Sunday, July 15, 2012

Posted by Desi YuLiana on 7/15/2012 12:44:00 AM No comments
Medan, meskipun termasuk salah satu kota besar di Indonesia yang mayoritas rakyatnya bukan muslim, namun bisa aku simpulkan dari petualangan tiga hari kali ini di sini, bahwa setidaknya muslim di sini masih 'lebih baik' daripada muslim di kota yang terkenal dengan syariat Islam nya, Banda Aceh. Cukup miris memang.

Saat menekan huruf-huruf di keyboard laptop kesayangan ini, aku sedang berada di dalam sebuah Mushala yang jika dilihat dari ukurannya, lebih pantas disebut sebagai masjid daripada mushala. Mushala ini letaknya di lantai tiga bangunan gedung pasar Petisah, Medan (oops, ketahuan deh lagi belanja :p). Mushala ini cukup bersih, bagus, dan baik untuk ukuran sebuah mushala di tempat umum seperti pasar. Tempat wudhu dan kamar kecilnya terpisah, luas, dan tertutup, jadi cukup aman bagi para muslimah. Cukup melegakan pokoknya.

Awalnya saat diajak Bunda untuk shalat Zuhur, aku ragu, karena biasanya mushala di tempat umum seperti ini adalah mushala-mushala 'darurat'. Kalau tidak cukup kecil, yaa tidak cukup bersih dan tertutup. Namun, saat tiba di mushala ini, ada rasa kagum yang luar biasa yang mengetuk hati (eaaa), terlebih lagi melihat ramainya orang-orang yang berada di dalamnya (shalat plus beristirahat di sudut-sudut mushala). Jujur lho, aku pribadi jarang melihat keramaian seperti ini di mushala umum di Aceh. Kenapa ya kira-kira? Karena fasilitas yang nggak memadai di sana atau karena... baiklah, kita husnudzan aja *peace* :D

Hmm, yaaa, walaupun tidak semuanya di kota ini sebaik pemandangan hari ini. Di Sun Plaza misalnya, mall itu termasuk mall terbesar di kota Medan, tapi, bagaimana keadaan mushala nya? Mushala di sana letaknya di lantai dasar, super dasar: Lower Ground (LG), tepat di samping parkiran mobil. Keadaannya? Pengap (ya iyalah, di lantai dasar gitu loh), sangat kecil jika dibandingkan dengan ukuran gedung mall nya yang seluas itu, tampak tidak terurus dan yang paling nggak enak adalah tempat wudhu'nya bergabung untuk pria dan wanita (buseeeett, ini nih yang paling males). Oke, untuk Sun Plaza, aku kecewa. Ting!

Satu lagi tempat yang aku kunjungi dan melaksanakan salah satu shalat di sana, yaitu Hotel Asean yang letaknya di Jalan Adam Malik. Ngapain aku di sana? Ah, itulah tujuan awalku ke Medan kali ini, yaitu untuk mengikuti tes tahap 2 perekrutan karyawan salah satu perusahaan jasa di Indonesia (eaaa, gaya!). Kebetulan yang lolos tes tahap 1 dari Aceh hanya 8 orang, makanya kami-kami ini dilempar ke Medan untuk mengikuti tes selanjutnya. Dan sayangnya, perjuanganku harus berhenti kemarin. Aku belum beruntung. Aku nggak termasuk dalam 20 orang yang lulus dari 73 orang yang ikut tes kemarin, hehe. Nggak apa, namanya juga usaha #eh. Oke, kembali ke topik.

Selesai tes psikologi dan diskusi kelompok, aku yang ditinggal sendiri tanpa kenal siapa-siapa di hotel ini pun mencari-cari dimana letaknya mushala di hotel yang cukup mewah ini. Setelah bertanya pada salah satu pegawai, ternyata eh ternyata mushala nya terletak di lantai dasar (lagi!). Huft! Hati pun mulai nggak enak. Dan saat melihat bagaimana mushala nya, hati memang benar-benar jadi tak enak (apa sih ini). Mushala di hotel ini letaknya di lantai dasar, tepat di sekitaran parkiran juga. Bedanya dengan mushala yang di Sun Plaza adalah.. tempat wudhu di mushala ini Alhamdulillah terpisah dan tertutup. Syukurlah. Namun, tetap aja, kondisi mushala yang apa adanya tetap bikin hati miris-miris tak manis. Apalagi jika kita harus bandingkan dengan besar dan luasnya bangunan si hotel ini. Untuk Hotel Asean, aku juga kecewa. Ting kuadrat!

Intinya adalah.. tempat ibadah kok di-anak tirikan sih? Malu dong dengan pasar Petisah :p

02:40 pm, Mushala Petisah - Medan.



0 Komentar:

Post a Comment