Wednesday, July 18, 2012

Untuk melihat beberapa koleksi foto hitam putih dengan objek utamanya Masjid, teman-teman bisa lihat di sini (postingan part 1). Nah, untuk kali ini aku ingin berbagi beberapa koleksi foto hitam putih lainnya dengan tema dan objek yang beragam. Enjoy!

Saat-saat menuju senja di pantai Ujung Batee.
Niat awal ingin membuat foto ini menjadi foto bokeh (fokus di depan dan blur di belakang), tapi jadinya seperti ini --" 












Wajah Pengharapan :D

Menara baru di komplek Kapal PLTD Apung, Punge.
Tangga utama menuju Kapal PLTD Apung, Punge.
Salah satu 'onderdil' di Kapal PLTD Apung (tak tahu apa namanya).

"Hello, anybody's here?" :D
'Sketsa' gelombang Tsunami di sekitaran Masjid Raya Baiturrahman.
My first 'Foto Bokeh', hehehe.
Warung Rumoh Aceh. Lingke.
Taman Putro Phang.
Pagar depan rumah, hihihi.
Salah satu pondok peristirahatan di wisata Irigasi Brayeung.
Alone. Pantai Ujung Karang.
Semua foto di atas hasil olahan dari berbagai aplikasi di hape paling setia, Soner Xperia X8. Masih sangat banyak kekurangannya memang. Maka itu, jika berkenan, mohon diberikan kritik, saran dan masukannya. Arigatou :)





7/18/2012 07:08:00 PM Desi YuLiana
Untuk melihat beberapa koleksi foto hitam putih dengan objek utamanya Masjid, teman-teman bisa lihat di sini (postingan part 1). Nah, untuk kali ini aku ingin berbagi beberapa koleksi foto hitam putih lainnya dengan tema dan objek yang beragam. Enjoy!

Saat-saat menuju senja di pantai Ujung Batee.
Niat awal ingin membuat foto ini menjadi foto bokeh (fokus di depan dan blur di belakang), tapi jadinya seperti ini --" 












Wajah Pengharapan :D

Menara baru di komplek Kapal PLTD Apung, Punge.
Tangga utama menuju Kapal PLTD Apung, Punge.
Salah satu 'onderdil' di Kapal PLTD Apung (tak tahu apa namanya).

"Hello, anybody's here?" :D
'Sketsa' gelombang Tsunami di sekitaran Masjid Raya Baiturrahman.
My first 'Foto Bokeh', hehehe.
Warung Rumoh Aceh. Lingke.
Taman Putro Phang.
Pagar depan rumah, hihihi.
Salah satu pondok peristirahatan di wisata Irigasi Brayeung.
Alone. Pantai Ujung Karang.
Semua foto di atas hasil olahan dari berbagai aplikasi di hape paling setia, Soner Xperia X8. Masih sangat banyak kekurangannya memang. Maka itu, jika berkenan, mohon diberikan kritik, saran dan masukannya. Arigatou :)





Tuesday, July 17, 2012

Gambar foto pada hakikatnya adalah ‘monochrome’, bermakna ia adalah hitam dan putih. Teknologi visual bermula dengan warna hitam dan putih dan secara perlahan berkembang kepada warna sehinggalah hari ini. Walaupun teknologi warna telah berkembang dengan pesat, fotografi hitam dan putih masih lagi mendominasi dalam bidang fotografi disebabkan kos penghasilan yang rendah dan juga foto hitam putih mempunyai ciri-ciri ‘classic‘ yang tiada nilainya. (http://belajarfotografi.com)
Black and White, siapa yang tak kenal dengan style fotografi yang satu ini? Pernah baca sebuah pernyataan dari salah seorang member di forum fotografi yang aku ikuti, yang lebih kurang isinya begini:
"Foto warna itu indah, dia menggambarkan sesuatu dengan warna-warninya. Sedangkan foto hitam putih itu punya jiwa, dia bercerita, tanpa perlu kata-kata".
Jleb! Sesungguhnya yang dikatakan di atas itu benar adanya. Banyak perbedaan antara foto berwarna dan hitam putih. Hitam putih itu klasik, lebih dalam dan memancarkan aura, cerita, dan jiwa yang lebih hidup daripada foto berwarna. Dan hitam putih ini juga termasuk dalam salah satu style fotografi favoritku, meskipun jelas, kemampuanku di style ini masih super duper kurang. Maka itu, aku harus terus belajar! Ganbarimasu! (ง`▽´)ง 

Nah, berikut beberapa koleksi foto Masjid dalam hitam putih hasil jepretan dan olahan si hape kesayangan, Soner Xperia X8. Foto-fotonya memang masih sangat 'biasa'. Walaupun begitu, please enjoy the flight! #eh
Masjid Raya Baiturrahman (samping kiri).
Masjid Raya Baiturrahman (samping kanan) di malam hari.
Masjid Agung Al-Makmur (Masjid Oman).
Masjid (lupa namanya) di Lingke, hehe.
Masjid (lupa namanya juga) di Kuta Alam.
Masjid Kuta Alam (tampak depan).
Salah satu pemandangan syahdu di dalam Masjid T. Umar, Setui.



