Sekitar seminggu yang lalu, saya menghampiri toko buku langganan; Pustaka Paramitha yang terletak di Kp. Mulia, Banda Aceh. Saya langganan di sana karena menurut saya, toko buku terlengkap di kota Banda Aceh sejauh ini yaa Pustaka Paramitha. Koleksi bukunya lengkap dan selalu sukses bikin hati kleper-kleper; pengen dibawa pulang semuanya (deu, berburu harta karun).
Dari hasil perburuan seminggu yang lalu itu, saya membawa pulang sebuah novel kecil, dengan cover yang imut dan lucu (chibi chibi chibi #eh), judulnya adalaaaaaaah.. 'Takoyaki Soulmate'. Pasti pada tahu kan kenapa buku itu yang berhasil menarik hati saya? Ya. Bener! Karena itu novel je-Jepang-an. Dan you know lah, saya memang koleksi buku-buku atau novel-novel bertema Jepang, tapi tentu tidak semuanya, harus diseleksi dulu kan ya? Toh, sekarang banyak buku je-Jepang-an yang inti ceritanya romantisme cinta picisan, malas bacanya beh! (Lho, kok jadi curhat?).
Takoyaki Soulmate ini bercerita tentang sosok Maya, yang bekerja paruh waktu di kafe Jepang; 'Kaguya's Corner'. Namanya kafe Jepang, ya pastilah makanan yang disediakan di sana makanan-makanan Jepang; takoyaki, okonomiyaki, dorayaki, taiyaki, dan sebagainya. Nah, inti dari cerita hari ini adalah.. saya yang sedang kehilangan nafsu makan (sekalipun itu makanan favorit) akibat sedang menderita 'morning sickness' tri semester pertama ini mendadak kepikiran, kepikiran, dan kepikiran takoyaki >__< Saya mau takoyaki! Entah ini yang disebut ngidam, entah hanya keinginan perut yang sudah kangen sama bola-bola kecil itu. Pokoknya, saya mau takoyaki!
Alhasil. Mulailah segala rengekan pada misua; mau makanan Jepang, boleh makan di sana atau dibawa pulang. Tapi sayang, misua sedang ada kerjaan, dan nafsu makan si bola-bola itu harus tertunda sementara. Gak kehabisan akal, saya coba merayu si penggemar okonomiyaki: Risnasari dan mengajaknya pergi ke Hana Cafe (kantin Jepang sederhana yang letaknya di depan Lapangan Tugu Unsyiah). Tapi sayang, kawan yang satu itu pun di hari libur ini ada kerjaan mendadak *depresi*.
Alhamdulillah.. sore ini Allah mengabulkan doa saya untuk bertemu dengan takoyaki (lebay!). Misua yang sedang bekerja akhirnya luluh diajak makan makanan Jepang. Dan Hana Cafe, we are coming!
Hana Cafe, sebenarnya sudah dari beberapa bulan lalu saya tahu ada kafe makanan Jepang di kawasan Darussalam. Pemiliknya orang Jepang asli. Sudah dari beberapa bulan lalu pula saya ingin berkunjung ke sana, tapi karena satu dan lain hal, kesempatan itu belum ada.
Nah, tiba di Hana Cafe, saya dan misua disambut dengan suasana kafe/kantin sederhana yang dibuka di halaman rumah. Konsepnya manis, hanya dengan atap rumbia, kursi-kursi plastik sederhana (tersedia juga kursi lesehan), dan beberapa pohon-pohon kecil yang dijadikan teman menyantap makanan.
Menu yang disediakan pun sangat sederhana, dengan harga yang sangat terjangkau (5000 - 10000 rupiah). Menu khas Jepang yang disediakan di sana ada empat macam: Takoyaki, Okonomiyaki, Sushi, dan Kakigori (es serut super segar). Sedangkan menu pelengkapnya hanya pada varian minuman. Minuman-minuman khas Aceh dan Indonesia, misalnya teh manis, teh jeruk nipis, teh susu, milo, dan sebagainya juga disediakan di sana. Jadi gak usah takut jika gak ada makanan atau minuman yang pas di lidah.
Mengajak misua, ada rasa khawatir juga sebenarnya. Bakalan suka gak ya dengan makanan Jepang yang bagi sebagian orang terasa aneh dan tidak cocok di lidah? Tapi Alhamdulillah, ternyata eh ternyata misua suka dan menilai enak untuk takoyaki dan okonomiyaki yang kami pesan tadi (legaaaa!). Dan Alhamdulillah lagi, saya yang biasanya selalu tidak sanggup menghabiskan makanan ini tadi mendadak berubah! Seporsi takoyaki, plus sepotong okonomiyaki--yang saya comot dari punya misua--sanggup saya habiskan. Horeeee \(^^)/ Mungkin karena ada bantuan dari es serut Kakigori kali ya? Jadi mulut dan perut berkurang mualnya karena kesegaran dari si es serut tadi.
Nah, ini foto takoyaki, okonomiyaki, dan kakigori official Hana Cafe Banda Aceh yang saya ambil dari blogger Banda Aceh yang juga pernah ke sana, bukan hasil comot dari Prof. Gugel ya:
![]() |
| Takoyaki |
![]() |
| Okonomiyak |
| Kakigori |
Bagi yang ingin tahu apa itu takoyaki, onomiyaki, dan kakigori, tanya langsung sama Prof. Gugel ya! :p | Dan bagi yang ingin mencicipi makanan Jepang murah meriah dan aman di lidah, silahkan mampir ke Hana Cafe. Insha Allah, gak akan kecewa kok dengan rasa-rasa makanan yang disediakan di sana *promosi*. Buktinya ini, Ibu hamil yang menderita morning sickness kelas berat aja sanggup menghabiskannya, apalagi kalian yang sehat-walafiat kan? *elus-elus perut yang kekenyangan* #eh
Baiklah.. Thanks to mbak Erlita (penulis Takoyaki Soulmate) yang karena novelnya, nafsu makan saya kembali ada, walaupun itu hanya nafsu makan si takoyaki dan okonomiyaki. Hehehe. Arigatou ne! Wassalam..






