitar dan hape Android yang lebih canggih dari hape yang lama (hehehe)
  11. Menikah (ting!), dan
  12. Menjadi pribadi yang lebih baik; lebih dewasa, lebih bijaksana, lebih dermawan, lebih meningkat ibadahnya, dan lebih dekat pada Tuhan-Nya. Amin.
Selanjutnya 12 pertanyaan tambahan #resolusi12:

1. Apa arti dari nama Anda?
Desi Yuliana. Saya tidak tahu harus mengartikan nama ini darimana. Namun, jika ditanya latar belakang nama tersebut, berikut penjelasannya: Desi. Diambil dari bulan Desember. Berdasarkan cerita Ayah-Bunda, beberapa saudara menyarankan memberi nama Desi pada bayi—anak kedua--yang lahir pada tanggal 2 Desember itu. Yuliana, kata Yu pada nama ini diadaptasi dari nama Ibu saya (begitu juga dengan Yu pada nama kakak saya). Jadi, Desi Yuliana bisa saya artikan sebagai seorang anak dari seorang ibu berinisial Yu yang lahir pada bulan Desember (ini sungguh maksa!).
2. Apa maksud judul/tagline blog anda, dan kenapa anda memilih kalimat tersebut?
Pondok Cerita si Anak Muda? Ah, memilih judul tersebut hanya karena saya—anak muda--menganggap blog ini sebagai kawan, dan sebagai tempat mencurahkan isi hati ataupun cerita-cerita layaknya peranan ‘rumah’ dalam kehidupan yang sebenarnya. Namun, berhubung kata-kata ‘rumah’ sudah cukup banyak yang memakai, akhirnya saya memilih ‘pondok’ yang tak kalah indahnya.
3. Apakah anda pecinta binatang? Jika iya, binatang apa yang anda sukai?
Sangat! Kecuali (maaf) saya phobia serangga. Dari kecil sampai sekarang, saya masih setia menjadi pencinta kucing, kucing dan kucing!
4. Apa yang paling Anda takuti di dunia ini?
Allah SWT. Bukankah Dia Penguasa seluruh alam semesta?
5. Apa yang paling tidak Anda sukai?
Menunggu, barang-barang yang berserakan, pelanggaran di jalan raya dan dikekang.
6. Apa yang anda lakukan untuk menjaga lingkungan?
Membuang sampah pada tempatnya.
7. Sebutkan 1 orang yang paling anda cintai!
Bunda!
8. Apa yang anda lakukan untuk menjaga kesehatan anda?
Olahraga (lebih tepatnya ‘ngedance’ setiap hari, hehehe).
9. Apa yang anda ketahui tentang Palestina?
Tanah suci, tanah pilihan. Negara ‘terusir’ yang menghasilkan orang-orang kuat, pejuang, dan para syuhada yang luar biasa hebatnya.
10. Apa hobi Anda?
Nari, literasi (baca-tulis), fotografi, jalan-jalan, makan-makan, nonton, dengar musik plus nyanyi-nyanyi, ngandroid dan … mencoba hal-hal baru (hobi sejuta umat!)
11. Apa motto hidup anda?
Aku bisa, karena berpikir aku bisa!
12. Tahukah anda tentang disabilitas? Apa pendapat anda tentang penyandang disabilitas?
Disabilitas? Semacam ketidakmampuan melakukan sesuatu, gitu? Ah, maaf! Saya tidak tahu.
*Tugas saya selesai, selanjutnya tugas Anda!*

Adapun pertanyaan wajib untuk #resolusi12 kali ini adalah :
  1. Deskripsikan diri Anda dalam 12 kata?
  2. Sebutkan 12 hal yang ingin anda miliki di tahun 2012 ?
  3. Sebutkan 12 hal yang ingin anda lakukan di tahun 2012 ?
  4. Pilih 12 blog lain yang belum mendapatkan #resolusi12!
  5. Buat 12 pertanyaan lain untuk 12 blog pilihan Anda!