*Foto-foto hitam putih lainnya menyusul di part 2 ya :D

7/17/2012 02:32:00 AM Desi YuLiana
Gambar foto pada hakikatnya adalah ‘monochrome’, bermakna ia adalah hitam dan putih. Teknologi visual bermula dengan warna hitam dan putih dan secara perlahan berkembang kepada warna sehinggalah hari ini. Walaupun teknologi warna telah berkembang dengan pesat, fotografi hitam dan putih masih lagi mendominasi dalam bidang fotografi disebabkan kos penghasilan yang rendah dan juga foto hitam putih mempunyai ciri-ciri ‘classic‘ yang tiada nilainya. (http://belajarfotografi.com)
Black and White, siapa yang tak kenal dengan style fotografi yang satu ini? Pernah baca sebuah pernyataan dari salah seorang member di forum fotografi yang aku ikuti, yang lebih kurang isinya begini:
"Foto warna itu indah, dia menggambarkan sesuatu dengan warna-warninya. Sedangkan foto hitam putih itu punya jiwa, dia bercerita, tanpa perlu kata-kata".
Jleb! Sesungguhnya yang dikatakan di atas itu benar adanya. Banyak perbedaan antara foto berwarna dan hitam putih. Hitam putih itu klasik, lebih dalam dan memancarkan aura, cerita, dan jiwa yang lebih hidup daripada foto berwarna. Dan hitam putih ini juga termasuk dalam salah satu style fotografi favoritku, meskipun jelas, kemampuanku di style ini masih super duper kurang. Maka itu, aku harus terus belajar! Ganbarimasu! (ง`▽´)ง 

Nah, berikut beberapa koleksi foto Masjid dalam hitam putih hasil jepretan dan olahan si hape kesayangan, Soner Xperia X8. Foto-fotonya memang masih sangat 'biasa'. Walaupun begitu, please enjoy the flight! #eh
Masjid Raya Baiturrahman (samping kiri).
Masjid Raya Baiturrahman (samping kanan) di malam hari.
Masjid Agung Al-Makmur (Masjid Oman).
Masjid (lupa namanya) di Lingke, hehe.
Masjid (lupa namanya juga) di Kuta Alam.
Masjid Kuta Alam (tampak depan).
Salah satu pemandangan syahdu di dalam Masjid T. Umar, Setui.



*Foto-foto hitam putih lainnya menyusul di part 2 ya :D

Sunday, July 15, 2012

Medan, meskipun termasuk salah satu kota besar di Indonesia yang mayoritas rakyatnya bukan muslim, namun bisa aku simpulkan dari petualangan tiga hari kali ini di sini, bahwa setidaknya muslim di sini masih 'lebih baik' daripada muslim di kota yang terkenal dengan syariat Islam nya, Banda Aceh. Cukup miris memang.

Saat menekan huruf-huruf di keyboard laptop kesayangan ini, aku sedang berada di dalam sebuah Mushala yang jika dilihat dari ukurannya, lebih pantas disebut sebagai masjid daripada mushala. Mushala ini letaknya di lantai tiga bangunan gedung pasar Petisah, Medan (oops, ketahuan deh lagi belanja :p). Mushala ini cukup bersih, bagus, dan baik untuk ukuran sebuah mushala di tempat umum seperti pasar. Tempat wudhu dan kamar kecilnya terpisah, luas, dan tertutup, jadi cukup aman bagi para muslimah. Cukup melegakan pokoknya.

Awalnya saat diajak Bunda untuk shalat Zuhur, aku ragu, karena biasanya mushala di tempat umum seperti ini adalah mushala-mushala 'darurat'. Kalau tidak cukup kecil, yaa tidak cukup bersih dan tertutup. Namun, saat tiba di mushala ini, ada rasa kagum yang luar biasa yang mengetuk hati (eaaa), terlebih lagi melihat ramainya orang-orang yang berada di dalamnya (shalat plus beristirahat di sudut-sudut mushala). Jujur lho, aku pribadi jarang melihat keramaian seperti ini di mushala umum di Aceh. Kenapa ya kira-kira? Karena fasilitas yang nggak memadai di sana atau karena... baiklah, kita husnudzan aja *peace* :D

Hmm, yaaa, walaupun tidak semuanya di kota ini sebaik pemandangan hari ini. Di Sun Plaza misalnya, mall itu termasuk mall terbesar di kota Medan, tapi, bagaimana keadaan mushala nya? Mushala di sana letaknya di lantai dasar, super dasar: Lower Ground (LG), tepat di samping parkiran mobil. Keadaannya? Pengap (ya iyalah, di lantai dasar gitu loh), sangat kecil jika dibandingkan dengan ukuran gedung mall nya yang seluas itu, tampak tidak terurus dan yang paling nggak enak adalah tempat wudhu'nya bergabung untuk pria dan wanita (buseeeett, ini nih yang paling males). Oke, untuk Sun Plaza, aku kecewa. Ting!

