Tuesday, December 4, 2012

Pagi ini, mendadak teringat satu lagu. Lagu yang beberapa tahun lalu sempat menimbulkan tanda-tanya, bisakah aku bertemu dengan angka yang ada pada judul lagu itu? Dan, Alhamdulillah. 3 hari lalu--2 Desember 2012--pertanyaan itu terjawab saudara-saudara. Lagu apakah itu?

Ah, hanya sebuah lagu biasa; sederhana, yang dinyanyikan oleh penyanyi yang biasa pula. Tapi, liriknya membawa pesan yang cukup men-#jleb!-kan bagi kita yang masih dianugrahi ke-waras-an dan kesadaran akan kurangnya amal ibadah kita di dunia.

***

Ebith Beat A - 24 Tahun

24 tahun………… Yaa Rabbana
Hamba di dunia….. Yaa Rabbana
Hamba banyak dosa… Yaa Rabbana
Hamba mohon ampun

Melupakan satu kewajiban kita di dunia 
yang telah tertuliskan dalam agama 
dalam keluarga
banyak tergiur oleh fantasi dunia
rajin mencapai cita
ada yang jadi artis yang jadi pejabat
tapi kenapa kita suka lupa
terhadap kewajiban kita semua
yang jadi artis banyak yang tidak hafal hadist
yang jadi pejabat banyak yang ninggalain sholat
ga jadi malu tetap begitu
padahal itu semua hanyalah tipu muslihat 
biar kita dilaknat
banyak ninggalin sholat, puasa apalagi dzikir cuma sekelebat

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada kita semua 
makhluknya didunia
berusaha mencukupi kebutuhan menafkahi keluarga 
dari zaman Nabi Adam mencari Siti Hawa
dan Rasulullah bergerak dibidang niaga 
namun sebenarnya kita jangan lupa terhadap kewajiban kita semua
jangan lupa sholat
jangan lupa zakat
jangan lupa dzikir
sekarang mari kita evaluasi diri
apa kekurangan kita di dunia
kita perbaiki
buat bekal nanti di alam kekal


***



Well, ternyata diriku sudah tua saudara-saudara. Nggak terasa, 24 tahun udah ada di dunia. Alhamdulillah, Allah masih mengizinkanku menapakkan kaki di buminya. Semoga, di usia yang semakin beranjak dewasa ini (#eaaaa) kehidupan: ibadah, ilmu, jasmani, rohani, dan hal-hal lainnya semakin membaik dari yang sebelumnya, bukan sebaliknya. Jangan sampai kesempatan mengumpulkan bekal untuk kehidupan yang kekal di sana nanti ini malah aku pergunakan untuk hal-hal yang tidak diridhai-Nya, naudzubillah. Semoga tidak lalai. Semoga tidak terbuai pada dunia. Semoga semakin cinta pada Al-Aqsha dan Palestina. Ah, doakan akuh saudara-saudara! Akuh akan berjuang! Ganbatte!

Teruntuk semua anggota keluarga, saudara, sahabat, dan teman-teman, terima kasih untuk kado, durian dan kuenya (#eh), terima kasih untuk doanya, terima kasih untuk masih setia berdiri di sampingku, terima kasih untuk tiap perhatian, kepedulian, dan kasih sayang.


Arigatou gozaimasu, Minna-san ^^




12/04/2012 08:23:00 PM Desi YuLiana
Pagi ini, mendadak teringat satu lagu. Lagu yang beberapa tahun lalu sempat menimbulkan tanda-tanya, bisakah aku bertemu dengan angka yang ada pada judul lagu itu? Dan, Alhamdulillah. 3 hari lalu--2 Desember 2012--pertanyaan itu terjawab saudara-saudara. Lagu apakah itu?

Ah, hanya sebuah lagu biasa; sederhana, yang dinyanyikan oleh penyanyi yang biasa pula. Tapi, liriknya membawa pesan yang cukup men-#jleb!-kan bagi kita yang masih dianugrahi ke-waras-an dan kesadaran akan kurangnya amal ibadah kita di dunia.