Berikut ini adalah 12 pertanyaan tambahan untuk blog pilihan #resolusi12

  1. Apa arti dari nama anda?
  2. Apa maksud judul/tagline blog anda, dan kenapa anda memilih kalimat tersebut?
  3. Apakah anda pecinta binatang? Jika iya, binatang apa yang anda sukai?
  4. Apa arti persahabatan bagi anda?
  5. Apa impian terbesar anda yang belum terwujud sampai sekarang?
  6. Apa kesuksesan terbesar yang pernah anda raih selama hidup anda?
  7. Jika disuruh memilih satu dari dua pilihan, anda lebih memilih Ayah atau Ibu anda? Kenapa?
  8. Apa buku/novel favorit anda? Jelaskan sedikit tentangnya!
  9. Apa yang anda ketahui tentang Palestina?
  10. Apakah anda seorang penikmat musik? Jika iya, jenis musik yang bagaimana yang anda suka?
  11. Apa lagu yang paling menginspirasi anda?
  12. Apa quote favorit anda?
  13. Bagaimana pendapat anda tentang mereka yang suka 'curhat' masalah pribadinya di sosial media (seperti facebook, twitter, ataupun blog)?
Lantas, siapakah 12 blogger pilihan yang mendapatkan #resolusi12 dari saya? Here we go:
  1. http://noorreal90.multiply.com/
  2. http://sword203.multiply.com/
  3. http://risnaray.blogspot.com/
  4. http://phiyonkchubby.blogspot.com/
  5. http://gadogadosinyak.blogspot.com/
  6. http://isnimeutuah.blogspot.com/
  7. http://graliaazza.blogspot.com/
  8. http://ibnuflp.wordpress.com/
  9. http://kanemochi-yotsuba.blogspot.com/
  10. http://fidaarfah.blogspot.com/
  11. http://lelakirindu.multiply.com/
  12. Anda.
*Selamat mencoba :)

Baiklah. Walaupun seharusnya dan sebaiknya setiap kejadian di tahun terdahulu dan resolusi ataupun impian di tahun depannya dirangkum pada tahun Hijriah (tahun umat Muslim yang sebenarnya), tidak ada salahnya melakukan itu untuk tahun Masehi, toh, kehidupan normal memanglah berpaku padanya.

Serentetan kenangan, moment, ataupun itu ada baiknya dituliskan, agar kita bisa tetap mengingat, lantas dapat mengambil hikmah dan pelajaran darinya. Tahun 2011, ini tahun yang awalnya biasa saja, tapi setelah menjalani ke-360-an harinya, aku sadar, begitu banyak kejadian-kejadian tak terduga, kejadian-kejadian penting dan kejadian-kejadian yang cukup pantas untuk selalu dikenang. Apa saja? Here we go:


  1. Math Geler on Vacation

Math Geler itu singkatan untuk kelas kami, yaitu Matematika Genap Reguler (2007). Jalan-jalan di 2011 ini merupakan kisah jalan-jalan yang ketiga kalinya (dan sepertinya yang terakhir) untuk kelas kami, tapi, bagiku suasana jalan-jalan ke Wisata Irigasi Brayeung kali ini merupakan yang paling seru dan menyenangkan jika dibandingkan dengan suasana jalan-jalan sebelumnya. Eaaa. (6 Februari 2011)
  1. Ngandroid

Penting? Haha, iya! Bisa membeli sebuah hape android dari hasil usaha dan tabungan sendiri itu se-su-a-tu. Dan kalian tahu kawan? Memasuki dunia 'ngandroid' itu artinya memasuki kehidupan baru dengan ilmu pengetahuan dan teman-teman yang baru pula. Banyak ilmu baru yang aku dapatkan sejak ngandroid. Sengaja maupun tidak sengaja. Dan tentu saja, ngandroid membuatku semakin mencintai, mengerti dan terus penasaran (mencari tahu lebih dalam dan lebih banyak lagi) akan yang namanya IT (ah, jadi nyesal dulu nggak ambil jurusan IT #eh). Seperti kata pepatah:

"Rajin ngandroid pangkal pandai". (entah kata siapa). (Februari 2011).

  1. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)
Yup, bagi yang kuliah di bidang pendidikan pastilah tidak asing dengan 3 huruf itu. PPL. Ini salah satu mata kuliah--selain skripsi--yang paling aku takuti dan hindari. Kenapa? Karena sejauh kuliah, aku belum pernah mendengar ada kakak/abang angkatan yang menyatakan bahwa PPL itu menyenangkan. Semuanya mengeluh, tidak suka. Dan aku pun ikut tersabotase karenanya.

But the show must go on. Semester 8 pun tiba, mau tidak mau, siap tidak siap, suka tidak suka, PPL harus kupilih ke dalam salah satu mata kuliah di semester itu. Fiuh. Tak terungkapkan lagi bagaimana takut dan khawatirnya aku akan perjalanan PPL itu. Apalagi ketika tahu bahwa sekolah tempat aku mengajar adalah termasuk salah satu sekolah dengan siswa terparah (berdasarkan cerita kawan-kawan).

Tapi, kalian tahu saudara-saudara? Setelah menjalaninya, dapat kusimpulkan, PPL itu menyenangkan! Yah, rasa lelah karena mengajar 24 jam seminggu, kesal terhadap perilaku siswa yang kadang kelewatan nakalnya, ataupun konslet dengan kawan sekelompok itu pastilah ada, tapi setidaknya, hal-hal menyenangkan di sekolah jauh lebih banyak daripada hal-hal tak enak yang tak seberapa mana itu.