Satu lagi tempat yang aku kunjungi dan melaksanakan salah satu shalat di sana, yaitu Hotel Asean yang letaknya di Jalan Adam Malik. Ngapain aku di sana? Ah, itulah tujuan awalku ke Medan kali ini, yaitu untuk mengikuti tes tahap 2 perekrutan karyawan salah satu perusahaan jasa di Indonesia (eaaa, gaya!). Kebetulan yang lolos tes tahap 1 dari Aceh hanya 8 orang, makanya kami-kami ini dilempar ke Medan untuk mengikuti tes selanjutnya. Dan sayangnya, perjuanganku harus berhenti kemarin. Aku belum beruntung. Aku nggak termasuk dalam 20 orang yang lulus dari 73 orang yang ikut tes kemarin, hehe. Nggak apa, namanya juga usaha #eh. Oke, kembali ke topik.

Selesai tes psikologi dan diskusi kelompok, aku yang ditinggal sendiri tanpa kenal siapa-siapa di hotel ini pun mencari-cari dimana letaknya mushala di hotel yang cukup mewah ini. Setelah bertanya pada salah satu pegawai, ternyata eh ternyata mushala nya terletak di lantai dasar (lagi!). Huft! Hati pun mulai nggak enak. Dan saat melihat bagaimana mushala nya, hati memang benar-benar jadi tak enak (apa sih ini). Mushala di hotel ini letaknya di lantai dasar, tepat di sekitaran parkiran juga. Bedanya dengan mushala yang di Sun Plaza adalah.. tempat wudhu di mushala ini Alhamdulillah terpisah dan tertutup. Syukurlah. Namun, tetap aja, kondisi mushala yang apa adanya tetap bikin hati miris-miris tak manis. Apalagi jika kita harus bandingkan dengan besar dan luasnya bangunan si hotel ini. Untuk Hotel Asean, aku juga kecewa. Ting kuadrat!

Intinya adalah.. tempat ibadah kok di-anak tirikan sih? Malu dong dengan pasar Petisah :p

02:40 pm, Mushala Petisah - Medan.



7/15/2012 12:44:00 AM Desi YuLiana
Medan, meskipun termasuk salah satu kota besar di Indonesia yang mayoritas rakyatnya bukan muslim, namun bisa aku simpulkan dari petualangan tiga hari kali ini di sini, bahwa setidaknya muslim di sini masih 'lebih baik' daripada muslim di kota yang terkenal dengan syariat Islam nya, Banda Aceh. Cukup miris memang.

Saat menekan huruf-huruf di keyboard laptop kesayangan ini, aku sedang berada di dalam sebuah Mushala yang jika dilihat dari ukurannya, lebih pantas disebut sebagai masjid daripada mushala. Mushala ini letaknya di lantai tiga bangunan gedung pasar Petisah, Medan (oops, ketahuan deh lagi belanja :p). Mushala ini cukup bersih, bagus, dan baik untuk ukuran sebuah mushala di tempat umum seperti pasar. Tempat wudhu dan kamar kecilnya terpisah, luas, dan tertutup, jadi cukup aman bagi para muslimah. Cukup melegakan pokoknya.

Awalnya saat diajak Bunda untuk shalat Zuhur, aku ragu, karena biasanya mushala di tempat umum seperti ini adalah mushala-mushala 'darurat'. Kalau tidak cukup kecil, yaa tidak cukup bersih dan tertutup. Namun, saat tiba di mushala ini, ada rasa kagum yang luar biasa yang mengetuk hati (eaaa), terlebih lagi melihat ramainya orang-orang yang berada di dalamnya (shalat plus beristirahat di sudut-sudut mushala). Jujur lho, aku pribadi jarang melihat keramaian seperti ini di mushala umum di Aceh. Kenapa ya kira-kira? Karena fasilitas yang nggak memadai di sana atau karena... baiklah, kita husnudzan aja *peace* :D

Hmm, yaaa, walaupun tidak semuanya di kota ini sebaik pemandangan hari ini. Di Sun Plaza misalnya, mall itu termasuk mall terbesar di kota Medan, tapi, bagaimana keadaan mushala nya? Mushala di sana letaknya di lantai dasar, super dasar: Lower Ground (LG), tepat di samping parkiran mobil. Keadaannya? Pengap (ya iyalah, di lantai dasar gitu loh), sangat kecil jika dibandingkan dengan ukuran gedung mall nya yang seluas itu, tampak tidak terurus dan yang paling nggak enak adalah tempat wudhu'nya bergabung untuk pria dan wanita (buseeeett, ini nih yang paling males). Oke, untuk Sun Plaza, aku kecewa. Ting!

Satu lagi tempat yang aku kunjungi dan melaksanakan salah satu shalat di sana, yaitu Hotel Asean yang letaknya di Jalan Adam Malik. Ngapain aku di sana? Ah, itulah tujuan awalku ke Medan kali ini, yaitu untuk mengikuti tes tahap 2 perekrutan karyawan salah satu perusahaan jasa di Indonesia (eaaa, gaya!). Kebetulan yang lolos tes tahap 1 dari Aceh hanya 8 orang, makanya kami-kami ini dilempar ke Medan untuk mengikuti tes selanjutnya. Dan sayangnya, perjuanganku harus berhenti kemarin. Aku belum beruntung. Aku nggak termasuk dalam 20 orang yang lulus dari 73 orang yang ikut tes kemarin, hehe. Nggak apa, namanya juga usaha #eh. Oke, kembali ke topik.

