Begitulah, setelah dipromosikan beberapa minggu lalu, ternyata masih banyak warga Aceh khususnya Banda Aceh yang tidak tahu adanya acara ‘unik’ yang sedang berlangsung di Taman Sari sejak tanggal 25 sampai 27 November 2011 nantinya.
Apa itu Aceh Coffee Festival?
Ada yang bisa menjelaskan?
Acara ini merupakan salah satu dari serentetan acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang dilaksanakan dalam rangka menyukseskan Visit Banda Aceh Year 2011.
Kenapa festival kopi?
Nah, bukan rahasia umum lagi kalau kopi Aceh itu cukup terkenal di Indonesia bahkan (katanya) di dunia, wow! Kopi Aceh merupakan salah satu dari sekian banyaknya keunikan yang patut dibanggakan di Aceh kita ini (walaupun saya pribadi bukan penikmat kopi, hehehe).
Tema yang diangkat dalam festival kopi Aceh ini adalah “Kopi Aceh untuk Dunia”. Festival ini diharapkan dapat menjadi ajang perkenalan cita rasa dan aroma khas dari kopi Aceh bagi masyarakat dunia.
Ada beberapa rangkaian acara dalam festival kopi Aceh ini. Satu yang paling menarik perhatian saya adalah acara “ngopi bareng beberapa komunitas di Aceh”. Wow! Kesannya gimana gitu. Pasti seru. Beberapa komunitas yang akan ikut ambil bagian dalam acara ini diantaranya komunitas blogger Aceh, Acehdroid, Kutaradja Fixie, Aceh Fotografi, Aceh Modelling Community, dan sebagainya.
Baiklah, tanpa memperpanjang ‘pembukaan’, mari kita langsung ke intinya.
Sabtu (26 November 2011) sore, demi memenuhi ajakan seorang kawan plus niat mengambil hadiah dari kuis yang diadakan di twitter oleh akun @AcehCoffeeFest dan @iloveaceh , saya berkunjung ke festival ini. Tiba di sana, saya langsung disambut oleh aroma-aroma kopi yang sedikit menusuk hidung (maaf, karena saya bukan penggemar kopi).
Secara keseluruhan, saya suka konsep dan dekorasi festival yang diadakan di Taman Sari ini. Unik. Klasik. Dengan nuansa etnik. Warung-warung (mungkin lebih tepatnya kafe) kopi yang cukup ternama di Banda Aceh berkumpul di sini. Sebagian dari kafe yang aslinya bergaya modern, di festival ini dipermak menjadi warung kopi khas pedesaan. Tidak kampungan, tapi menarik. Warung-warung kopi peserta festival kopi tersebut dibangun dari kayu-kayu yang cukup indah di mata *eh?.
Ah, sedikit naïf. Tapi, itulah saya, yang suka pada hal-hal berbau klasik.
Taman Sari sedikit banyak tampak berbeda dari biasanya. Nuansa kecoklatan, dengan aroma kopi yang bertebaran. Hmm. Nice. Saat di sana terasa seperti bukan di Banda Aceh, tapi dimana gitu (ah, itu hanya perasaanmu saja).
Well, selesai jalan-jalan di beberapa stand yang tersedia, akhirnya aku dan kawan mengambil hadiah kuis twitter yang tempat pengambilannya berada tepat di tengah-tengah dan di depan panggung (bikin risih aja ah -_-' ). Berikut penampakannya:
Tampak belakangnya:
Hmm. Anda penasaran bagaimana suasana di sana? Langsung saja berkunjung ke Taman Sari, karena hari ini merupakan hari penutupan festival kopi Aceh 2011. Ayo, jangan sampai
ketinggalan! :D




mana janjimu kepada saya????
ReplyDeleteWahahaha, sorry wak geng, ambo lupo! Benar-benar lupo! *hantukin kepala ke tembok*
ReplyDelete