PPL is fun! Dan kenangan perjuangan bersama 12 kawan-kawan senasib serta senyuman tulus dari siswa-siswa kesayangan tidak akan terlupa begitu saja. (18 Februari - 18 Juni 2011).
  1. Seminar proposal skripsi
Nah, ini juga menjadi salah satu kejadian yang paling berharga di tahun 2011 silam. Kenapa? Karena seminar proposal merupakan salah satu langkah awal terpenting menuju pembuatan tugas akhir, skripsi. Dan tentu saja, seminar proposal itu sakral walaupun banyak orang yang melecehkan kemudahannya. (15 Juli 2011).
  1. Buku Antologi perdana akhirnya diterbitkan!
Senangnya luar biasa. Ini buku antologi Flash Fiction perdana (dan semoga ada yang selanjutnya). Sebelumnya ada yang mengadakan lomba menulis FF, dan Alhamdulillah naskah sederhanaku lolos. Tapi sayangnya saudara-saudara, di cetakan perdana buku ini, naskah dan nama yang sangat aku harapkan di buku ini tidak ada! Naskahku tidak dimuat karena kesalahan dan ketidaktelitian pihak penyelenggara lomba dan penerbit. Namun, mereka menjanjikan akan memperbaikinya di cetakan kedua nanti. Semoga ya. Karena aku masih berharap namaku hadir di sebuah buku. Amin. (Agustus 2011).
  1. Penelitian (Back to SMP Negeri 10 Banda Aceh)
Setelah lebih dari sebulan seminar proposal skripsi selesai terlaksana, sekarang giliran langkah selanjutnya, yaitu penelitian. Tentu saja, sesuai judul skripsi--penerapan model pembelajaran--penelitian ini dilaksanakan di sekolah dengan cara menerapkan model pembelajaran (NHT dan STAD) pada kedua kelas yang terpilih menjadi sampel. Well, yang paling bikin deg-degan dari penelitian ini adalah mengajar. Sudah hampir 4 bulan aku tidak pernah mengajar lagi setelah PPL selesai, dan saat penelitian aku harus kembali mengajar, di kelas dengan siswa-siswa yang berbeda dengan siswaku sebelumnya. Alhamdulillah, secara keseluruhan penelitian skripsi ini berjalan cukup lancar walaupun tidak dapat dipungkiri, banyak kendala-kendala tertentu yang muncul selama penelitian tersebut, but so far, semuanya bisa teratasi dan akhirnya penelitian tersebut pun selesai dilaksanakan. (September 2011).
  1. Ayah Bunda berangkat Haji
Akhirnya, setelah menunggu antrian berangkat beberapa tahun, tiba juga kesempatan Ayah dan Bunda berangkat ke Tanah Suci Mekkah, melaksanakan panggilan Allah, rukun Islam kelima. Alhamdulillah. (Oktober - November 2011).
  1. Penulisan skripsi
Ah, tak dapat dilukiskan dengan kuas atau digambarkan dengan kata-kata lah gimana proses penulisan skripsi seteleh penelitian. Terkadang jalannya mulus, namun sering juga tersendat-sendat di tengah perjalanannya. Faktor-faktor penentu sukses tidaknya penulisan skripsi sebenarnya ada banyak sekali, namun beberapa yang saya rasakan di antaranya: Diri sendiri (malas, terlalu mengikuti mood, kurang teliti, dan sebagainya), Dosen Pembimbing (yah, kalian pasti tahu lah, mood dan kesibukan beliau juga sangat berpengaruh kan?), Referensi (nah, yang ini nih yang sering bikin bad mood. Susah amat dicarinya!), dan apa lagi ya? Ah, aku lupa! Hahaha. (Oktober - Desember 2011).
  1. Ujian TOEFL dan Ujian Komprehensif
Berhubung di jurusan kami nilai kelulusan TOEFL tidak dibatasi (alias tidak mengikuti standar yang berlaku di Unsyiah, yaitu 450) dan nilai yang aku dapatkan sedikit di bawah standar tersebut (artinya sebenarnya belum lulus), aku merasa tidak perlu terlalu memikirkan ujian yang satu ini, alias aman. Lewat. Namun, yang paling meresahkan itu adalah ujian komprehensif (ujian tes kemampuan dasar). Nah, di jurusan kami, inilah salah satu syarat sidang tersusah, karena nilai standar kelulusan ujian ini yaitu 75, sedikit lebih tinggi daripada jurusan lainnya (yang rata-rata hanya 60). Banyak yang tertunda sidang karena belum lulus ujian komprehensif ini. Aku juga. Eits, tapi saat belum lulus ujian itu skripsiku belum di-ACC sih, hehehe. Tapi Alhamdulillah, setelah ikut satu kali bimbingan, di ujian kedua aku lulus. Dan jalan menuju sidang skripsi rasanya semakin terbuka lebar. (Oktober dan November 2011).