Selesai tes psikologi dan diskusi kelompok, aku yang ditinggal sendiri tanpa kenal siapa-siapa di hotel ini pun mencari-cari dimana letaknya mushala di hotel yang cukup mewah ini. Setelah bertanya pada salah satu pegawai, ternyata eh ternyata mushala nya terletak di lantai dasar (lagi!). Huft! Hati pun mulai nggak enak. Dan saat melihat bagaimana mushala nya, hati memang benar-benar jadi tak enak (apa sih ini). Mushala di hotel ini letaknya di lantai dasar, tepat di sekitaran parkiran juga. Bedanya dengan mushala yang di Sun Plaza adalah.. tempat wudhu di mushala ini Alhamdulillah terpisah dan tertutup. Syukurlah. Namun, tetap aja, kondisi mushala yang apa adanya tetap bikin hati miris-miris tak manis. Apalagi jika kita harus bandingkan dengan besar dan luasnya bangunan si hotel ini. Untuk Hotel Asean, aku juga kecewa. Ting kuadrat!

Intinya adalah.. tempat ibadah kok di-anak tirikan sih? Malu dong dengan pasar Petisah :p

02:40 pm, Mushala Petisah - Medan.



Thursday, July 5, 2012


Duhai yang dituakan dan dihormati,
jangan kau harap pencapaian dan prestasi jika kau sendiri tak pernah beri dukungan dan selalu menjatuhkan diri..
Duhai yang dituakan dan dihormati,
jangan kau harap sayang dan hati jika kau sendiri tak niat berikan ruang dan selalu menatap benci..
Duhai yang dituakan dan dihormati,
jangan kau harap perbaikan dan potensi jika kau sendiri tak beri perhatian dan selalu menawar harga mati..
Duhai yang dituakan dan dihormati,
jangan kau harap kepatuhan dan budi pekerti jika kau sendiri tak beri panutan dan selalu hilang peduli..
Duhai yang dituakan dan dihormati,
jangan kau harap kematangan dan jati diri jika kau sendiri tak bisa paham perbedaan dan selalu mengintimidasi..



7/05/2012 10:28:00 PM Desi YuLiana

Duhai yang dituakan dan dihormati,
jangan kau harap pencapaian dan prestasi jika kau sendiri tak pernah beri dukungan dan selalu menjatuhkan diri..
Duhai yang dituakan dan dihormati,
jangan kau harap sayang dan hati jika kau sendiri tak niat berikan ruang dan selalu menatap benci..
Duhai yang dituakan dan dihormati,
jangan kau harap perbaikan dan potensi jika kau sendiri tak beri perhatian dan selalu menawar harga mati..
Duhai yang dituakan dan dihormati,
jangan kau harap kepatuhan dan budi pekerti jika kau sendiri tak beri panutan dan selalu hilang peduli..
Duhai yang dituakan dan dihormati,
jangan kau harap kematangan dan jati diri jika kau sendiri tak bisa paham perbedaan dan selalu mengintimidasi..



Friday, June 22, 2012

Pohon 'kuburan' di Gedung AAC Dayan Dawood - Unsyiah, Darussalam.
Jembatan mini di halaman belakang The Palace - Lamnyong.
Pohon di pelataran parkir Gedung AAC Dayan Dawood - Unsyiah, Darussalam.
Taman Putro Phang.
YT-style ini salah satu stream yang (menurut saya) cukup populer di kalangan pengguna/member streamzoo (salah satu aplikasi 'photo sharing' di smartphone Android dan iPhone--foto-foto yang dishare di sana bisa dilihat tidak hanya melalui aplikasinya, namun bisa juga via web nya). Nah, untuk YT-style ini sendiri pencetusnya adalah Takagi atau yang lebih dikenal dengan YTfromTokyo (ID SZ nya). YT-syle ini konsepnya foto-foto panorama, landscape, dan sebagainya yang diedit hingga merubah warna aslinya menjadi warna-warna yang 'tak biasa'.

Aku sendiri cukup tertarik dan jatuh cinta pada YT-style ini. Menurutku, ini salah satu jenis style fotografi yang unik. Alhasil, aku coba 'ikutan' dan belajar style ini dengan mengandalkan beberapa aplikasi fotografi (edit foto-red) di hape Androidku. Nah, teman-teman bisa lihat beberapa hasil olahan dari perjuangan mati-matian (berlebihan --") mengedit foto-foto itu di sini. Selamat menikmati ^^



































*semua foto di sini diambil dan diedit dengan menggunakan Sony Ericsson XPeria X8*

Kalau penasaran dengan karya pencetusnya, sila berkunjung ke sini --> http://streamzoo.com/user/YTfromTokyo/


6/22/2012 10:53:00 PM Desi YuLiana
Pohon 'kuburan' di Gedung AAC Dayan Dawood - Unsyiah, Darussalam.
Jembatan mini di halaman belakang The Palace - Lamnyong.
Pohon di pelataran parkir Gedung AAC Dayan Dawood - Unsyiah, Darussalam.
Taman Putro Phang.
YT-style ini salah satu stream yang (menurut saya) cukup populer di kalangan pengguna/member streamzoo (salah satu aplikasi 'photo sharing' di smartphone Android dan iPhone--foto-foto yang dishare di sana bisa dilihat tidak hanya melalui aplikasinya, namun bisa juga via web nya). Nah, untuk YT-style ini sendiri pencetusnya adalah Takagi atau yang lebih dikenal dengan YTfromTokyo (ID SZ nya). YT-syle ini konsepnya foto-foto panorama, landscape, dan sebagainya yang diedit hingga merubah warna aslinya menjadi warna-warna yang 'tak biasa'.

