"Aku telah belajar dari Barfi, bahwa kebahagiaan ini bisa ditemukan dalam hal yang kecil. Bahkan semangkuk air cukup buat kapal untuk berlayar. Dan jika kau memang benar percaya.. bahkan burung dari kertas bisa terbang."
"Barfi
tetap selalu bahagia. Dan untuk beberapa alasan yang aneh, tanpa sadar.. aku
selalu membawa kesulitan dalam hidupnya. Tapi dia tidak pernah mengeluh, baik
tentang aku, maupun tentang kesulitan."
***
He is cute. He's shrewd. The girls love him. The cops
hate him. He can't speak but is always talked about. His naughty antics will
make you scream, but he will never listen. Cos he can't!
Orang tuanya menamainya Murphy. Tapi
orang-orang memanggil dan lebih mengenalnya dengan nama Barfi. Selalu optimis,
bersemangat, usil (dikenal sebagai seorang 'troublemaker') dan tidak pernah
mengeluh, walaupun terlahir sebagai seseorang yang tidak sempurna; bisu dan
tuli. Ya, dialah Barfi, tokoh utama kita hari ini; seorang pemuda tunarungu,
nakal, dan paling terkenal di seantero kota Darjeeling, India.
Film Barfi! ini berlatar belakang kota
Darjeeling dan Kolkata, India di tahun 1972, 1978, dan 2012. Saya cukup
tertarik dengan film ini, selain karena setting suasana, para pemain,
hikmah/pesan yang tersirat, dan ceritanya secara keseluruhan, juga karena film
ini dikemas dan disajikan dengan alur maju-mundur yang penuh misteri. Cukup
menarik pastinya.
Ya. Barfi! Film ini punya cerita yang tak
biasa, dengan alur maju-mundur yang sedikit membingungkan, tapi berhasil
menciptakan rasa penasaran dan menjaga misteri ceritanya hingga akhir hayat
(#eh). Walaupun dikemas dengan penuh misteri, film ini tidak lupa akan tema
Romantic-Comedy yang diusungkan. Setiap misteri yang ada, dikupas secara
perlahan dengan cara yang romantis, lucu dan tidak terlalu membuat kening
berkerut.
***
Cinta. Memang sulit untuk menyebutkan apa
arti cinta yang sesungguhnya, karena setiap orang punya jawaban yang
berbeda-beda. Sebagian akan mengatakan cinta tidak harus memiliki, dan
sebagaian lain akan berkata sebaliknya; cinta harus memiliki.
Cinta. Sulit juga untuk menyebutkan kenapa kita bisa jatuh cinta pada seseorang. Karena wajahnya kah? Karena sikapnya kah? Karena kepintarannya kah? Sebagian mungkin ada yang bisa menjawab karena ia tampan/cantik. Sebagian lagi mungkin bisa menjawab karena sikapnya yang baik, santun, dan sebagainya. Sebagian lagi mungkin bisa menjawab karena ilmu dan kepintaran yang ia miliki. Dan sebagian lain mungkin akan terdiam saat bertemu dengan pertanyaan kenapa bisa jatuh cinta pada seseorang.
Nah, dari beberapa alasan yang ada, bisa kita lihat, rata-rata kita akan jatuh cinta pada seseorang karena sesuatu yang tampak darinya, dan kita bisa menerima seseorang itu karena adanya kelebihan-kelebihan yang dimiliknya. Lantas pertanyaannya, berapa banyak kita yang bisa mencintai seseorang dalam kekurangannya?
“Ketika
kita bisa menerima sebuah kondisi yang dalam keadaan normal tidak bisa kita
terima, mungkin itulah yang disebut cinta.”
Barfi! Secara keseluruhan film ini
menceritakan tentang seorang pemuda (Barfi!) yang terlibat cinta segitiga
dengan 2 orang wanita, Shruti dan Jhilmil. Shruti, seorang gadis cantik dari
Kolkata yang membuat Barfi jatuh cinta pada pandangan pertama. Sedangkan
Jhilmil, gadis penderita autis, teman masa kecil Barfi yang karena satu hal
menjadi tanggung jawab Barfi.
"Three
young people learn that love can neither be defined nor contained by society's
norms of normal and abnormal."
Jika ditelaah jauh lebih dalam,
jelas kisah cinta ini sangatlah biasa dan bukan hal yang baru. Namun, kenyataan
bahwa sosok Barfi digambarkan sebagai seorang tunarungu, dan Jhilmil adalah
penderita autis, membuat kisah cinta dalam film ini menjadi tak biasa. Rasanya
sulit bagi kita membayangkan akan ada cerita romantis antara dua orang dengan
kekurangannya masing-masing ini. Namun kenyataannya, Barfi dalam film ini
memperlihatkan pada kita bahwa cinta dalam kekurangan pun memiliki sisi
romantisnya tersendiri. Lagipula, bukankah di dunia ini memang ada pasangan
dengan komposisi seperti itu? Dan kata siapa mereka tidak bahagia?
Shruti, cinta pertama Barfi dalam satu narasi menceritakan, betapa indahnya cinta sejati itu. Cinta yang ingin ia temui dalam hidupnya. Cinta, seperti cinta yang ada di antara Kakek-Nenek nya. Cinta tak bersyarat. Cinta sejati, untuk hidup dan mati bersama, dalam pelukan satu sama lain. Dan itulah cinta yang ada di antara Barfi dan Jhilmil.
"Jhilmil yang beruntung. Dia tak ada rencana untuk jatuh cinta. Dia tak memikirkan konsekuensinya. Dia tak berpikir bagaimana hidup akan berubah. Dia hanya mencintainya tanpa syarat. Dan itu semua ternyata indah pada akhirnya."
***
Tetap bahagia walau tidak
sempurna dan serba berkekurangan. Tetap optimis walau diri terlahir berbeda
dari orang-orang kebanyakan. Tetap tulus mencintai walau dalam keheningan dan
kondisi yang melelahkan. Tetaplah HIDUP, kawans!