  1. Ujian Sidang Sarjana (SIDANG SKRIPSI!)

Inilah yang paling ditunggu-tunggu saudara-saudara. Akhirnya. Ya! Akhirnya aku bisa merasakan bagaimana sensasionalnya ujian akhir yang satu ini. Thanks God, padahal di awal bulan Desember lalu sempat pesimis tidak bisa sidang dalam waktu dekat dan terdaftar menjadi salah satu mahasiswa yang akan mengikuti Yudisium/Wisuda periode November-Januari. Tapi Allah tahu yang terbaik. Jalan penulisan skripsi ini rasanya selalu dimudahkan oleh-Nya. Alhamdulillah. Dan Alhamdulillah lagi, proses sidang pun berjalan lancar, tidak ada hambatan atau kesulitan yang berarti. Lagi-lagi dimudahkan! Dan akhirnya, Selasa, 27 Desember 2011 aku resmi bukan berstatus sebagai mahasiswa lagi dan mendapat gelar S.Pd (secara tidak resmi). Lega. Merdeka! Tapi, tetap ingat akan pesan dari Ketua Jurusan saat pengumuman lulus tidaknya sidang:
Kelulusan ini bukan akhir dari segalanya, tapi awal dari segalanya. Ini awal menuju kehidupan dan persaingan kalian yang sebenarnya.
*Terima Kasih Pak, akan saya ingat selalu :)

Demikianlah, yang di atas itu beberapa dari begitu banyaknya pengalaman berharga yang terjadi selama tahun 2011 ada. Terima kasih 2011 atas semua kenangan indahnya.

1/05/2012 01:51:00 AM Desi YuLiana

Baiklah. Walaupun seharusnya dan sebaiknya setiap kejadian di tahun terdahulu dan resolusi ataupun impian di tahun depannya dirangkum pada tahun Hijriah (tahun umat Muslim yang sebenarnya), tidak ada salahnya melakukan itu untuk tahun Masehi, toh, kehidupan normal memanglah berpaku padanya.

Serentetan kenangan, moment, ataupun itu ada baiknya dituliskan, agar kita bisa tetap mengingat, lantas dapat mengambil hikmah dan pelajaran darinya. Tahun 2011, ini tahun yang awalnya biasa saja, tapi setelah menjalani ke-360-an harinya, aku sadar, begitu banyak kejadian-kejadian tak terduga, kejadian-kejadian penting dan kejadian-kejadian yang cukup pantas untuk selalu dikenang. Apa saja? Here we go:


  1. Math Geler on Vacation

Math Geler itu singkatan untuk kelas kami, yaitu Matematika Genap Reguler (2007). Jalan-jalan di 2011 ini merupakan kisah jalan-jalan yang ketiga kalinya (dan sepertinya yang terakhir) untuk kelas kami, tapi, bagiku suasana jalan-jalan ke Wisata Irigasi Brayeung kali ini merupakan yang paling seru dan menyenangkan jika dibandingkan dengan suasana jalan-jalan sebelumnya. Eaaa. (6 Februari 2011)
  1. Ngandroid

Penting? Haha, iya! Bisa membeli sebuah hape android dari hasil usaha dan tabungan sendiri itu se-su-a-tu. Dan kalian tahu kawan? Memasuki dunia 'ngandroid' itu artinya memasuki kehidupan baru dengan ilmu pengetahuan dan teman-teman yang baru pula. Banyak ilmu baru yang aku dapatkan sejak ngandroid. Sengaja maupun tidak sengaja. Dan tentu saja, ngandroid membuatku semakin mencintai, mengerti dan terus penasaran (mencari tahu lebih dalam dan lebih banyak lagi) akan yang namanya IT (ah, jadi nyesal dulu nggak ambil jurusan IT #eh). Seperti kata pepatah:

"Rajin ngandroid pangkal pandai". (entah kata siapa). (Februari 2011).

  1. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)
Yup, bagi yang kuliah di bidang pendidikan pastilah tidak asing dengan 3 huruf itu. PPL. Ini salah satu mata kuliah--selain skripsi--yang paling aku takuti dan hindari. Kenapa? Karena sejauh kuliah, aku belum pernah mendengar ada kakak/abang angkatan yang menyatakan bahwa PPL itu menyenangkan. Semuanya mengeluh, tidak suka. Dan aku pun ikut tersabotase karenanya.