Aku sendiri cukup tertarik dan jatuh cinta pada YT-style ini. Menurutku, ini salah satu jenis style fotografi yang unik. Alhasil, aku coba 'ikutan' dan belajar style ini dengan mengandalkan beberapa aplikasi fotografi (edit foto-red) di hape Androidku. Nah, teman-teman bisa lihat beberapa hasil olahan dari perjuangan mati-matian (berlebihan --") mengedit foto-foto itu di sini. Selamat menikmati ^^



































*semua foto di sini diambil dan diedit dengan menggunakan Sony Ericsson XPeria X8*

Kalau penasaran dengan karya pencetusnya, sila berkunjung ke sini --> http://streamzoo.com/user/YTfromTokyo/


Wednesday, June 20, 2012

Hayoo! Siapa yang belum kenal dengan si Robot Kotak atau Box Robot?
Kalau belum kenal, bolehlah bertandang ke rumahnya Om Gugel, dan bertanya padanya, siapakah gerangan Box Robot itu? Hehehe

Well, langsung sajah. Maksud dari postingan kali ini adalah ingin membeberkan beberapa kesamaan antara aku dan si Box Robot yang lucu itu (penting? Kalau merasa gak penting, gak usah dibaca deh *heuu). Kesamaan ini lebih pada 'kegemaran' atau yang lebih kita kenal dengan istilah hobi, tapi ada juga beberapa kesamaan 'kelakuan atau kebiasaan'. Nah, ada beberapa gambar Box Robot yang aku dapat dari Mbah Gugel yang seperti 'Gue Banget' gitu lho. Apa aja? Yuk, disimak :D

  • Box Robot pakai kacamata. Aku juga lho! *bangga!* #eh
 
  • Box Robot pecinta hujan. Duhai, gak bisa diungkapkan betapa cintanya aku pada si hujan ^^
  • Box Robot suka membaca, so do I!

  • Box Robot suka menulis. Hmm.. aku juga (walaupun kadang masih sering mengandalkan mood) --" 
Anggap aja gambar ini menunjukkan si Box Robot sedang menulis ya, hehehe.
  • Box Robot suka Fotografi, apalagi aku? #eh 

  •  Box Robot suka dengerin musik. Nah aku? Jangan ditanya!
 
  • Box Robot suka maen gitar, catur, dan rubik. Aku juga lho, walaupun benar-benar belum ahli dan menguasai tiga hal itu, hehehe, yang penting belajar kan?


  •  Box Robot suka melukis? Wah, zaman SD dulu aku mah doyan amat main-main ama kuas dan cat, tapi sekarang.. feel melukis itu hilang entah kemana. Hmm..
Ah, sorry saudara-saudara, gambarnya salah parah --"
  • Box robot suka makan cake, es krim dan minuman manis-manis. Aku juga, sangat suka! :D

  • Box robot bersahabat dengan Android. Aku adalah pengguna (sok) setia Android.
  •  Box Robot senang jalan-jalan. Ah, aku punya impian keliling Indonesia dan dunia lho (sing: "Andai, aku jadi kaya, punya uang berjuta-juta" eh, gak boleh berandai-andai!).
  • Box robot sering melamun. Yah, kadang-kadang aku juga sering melamun. Eh, bukan dengan pikiran kosong ya. Berdiam diri memikirkan sesuatu juga termasuk melamun lho *entah teori darimana*

Paling sering yang model begini nih.
  • Box Robot sayang kucing. Aku? 'Emaknya' kucing malahan :p
  • Box Robot rajin berdoa. Nah, kalau yang ini bukan hanya aku, tapi kita semua juga musti rajin berdoa. Bukankah Allah senang dengan doa-doa hambanya? :)
 


Nah, demikianlah penjabaran beberapa kesamaan saya dengan si Box Robot itu. Walaupun kesamaan-kesamaan di atas agak maksa, gak masalah kan ya? Banyak-banyak bersabar ya saudara-saudara. Namanya juga usaha :p | Sampai jumpa pada pertemuan berikutnya. Salam Namaste! 


6/20/2012 03:22:00 AM Desi YuLiana
Hayoo! Siapa yang belum kenal dengan si Robot Kotak atau Box Robot?
Kalau belum kenal, bolehlah bertandang ke rumahnya Om Gugel, dan bertanya padanya, siapakah gerangan Box Robot itu? Hehehe

Well, langsung sajah. Maksud dari postingan kali ini adalah ingin membeberkan beberapa kesamaan antara aku dan si Box Robot yang lucu itu (penting? Kalau merasa gak penting, gak usah dibaca deh *heuu). Kesamaan ini lebih pada 'kegemaran' atau yang lebih kita kenal dengan istilah hobi, tapi ada juga beberapa kesamaan 'kelakuan atau kebiasaan'. Nah, ada beberapa gambar Box Robot yang aku dapat dari Mbah Gugel yang seperti 'Gue Banget' gitu lho. Apa aja? Yuk, disimak :D

  • Box Robot pakai kacamata. Aku juga lho! *bangga!* #eh
 
  • Box Robot pecinta hujan. Duhai, gak bisa diungkapkan betapa cintanya aku pada si hujan ^^
  • Box Robot suka membaca, so do I!