***

Ebith Beat A - 24 Tahun

24 tahun………… Yaa Rabbana
Hamba di dunia….. Yaa Rabbana
Hamba banyak dosa… Yaa Rabbana
Hamba mohon ampun

Melupakan satu kewajiban kita di dunia 
yang telah tertuliskan dalam agama 
dalam keluarga
banyak tergiur oleh fantasi dunia
rajin mencapai cita
ada yang jadi artis yang jadi pejabat
tapi kenapa kita suka lupa
terhadap kewajiban kita semua
yang jadi artis banyak yang tidak hafal hadist
yang jadi pejabat banyak yang ninggalain sholat
ga jadi malu tetap begitu
padahal itu semua hanyalah tipu muslihat 
biar kita dilaknat
banyak ninggalin sholat, puasa apalagi dzikir cuma sekelebat

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada kita semua 
makhluknya didunia
berusaha mencukupi kebutuhan menafkahi keluarga 
dari zaman Nabi Adam mencari Siti Hawa
dan Rasulullah bergerak dibidang niaga 
namun sebenarnya kita jangan lupa terhadap kewajiban kita semua
jangan lupa sholat
jangan lupa zakat
jangan lupa dzikir
sekarang mari kita evaluasi diri
apa kekurangan kita di dunia
kita perbaiki
buat bekal nanti di alam kekal


***



Well, ternyata diriku sudah tua saudara-saudara. Nggak terasa, 24 tahun udah ada di dunia. Alhamdulillah, Allah masih mengizinkanku menapakkan kaki di buminya. Semoga, di usia yang semakin beranjak dewasa ini (#eaaaa) kehidupan: ibadah, ilmu, jasmani, rohani, dan hal-hal lainnya semakin membaik dari yang sebelumnya, bukan sebaliknya. Jangan sampai kesempatan mengumpulkan bekal untuk kehidupan yang kekal di sana nanti ini malah aku pergunakan untuk hal-hal yang tidak diridhai-Nya, naudzubillah. Semoga tidak lalai. Semoga tidak terbuai pada dunia. Semoga semakin cinta pada Al-Aqsha dan Palestina. Ah, doakan akuh saudara-saudara! Akuh akan berjuang! Ganbatte!

Teruntuk semua anggota keluarga, saudara, sahabat, dan teman-teman, terima kasih untuk kado, durian dan kuenya (#eh), terima kasih untuk doanya, terima kasih untuk masih setia berdiri di sampingku, terima kasih untuk tiap perhatian, kepedulian, dan kasih sayang.


Arigatou gozaimasu, Minna-san ^^




Saturday, November 17, 2012

Oleh: Taufik Ismail



Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer dengan suara gemuruh menderu,
serasa pasir dan batu bata dinding kamar tidurku bertebaran di pekaranganku,
meneteskan peluh merah dan mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan,
lalu di Tel Aviv dimasukkan dalam fail lemari kantor agraria,
serasa kebun kelapa dan pohon manggaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas mereka.

Ketika kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening kita semua,
serasa runtuh lantai papan surau tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an 40 tahun silam,
di bawahnya ada kolam ikan yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini ditetesi air mataku.
Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan umur mereka,
menjawab laras baja dengan timpukan batu
cuma,
lalu dipatahi pergelangan tangan dan lengannya,
siapakah yang tak menjerit
serasa anak-anak kami Indonesia jua yang dizalimi mereka – tapi saksikan tulang muda mereka yang patah akan bertaut dan mengulurkan rantai amat panjangnya,
pembelit leher lawan mereka,
penyeret tubuh si zalim ke neraka.

Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang dibacakan di Pusat Kesenian Jakarta,
jantung kami semua berdegup dua kali lebih gencar lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu,
darah kami pun memancar ke atas lalu meneteskan guratan kaligrafi
‘Allahu Akbar!’
dan
‘Bebaskan Palestina!’

Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi dusta, menebarkannya ke media cetak dan elektronika,
mengoyaki tenda-tenda pengungsi di padang pasir belantara,
membangkangi resolusi-resolusi majelis terhormat di dunia, membantai di Shabra dan Shatila,
mengintai Yasser Arafat dan semua pejuang negeri anda,
aku pun berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at sedunia:
doakan kolektif dengan kuat seluruh dan setiap
pejuang yang menapak jalanNya, yang ditembaki dan kini dalam penjara,
lalu dengan kukuh kita bacalah ‘laquwwatta illa bi-Llah!’ 

Palestina,
bagaimana bisa aku melupakanmu
Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu
Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu
Serasa terdengar di telingaku.



***

Published with Blogger-droid v2.0.6
11/17/2012 03:36:00 PM Desi YuLiana
Oleh: Taufik Ismail



Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer dengan suara gemuruh menderu,
serasa pasir dan batu bata dinding kamar tidurku bertebaran di pekaranganku,
meneteskan peluh merah dan mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan,
lalu di Tel Aviv dimasukkan dalam fail lemari kantor agraria,
serasa kebun kelapa dan pohon manggaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas mereka.