But the show must go on. Semester 8 pun tiba, mau tidak mau, siap tidak siap, suka tidak suka, PPL harus kupilih ke dalam salah satu mata kuliah di semester itu. Fiuh. Tak terungkapkan lagi bagaimana takut dan khawatirnya aku akan perjalanan PPL itu. Apalagi ketika tahu bahwa sekolah tempat aku mengajar adalah termasuk salah satu sekolah dengan siswa terparah (berdasarkan cerita kawan-kawan).

Tapi, kalian tahu saudara-saudara? Setelah menjalaninya, dapat kusimpulkan, PPL itu menyenangkan! Yah, rasa lelah karena mengajar 24 jam seminggu, kesal terhadap perilaku siswa yang kadang kelewatan nakalnya, ataupun konslet dengan kawan sekelompok itu pastilah ada, tapi setidaknya, hal-hal menyenangkan di sekolah jauh lebih banyak daripada hal-hal tak enak yang tak seberapa mana itu.

PPL is fun! Dan kenangan perjuangan bersama 12 kawan-kawan senasib serta senyuman tulus dari siswa-siswa kesayangan tidak akan terlupa begitu saja. (18 Februari - 18 Juni 2011).
  1. Seminar proposal skripsi
Nah, ini juga menjadi salah satu kejadian yang paling berharga di tahun 2011 silam. Kenapa? Karena seminar proposal merupakan salah satu langkah awal terpenting menuju pembuatan tugas akhir, skripsi. Dan tentu saja, seminar proposal itu sakral walaupun banyak orang yang melecehkan kemudahannya. (15 Juli 2011).
  1. Buku Antologi perdana akhirnya diterbitkan!
Senangnya luar biasa. Ini buku antologi Flash Fiction perdana (dan semoga ada yang selanjutnya). Sebelumnya ada yang mengadakan lomba menulis FF, dan Alhamdulillah naskah sederhanaku lolos. Tapi sayangnya saudara-saudara, di cetakan perdana buku ini, naskah dan nama yang sangat aku harapkan di buku ini tidak ada! Naskahku tidak dimuat karena kesalahan dan ketidaktelitian pihak penyelenggara lomba dan penerbit. Namun, mereka menjanjikan akan memperbaikinya di cetakan kedua nanti. Semoga ya. Karena aku masih berharap namaku hadir di sebuah buku. Amin. (Agustus 2011).
  1. Penelitian (Back to SMP Negeri 10 Banda Aceh)
Setelah lebih dari sebulan seminar proposal skripsi selesai terlaksana, sekarang giliran langkah selanjutnya, yaitu penelitian. Tentu saja, sesuai judul skripsi--penerapan model pembelajaran--penelitian ini dilaksanakan di sekolah dengan cara menerapkan model pembelajaran (NHT dan STAD) pada kedua kelas yang terpilih menjadi sampel. Well, yang paling bikin deg-degan dari penelitian ini adalah mengajar. Sudah hampir 4 bulan aku tidak pernah mengajar lagi setelah PPL selesai, dan saat penelitian aku harus kembali mengajar, di kelas dengan siswa-siswa yang berbeda dengan siswaku sebelumnya. Alhamdulillah, secara keseluruhan penelitian skripsi ini berjalan cukup lancar walaupun tidak dapat dipungkiri, banyak kendala-kendala tertentu yang muncul selama penelitian tersebut, but so far, semuanya bisa teratasi dan akhirnya penelitian tersebut pun selesai dilaksanakan. (September 2011).
  1. Ayah Bunda berangkat Haji
Akhirnya, setelah menunggu antrian berangkat beberapa tahun, tiba juga kesempatan Ayah dan Bunda berangkat ke Tanah Suci Mekkah, melaksanakan panggilan Allah, rukun Islam kelima. Alhamdulillah. (Oktober - November 2011).
  1. Penulisan skripsi
Ah, tak dapat dilukiskan dengan kuas atau digambarkan dengan kata-kata lah gimana proses penulisan skripsi seteleh penelitian. Terkadang jalannya mulus, namun sering juga tersendat-sendat di tengah perjalanannya. Faktor-faktor penentu sukses tidaknya penulisan skripsi sebenarnya ada banyak sekali, namun beberapa yang saya rasakan di antaranya: Diri sendiri (malas, terlalu mengikuti mood, kurang teliti, dan sebagainya), Dosen Pembimbing (yah, kalian pasti tahu lah, mood dan kesibukan beliau juga sangat berpengaruh kan?), Referensi (nah, yang ini nih yang sering bikin bad mood. Susah amat dicarinya!), dan apa lagi ya? Ah, aku lupa! Hahaha. (Oktober - Desember 2011).
  1. Ujian TOEFL dan Ujian Komprehensif
Berhubung di jurusan kami nilai kelulusan TOEFL tidak dibatasi (alias tidak mengikuti standar yang berlaku di Unsyiah, yaitu 450) dan nilai yang aku dapatkan sedikit di bawah standar tersebut (artinya sebenarnya belum lulus), aku merasa tidak perlu terlalu memikirkan ujian yang satu ini, alias aman. Lewat. Namun, yang paling meresahkan itu adalah ujian komprehensif (ujian tes kemampuan dasar). Nah, di jurusan kami, inilah salah satu syarat sidang tersusah, karena nilai standar kelulusan ujian ini yaitu 75, sedikit lebih tinggi daripada jurusan lainnya (yang rata-rata hanya 60). Banyak yang tertunda sidang karena belum lulus ujian komprehensif ini. Aku juga. Eits, tapi saat belum lulus ujian itu skripsiku belum di-ACC sih, hehehe. Tapi Alhamdulillah, setelah ikut satu kali bimbingan, di ujian kedua aku lulus. Dan jalan menuju sidang skripsi rasanya semakin terbuka lebar. (Oktober dan November 2011).