  • Box Robot suka menulis. Hmm.. aku juga (walaupun kadang masih sering mengandalkan mood) --" 
Anggap aja gambar ini menunjukkan si Box Robot sedang menulis ya, hehehe.
  • Box Robot suka Fotografi, apalagi aku? #eh 

  •  Box Robot suka dengerin musik. Nah aku? Jangan ditanya!
 
  • Box Robot suka maen gitar, catur, dan rubik. Aku juga lho, walaupun benar-benar belum ahli dan menguasai tiga hal itu, hehehe, yang penting belajar kan?


  •  Box Robot suka melukis? Wah, zaman SD dulu aku mah doyan amat main-main ama kuas dan cat, tapi sekarang.. feel melukis itu hilang entah kemana. Hmm..
Ah, sorry saudara-saudara, gambarnya salah parah --"
  • Box robot suka makan cake, es krim dan minuman manis-manis. Aku juga, sangat suka! :D

  • Box robot bersahabat dengan Android. Aku adalah pengguna (sok) setia Android.
  •  Box Robot senang jalan-jalan. Ah, aku punya impian keliling Indonesia dan dunia lho (sing: "Andai, aku jadi kaya, punya uang berjuta-juta" eh, gak boleh berandai-andai!).
  • Box robot sering melamun. Yah, kadang-kadang aku juga sering melamun. Eh, bukan dengan pikiran kosong ya. Berdiam diri memikirkan sesuatu juga termasuk melamun lho *entah teori darimana*

Paling sering yang model begini nih.
  • Box Robot sayang kucing. Aku? 'Emaknya' kucing malahan :p
  • Box Robot rajin berdoa. Nah, kalau yang ini bukan hanya aku, tapi kita semua juga musti rajin berdoa. Bukankah Allah senang dengan doa-doa hambanya? :)
 


Nah, demikianlah penjabaran beberapa kesamaan saya dengan si Box Robot itu. Walaupun kesamaan-kesamaan di atas agak maksa, gak masalah kan ya? Banyak-banyak bersabar ya saudara-saudara. Namanya juga usaha :p | Sampai jumpa pada pertemuan berikutnya. Salam Namaste! 


Monday, June 11, 2012


Aku di sini
Kadang berdiam, kadang berdialog sendiri
dengan hati..

... dibiarkan berasumsi
Entah benar harus menanti
sampai waktu yang tak kunjung henti
Entah salah harus mencari
apa itu yang mereka sebut abadi..

Tiba pagi, saat sinar matahari sibuk menari
ada yang datang menghampiri, lantas membisikkan nadi
satu nama yang maknanya murni
Katanya dia setia mengiringi
sekalipun aku terus menjauh, berlari..

Jika setia, jabat tangannya maka hilang sepi.

Agaknya aku sering mengantisipasi
atau bahkan terlalu atensi
Berambai-ambai, bukan melambai
Sebab ini aksi demi mengabdi
Sehidup, semati, sejati..








*Kp. Ateuk, 12 Juni 2012; 05:30 am* 








Published with Blogger-droid v2.0.4

6/11/2012 05:00:00 PM Desi YuLiana

Aku di sini
Kadang berdiam, kadang berdialog sendiri
dengan hati..

... dibiarkan berasumsi
Entah benar harus menanti
sampai waktu yang tak kunjung henti
Entah salah harus mencari
apa itu yang mereka sebut abadi..

Tiba pagi, saat sinar matahari sibuk menari
ada yang datang menghampiri, lantas membisikkan nadi
satu nama yang maknanya murni
Katanya dia setia mengiringi
sekalipun aku terus menjauh, berlari..

Jika setia, jabat tangannya maka hilang sepi.

Agaknya aku sering mengantisipasi
atau bahkan terlalu atensi
Berambai-ambai, bukan melambai
Sebab ini aksi demi mengabdi
Sehidup, semati, sejati..








*Kp. Ateuk, 12 Juni 2012; 05:30 am* 








Published with Blogger-droid v2.0.4

Sunday, June 10, 2012

"Cewek pintar, gak akan percaya!"

Oke, itu sepenggal kalimat yang saya kicaukan di akun twitter saya pagi tadi. Apa maksudnya? Adakah yang bertanya-tanya? Ada? Tidak? Ah, ada ataupun tidak ada, saya tetap akan menjelaskannya. *pasang wajah tegas*.