  1. Ujian Sidang Sarjana (SIDANG SKRIPSI!)

Inilah yang paling ditunggu-tunggu saudara-saudara. Akhirnya. Ya! Akhirnya aku bisa merasakan bagaimana sensasionalnya ujian akhir yang satu ini. Thanks God, padahal di awal bulan Desember lalu sempat pesimis tidak bisa sidang dalam waktu dekat dan terdaftar menjadi salah satu mahasiswa yang akan mengikuti Yudisium/Wisuda periode November-Januari. Tapi Allah tahu yang terbaik. Jalan penulisan skripsi ini rasanya selalu dimudahkan oleh-Nya. Alhamdulillah. Dan Alhamdulillah lagi, proses sidang pun berjalan lancar, tidak ada hambatan atau kesulitan yang berarti. Lagi-lagi dimudahkan! Dan akhirnya, Selasa, 27 Desember 2011 aku resmi bukan berstatus sebagai mahasiswa lagi dan mendapat gelar S.Pd (secara tidak resmi). Lega. Merdeka! Tapi, tetap ingat akan pesan dari Ketua Jurusan saat pengumuman lulus tidaknya sidang:
Kelulusan ini bukan akhir dari segalanya, tapi awal dari segalanya. Ini awal menuju kehidupan dan persaingan kalian yang sebenarnya.
*Terima Kasih Pak, akan saya ingat selalu :)

Demikianlah, yang di atas itu beberapa dari begitu banyaknya pengalaman berharga yang terjadi selama tahun 2011 ada. Terima kasih 2011 atas semua kenangan indahnya.

Tuesday, January 3, 2012

4 Desember 1999, itu hari pertama aku menginjakkan kaki di tanah Minang. Kota ini cukup unik. Hampir setiap gedung/bangunan-bangunan pentingnya beratap khas dengan ujung runcingnya, ciri khas Rumah Minang-Sumatera Barat. Dan sepertinya, aku punya ikatan dan ketertarikan yang cukup kuat akan kota serta setiap kenangan bersama para sahabat di kota ini. Hal itu terbukti malam ini, air mata tumpah saat mengenang kepergian--selamanya--seorang sahabat dan mendadak merindukan para sahabat lainnya di sana, khususnya sahabat seperjuangan di MIN Gunung Pangilun tamatan 2001.

Ah, sekolah itu. Tak terhitung betapa banyaknya yang bisa dikenang dan tak terlupa di sana. Kejadian dan pengalaman menyenangkan, ataupun sebaliknya. Semuanya ada. Guru-guru, kawan-kawan, adik-adik angkatan, bangunan sekolah yang sederhana, senam pagi, praktek shalat jenazah setiap jumat pagi (dengan baju seragam berwarna hijau), kantin sekolah, kegiatan pesantren kilat, rebana, lomba bidang studi (Aku, Winda, Yudi dan Alm. Renchi), lomba masak di kelas, acara perpisahan, sampai banjir yang terkadang melanda, aku masih mengingatnya. Ah, aku rindu! Sangat rindu!

Masih terbayang betapa hebohnya teman-teman di kelas VA saat kedatangan seorang siswa baru tak berkerudung* (*di sekolah itu siswa perempuan kelas V-VI sudah diwajibkan berseragam panjang lengkap dengan jilbabnya) dari Aceh--yang sedang konflik hingga terjadi perang. Sambutan hangat dan bersahabat aku dapatkan dari sekitar 25 orang siswa di kelas tersebut, hingga tak perlu waktu lama untukku merasa nyaman di sana karenanya.

Aku senang! Sangat senang!
Inilah kawan-kawan baruku, di kota yang masih asing bagi aku dan tentu saja keluargaku--saat itu.

Baru satu hari sekolah, keesokan harinya liburan panjang bulan Ramadhan. Sejenis aneh rasanya, tapi tak apa. Aku menikmati masa-masa liburan untuk mempersiapkan diri belajar di sekolah dengan lingkungan baru, serta yang paling penting: Seragam merah putih panjang dan jilbabnya.

Satu bulan berlalu. Liburan selesai dan itu artinya tiba waktuku untuk kembali ke sekolah. Dan kau tahu, kawan? Hari itu kelas VA kembali kedatangan seorang siswa baru dari Aceh. Kalau aku datang dari Lhokseumawe, kawan baruku itu dari Takengon. Namanya Putri. Dan dialah yang akhirnya ku rasa jadi sahabat terdekatku di antara sahabat-sahabat dekat lainnya.

Tapi pastinya, mereka semua istimewa.

Selepas menamatkan MIN, kami memang tidak semuanya melanjutkan di sekolah yang sama, yaitu MTsN Model Gunung Pangilun. Namun, dari beberapa yang melanjutkan ke sana, hampir semuanya berkumpul di kelas yang sama; I-6. Dan di MTsN inilah aku rasakan persahabatan kami semakin erat. Hari-hari ku jalani dengan ceria, penuh tawa dan canda. Aku bahagia! Sangat bahagia! Aku semakin bersyukur diberikan sahabat-sahabat baik seperti mereka.

Sampai akhirnya perpisahan itu tiba.

Ayahku kembali ditugaskan di kota Lhokseumawe. Dan itu artinya aku akan segera meninggalkan mereka dan kota Padang lengkap dengan semua pengalaman yang akan tercatat sebagai sebuah kenangan.

Ah, aku benci perpisahan!

Walaupun ku tahu, setiap pertemuan itu pastilah berujung pada perpisahan dan ini merupakan perpisahan sekolah ketiga yang aku alami selama 5 tahun terakhir (Meulaboh, Lhokseumawe, dan Padang).

12 April 2002. Aku pulang.

Namun persahabatan, silaturahmi dan komunikasi kami masih terus berlanjut sampai sekarang. Aku masih sering dikabarkan jika ada kegiatan (reuni dan sebagainya) dan keadaan mereka di sana, baik itu sahabat di MIN maupun MTsN.

Dan secara tak terduga, hari minggu lalu sebuah pesan singkat berisi kabar duka ku terima dari mereka. Seorang sahabat akhirnya pergi duluan ke hadapan-Nya. Dialah Renchi, siswa kelas B yang ku kenal saat mengikuti lomba bidang studi bersama dua orang sahabat lainnya. Walaupun, tak begitu dekat, tapi aku cukup ingat karena namanya yang unik dan berbeda dari yang lainnya.

Para sahabat mengabarkan mereka berkunjung ke rumah duka, dan aku cukup merasakan bagaimana sedihnya keadaan di sana. Ah, aku ingin ke sana..

(Selamat jalan Renchi, semoga setiap amalan setia menemanimu di alam sana. Kami yang masih bertahan di sini akan selalu merindukanmu ~ )

*Karena berita inilah, aku kembali teringat Padang. Serentetan kenangan di sekolah sederhana itu diputar ulang. Dan aku ingin segera terbang, berharap bisa menapakkan kaki untuk yang kedua kali di tanah Minang, lantas mencoba mengunjungi lagi tempat-tempat terkenang agar semua terasa berulang.

Aku rindu! Sangat rindu!

Ah, Padang! Aku ingin pulang. Aku ingin bertemu mereka, semua yang pernah hadir dan masih melekat erat dalam pikiran. *semoga*

Published with Blogger-droid v2.0.2
1/03/2012 03:37:00 PM Desi YuLiana
4 Desember 1999, itu hari pertama aku menginjakkan kaki di tanah Minang. Kota ini cukup unik. Hampir setiap gedung/bangunan-bangunan pentingnya beratap khas dengan ujung runcingnya, ciri khas Rumah Minang-Sumatera Barat. Dan sepertinya, aku punya ikatan dan ketertarikan yang cukup kuat akan kota serta setiap kenangan bersama para sahabat di kota ini. Hal itu terbukti malam ini, air mata tumpah saat mengenang kepergian--selamanya--seorang sahabat dan mendadak merindukan para sahabat lainnya di sana, khususnya sahabat seperjuangan di MIN Gunung Pangilun tamatan 2001.