Begini kawan. Bukankah bukan rahasia umum lagi jika sebenarnya, faktanya, sayangnya, banyak wanita di negara kita yang merupakan korban iklan? Iklan yang bagaimana? Hampir semua jenis iklan. Baik itu iklan fashion, iklan gadget, iklan makanan dan tentu saja yang paling parah adalah iklan produk kecantikan. Hari ini (Minggu, 10 Juni 2012), saat sedang melaksanakan ritual pagi seperti biasanya (baca: nonton TV (baca lagi: nonton kartun)), saya seperti 'dihentak' saat melihat sebuah iklan salah satu produk kecantikan wanita. Bukan. Bukan kali pertama saya melihat iklan itu. Saya sudah pernah melihatnya beberapa kali sebelumnya. Tapi, yaaa.. mungkin inilah saya: si anak bawang Ayah - Bunda yang (cukup) sering terlambat dalam mencerna dan menyadari se-su-a-tu. *malu*

Lantas apa yang bermasalah dengan iklan tersebut? Ah, sebenarnya tidak ada masalah yang bagaimana-bagaimana. Hanya saja.. saya rasanya sudah sangat muak dengan semua kalimat-kalimat kampanye (sesat) yang dipromosikan pada setiap iklan produk kecantikan. Mereka selalu berkata yang intinya begini:

"Cantik itu putih. Cantik itu merona. Cantik itu bersinar"
Dan iklan--yang membuat saya ilfil--tadi pagi mengatakan:
"Cantik itu kulit mulus bebas bulu"
Masya Allah. Ini pembohongan publik dan pembodohan masal terbesar yang ada di sekitar kita. Dan tak bisa dipungkiri, sudah banyak korban yang berjatuhan karenanya. (Hampir) semua wanita percaya dengan semboyan maha sesat demikian. Semua mendadak berlomba-lomba mendapatkan 'pengakuan' cantik yang berdasarkan semboyan-semboyan tak beralasan itu. Segala macam produk kecantikan dicoba, gonta-ganti sampai bertemu dengan yang benar-benar sesuai hati, perawatan rutinan di sana-sini, lembar-demi-lembar uang dikeluarkan begitu saja--bagai membuang daun--tak ada beban sama sekali jika uang yang dikeluarkan itu demi sebuah pengakuan akan sebuah kecantikan. Yang lebih parah bahkan ada yang 'tega' merubah apa yang Tuhannya berikan dengan cara yang sedikit ekstrim --> Operasi Plastik. 

Oke. Tak bisa dipungkiri memang. Wanita mana yang tak ingin tampil cantik? Wanita mana yang tak senang jika dibilang cantik? Sepertinya tidak ada. Itu fitrah. Semua wanita pastilah ingin cantik, dan tentu saja akan dibuktikannya dengan melakukan berbagai cara yang berbeda dari masing-masingnya. Tapi, sayangnya definisi cantik yang telah beredar luas sekarang itu adalah definisi yang maha sesat. Cantik itu bukan sekedar tampak 'bagus' dari tampilan fisik belaka, namun banyak makna lain yang tersimpan di dalamnya.

Miss World 2011, Ivian Sarcos, mengungkapkan bahwa definisi cantik bukan hanya di wajah saja melainkan harus ditekankan pada kecantikan di dalam. See? Saya setuju. Karena cantik itu sangat luas maknanya.

Saya pribadi percaya, bahwa cantik itu bersih (bersih penampilannya, bersih niatnya dan bersih hatinya), cantik itu pintar (pintar menjaga diri, pintar memperbaiki diri, dan pintar memposisikan diri), cantik itu pandai bersyukur (tidak pernah merasa berkekurangan atas segala yang telah Tuhan berikan padanya), cantik itu peduli (tidak hanya melulu memikirkan diri sendiri, tapi juga orang lain). Karena manusia tidak hidup sendiri, maka mereka yang cantik itu ialah mereka yang selalu bisa menjaga diri, mampu beradaptasi dengan segala kondisi kehidupan dengan baik, serta paham akan posisi dan perannya di lingkungan sekitarnya. 

Kawan-kawan pasti pernah dengar lagu 'Beautiful' nya Cherry Belle kan ya? Hmm. Bukan! Saya bukan penggemar mereka. Saya juga buka penikmat musik mereka. Saya hanya suka pada satu lagu saja. Hanya lagu ini. Ya, lagu Beautiful ini saja. Karena liriknya yang--ah, memang begitulah seharusnya. 

Dont cry, dont be shy, kamu cantik apa adanya.
Sadari, syukuri, dirimu sempurna. 
Jangan dengarkan, kata mereka.
Dirimu indah, pancarkan sinarmu.

You are beautiful, beautiful, beautiful.
Kamu cantik, cantik, dari hatimu ...
Intinya adalah.. tiap kita itu cantik lho. Kita cantik karena kebersihan kita, karena kebaikan kita, karena kepedulian kita, dan hal-hal baik lainnya. Dan tiap kita juga punya kecantikan masing-masing. Jadilah diri kita sendiri, karena 'We are beautiful just the way we are' #eaaa. Jadi kawan, jangan mau tergoda dan diperdaya iklan kecantikan. Karena cewek pintar, tidak akan pernah percaya dengan hal-hal demikian. Sekian.



*dalam keheningan Kp. Ateuk, 10 Juni 2012*


6/10/2012 09:11:00 AM Desi YuLiana
"Cewek pintar, gak akan percaya!"

Oke, itu sepenggal kalimat yang saya kicaukan di akun twitter saya pagi tadi. Apa maksudnya? Adakah yang bertanya-tanya? Ada? Tidak? Ah, ada ataupun tidak ada, saya tetap akan menjelaskannya. *pasang wajah tegas*.