Ah, sekolah itu. Tak terhitung betapa banyaknya yang bisa dikenang dan tak terlupa di sana. Kejadian dan pengalaman menyenangkan, ataupun sebaliknya. Semuanya ada. Guru-guru, kawan-kawan, adik-adik angkatan, bangunan sekolah yang sederhana, senam pagi, praktek shalat jenazah setiap jumat pagi (dengan baju seragam berwarna hijau), kantin sekolah, kegiatan pesantren kilat, rebana, lomba bidang studi (Aku, Winda, Yudi dan Alm. Renchi), lomba masak di kelas, acara perpisahan, sampai banjir yang terkadang melanda, aku masih mengingatnya. Ah, aku rindu! Sangat rindu!

Masih terbayang betapa hebohnya teman-teman di kelas VA saat kedatangan seorang siswa baru tak berkerudung* (*di sekolah itu siswa perempuan kelas V-VI sudah diwajibkan berseragam panjang lengkap dengan jilbabnya) dari Aceh--yang sedang konflik hingga terjadi perang. Sambutan hangat dan bersahabat aku dapatkan dari sekitar 25 orang siswa di kelas tersebut, hingga tak perlu waktu lama untukku merasa nyaman di sana karenanya.

Aku senang! Sangat senang!
Inilah kawan-kawan baruku, di kota yang masih asing bagi aku dan tentu saja keluargaku--saat itu.

Baru satu hari sekolah, keesokan harinya liburan panjang bulan Ramadhan. Sejenis aneh rasanya, tapi tak apa. Aku menikmati masa-masa liburan untuk mempersiapkan diri belajar di sekolah dengan lingkungan baru, serta yang paling penting: Seragam merah putih panjang dan jilbabnya.

Satu bulan berlalu. Liburan selesai dan itu artinya tiba waktuku untuk kembali ke sekolah. Dan kau tahu, kawan? Hari itu kelas VA kembali kedatangan seorang siswa baru dari Aceh. Kalau aku datang dari Lhokseumawe, kawan baruku itu dari Takengon. Namanya Putri. Dan dialah yang akhirnya ku rasa jadi sahabat terdekatku di antara sahabat-sahabat dekat lainnya.

Tapi pastinya, mereka semua istimewa.

Selepas menamatkan MIN, kami memang tidak semuanya melanjutkan di sekolah yang sama, yaitu MTsN Model Gunung Pangilun. Namun, dari beberapa yang melanjutkan ke sana, hampir semuanya berkumpul di kelas yang sama; I-6. Dan di MTsN inilah aku rasakan persahabatan kami semakin erat. Hari-hari ku jalani dengan ceria, penuh tawa dan canda. Aku bahagia! Sangat bahagia! Aku semakin bersyukur diberikan sahabat-sahabat baik seperti mereka.

Sampai akhirnya perpisahan itu tiba.

Ayahku kembali ditugaskan di kota Lhokseumawe. Dan itu artinya aku akan segera meninggalkan mereka dan kota Padang lengkap dengan semua pengalaman yang akan tercatat sebagai sebuah kenangan.

Ah, aku benci perpisahan!

Walaupun ku tahu, setiap pertemuan itu pastilah berujung pada perpisahan dan ini merupakan perpisahan sekolah ketiga yang aku alami selama 5 tahun terakhir (Meulaboh, Lhokseumawe, dan Padang).

12 April 2002. Aku pulang.

Namun persahabatan, silaturahmi dan komunikasi kami masih terus berlanjut sampai sekarang. Aku masih sering dikabarkan jika ada kegiatan (reuni dan sebagainya) dan keadaan mereka di sana, baik itu sahabat di MIN maupun MTsN.

Dan secara tak terduga, hari minggu lalu sebuah pesan singkat berisi kabar duka ku terima dari mereka. Seorang sahabat akhirnya pergi duluan ke hadapan-Nya. Dialah Renchi, siswa kelas B yang ku kenal saat mengikuti lomba bidang studi bersama dua orang sahabat lainnya. Walaupun, tak begitu dekat, tapi aku cukup ingat karena namanya yang unik dan berbeda dari yang lainnya.

Para sahabat mengabarkan mereka berkunjung ke rumah duka, dan aku cukup merasakan bagaimana sedihnya keadaan di sana. Ah, aku ingin ke sana..

(Selamat jalan Renchi, semoga setiap amalan setia menemanimu di alam sana. Kami yang masih bertahan di sini akan selalu merindukanmu ~ )

*Karena berita inilah, aku kembali teringat Padang. Serentetan kenangan di sekolah sederhana itu diputar ulang. Dan aku ingin segera terbang, berharap bisa menapakkan kaki untuk yang kedua kali di tanah Minang, lantas mencoba mengunjungi lagi tempat-tempat terkenang agar semua terasa berulang.

Aku rindu! Sangat rindu!

Ah, Padang! Aku ingin pulang. Aku ingin bertemu mereka, semua yang pernah hadir dan masih melekat erat dalam pikiran. *semoga*

Published with Blogger-droid v2.0.2