Begini kawan. Bukankah bukan rahasia umum lagi jika sebenarnya, faktanya, sayangnya, banyak wanita di negara kita yang merupakan korban iklan? Iklan yang bagaimana? Hampir semua jenis iklan. Baik itu iklan fashion, iklan gadget, iklan makanan dan tentu saja yang paling parah adalah iklan produk kecantikan. Hari ini (Minggu, 10 Juni 2012), saat sedang melaksanakan ritual pagi seperti biasanya (baca: nonton TV (baca lagi: nonton kartun)), saya seperti 'dihentak' saat melihat sebuah iklan salah satu produk kecantikan wanita. Bukan. Bukan kali pertama saya melihat iklan itu. Saya sudah pernah melihatnya beberapa kali sebelumnya. Tapi, yaaa.. mungkin inilah saya: si anak bawang Ayah - Bunda yang (cukup) sering terlambat dalam mencerna dan menyadari se-su-a-tu. *malu*

Lantas apa yang bermasalah dengan iklan tersebut? Ah, sebenarnya tidak ada masalah yang bagaimana-bagaimana. Hanya saja.. saya rasanya sudah sangat muak dengan semua kalimat-kalimat kampanye (sesat) yang dipromosikan pada setiap iklan produk kecantikan. Mereka selalu berkata yang intinya begini:

"Cantik itu putih. Cantik itu merona. Cantik itu bersinar"
Dan iklan--yang membuat saya ilfil--tadi pagi mengatakan:
"Cantik itu kulit mulus bebas bulu"
Masya Allah. Ini pembohongan publik dan pembodohan masal terbesar yang ada di sekitar kita. Dan tak bisa dipungkiri, sudah banyak korban yang berjatuhan karenanya. (Hampir) semua wanita percaya dengan semboyan maha sesat demikian. Semua mendadak berlomba-lomba mendapatkan 'pengakuan' cantik yang berdasarkan semboyan-semboyan tak beralasan itu. Segala macam produk kecantikan dicoba, gonta-ganti sampai bertemu dengan yang benar-benar sesuai hati, perawatan rutinan di sana-sini, lembar-demi-lembar uang dikeluarkan begitu saja--bagai membuang daun--tak ada beban sama sekali jika uang yang dikeluarkan itu demi sebuah pengakuan akan sebuah kecantikan. Yang lebih parah bahkan ada yang 'tega' merubah apa yang Tuhannya berikan dengan cara yang sedikit ekstrim --> Operasi Plastik. 

Oke. Tak bisa dipungkiri memang. Wanita mana yang tak ingin tampil cantik? Wanita mana yang tak senang jika dibilang cantik? Sepertinya tidak ada. Itu fitrah. Semua wanita pastilah ingin cantik, dan tentu saja akan dibuktikannya dengan melakukan berbagai cara yang berbeda dari masing-masingnya. Tapi, sayangnya definisi cantik yang telah beredar luas sekarang itu adalah definisi yang maha sesat. Cantik itu bukan sekedar tampak 'bagus' dari tampilan fisik belaka, namun banyak makna lain yang tersimpan di dalamnya.

Miss World 2011, Ivian Sarcos, mengungkapkan bahwa definisi cantik bukan hanya di wajah saja melainkan harus ditekankan pada kecantikan di dalam. See? Saya setuju. Karena cantik itu sangat luas maknanya.

Saya pribadi percaya, bahwa cantik itu bersih (bersih penampilannya, bersih niatnya dan bersih hatinya), cantik itu pintar (pintar menjaga diri, pintar memperbaiki diri, dan pintar memposisikan diri), cantik itu pandai bersyukur (tidak pernah merasa berkekurangan atas segala yang telah Tuhan berikan padanya), cantik itu peduli (tidak hanya melulu memikirkan diri sendiri, tapi juga orang lain). Karena manusia tidak hidup sendiri, maka mereka yang cantik itu ialah mereka yang selalu bisa menjaga diri, mampu beradaptasi dengan segala kondisi kehidupan dengan baik, serta paham akan posisi dan perannya di lingkungan sekitarnya. 

Kawan-kawan pasti pernah dengar lagu 'Beautiful' nya Cherry Belle kan ya? Hmm. Bukan! Saya bukan penggemar mereka. Saya juga buka penikmat musik mereka. Saya hanya suka pada satu lagu saja. Hanya lagu ini. Ya, lagu Beautiful ini saja. Karena liriknya yang--ah, memang begitulah seharusnya. 

Dont cry, dont be shy, kamu cantik apa adanya.
Sadari, syukuri, dirimu sempurna. 
Jangan dengarkan, kata mereka.
Dirimu indah, pancarkan sinarmu.

You are beautiful, beautiful, beautiful.
Kamu cantik, cantik, dari hatimu ...
Intinya adalah.. tiap kita itu cantik lho. Kita cantik karena kebersihan kita, karena kebaikan kita, karena kepedulian kita, dan hal-hal baik lainnya. Dan tiap kita juga punya kecantikan masing-masing. Jadilah diri kita sendiri, karena 'We are beautiful just the way we are' #eaaa. Jadi kawan, jangan mau tergoda dan diperdaya iklan kecantikan. Karena cewek pintar, tidak akan pernah percaya dengan hal-hal demikian. Sekian.



*dalam keheningan Kp. Ateuk, 10 Juni 2012*