Ketika kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening kita semua,
serasa runtuh lantai papan surau tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an 40 tahun silam,
di bawahnya ada kolam ikan yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini ditetesi air mataku.
Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan umur mereka,
menjawab laras baja dengan timpukan batu
cuma,
lalu dipatahi pergelangan tangan dan lengannya,
siapakah yang tak menjerit
serasa anak-anak kami Indonesia jua yang dizalimi mereka – tapi saksikan tulang muda mereka yang patah akan bertaut dan mengulurkan rantai amat panjangnya,
pembelit leher lawan mereka,
penyeret tubuh si zalim ke neraka.

Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang dibacakan di Pusat Kesenian Jakarta,
jantung kami semua berdegup dua kali lebih gencar lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu,
darah kami pun memancar ke atas lalu meneteskan guratan kaligrafi
‘Allahu Akbar!’
dan
‘Bebaskan Palestina!’

Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi dusta, menebarkannya ke media cetak dan elektronika,
mengoyaki tenda-tenda pengungsi di padang pasir belantara,
membangkangi resolusi-resolusi majelis terhormat di dunia, membantai di Shabra dan Shatila,
mengintai Yasser Arafat dan semua pejuang negeri anda,
aku pun berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at sedunia:
doakan kolektif dengan kuat seluruh dan setiap
pejuang yang menapak jalanNya, yang ditembaki dan kini dalam penjara,
lalu dengan kukuh kita bacalah ‘laquwwatta illa bi-Llah!’ 

Palestina,
bagaimana bisa aku melupakanmu
Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu
Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu
Serasa terdengar di telingaku.



***

Published with Blogger-droid v2.0.6

Thursday, September 27, 2012



Saat pagi.. 
awan-awan masih memutih
langit pun tetap membiru, sedikit pucat ia
dan rumput-rumput di pelataran kelihatan ceria
daun-daun di percabangan pun masih basah dengan embun
yang dicipta dari butir-butir air atap alami
batu-batu di taman tampak kaku
karena hawa dingin pagi yang membisu
pagi ini hujan.

Saat siang..
sebagian mulai melemah, sebagian lagi
masih terus saja memacu jiwanya untuk bersemangat
matahari kadang begitu menyengat
sinar dan energinya pun berkilauan
memedihkan kedua bola mata manusia
rumput-rumput yang sepagi tadi ceria kini melesu jua
batu-batu menghitam tanda panasnya
dan awan bersama langit masih tetap sama
sekalipun siang ini sama; hujan.

Saat malam..
yang bimbang mulai bersuara
udara dingin menusuk daging dan seikat tulang manusia
selimut seratan kain menjelma laris di tiap-tiap rumah
jendela tak diizinkan terbuka, semili pun tidak
sadarlah mereka, ini saat yang tepat demi bicara
hujan; seringkali mampu menjadi sarana dialog
telepati, dengan hati
ia tak peduli seberapa jauh jarak yang dihadapi
hujan; selalu jadi yang ter-setia berbagi
sebab malam ini masih sama; hujan.




 ***

"Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu." - Yoana Dianika, Hujan punya Cerita tentang Kita
 
Duhai hujan, aku tahu kau selalu ada. 
Kau, yang dijadikan perantara turunnya cinta, berkah dan rahmat dari Tuhan kami, Allah. 
Kau, yang dijadikan perantara perbincangan hati manusia yang dipisahkan jarak. 
Kau, yang dijadikan bukti bahwa lepas badai akan ada pelangi indah yang menanti; wujud pemakna dari firman-Nya: "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
Kau, hujan. Ya, Kau.
Kau selalu ada, karena Allah tidak pernah tidur. Karena Allah tidak pernah jauh, Dia dekat, lebih dekat dari urat leher manusia, yang agaknya masih kurang rasa syukurnya. 



9/27/2012 06:45:00 PM Desi YuLiana


Saat pagi.. 
awan-awan masih memutih
langit pun tetap membiru, sedikit pucat ia
dan rumput-rumput di pelataran kelihatan ceria
daun-daun di percabangan pun masih basah dengan embun
yang dicipta dari butir-butir air atap alami
batu-batu di taman tampak kaku
karena hawa dingin pagi yang membisu
pagi ini hujan.

Saat siang..
sebagian mulai melemah, sebagian lagi
masih terus saja memacu jiwanya untuk bersemangat
matahari kadang begitu menyengat
sinar dan energinya pun berkilauan
memedihkan kedua bola mata manusia
rumput-rumput yang sepagi tadi ceria kini melesu jua
batu-batu menghitam tanda panasnya
dan awan bersama langit masih tetap sama
sekalipun siang ini sama; hujan.

Saat malam..
yang bimbang mulai bersuara
udara dingin menusuk daging dan seikat tulang manusia
selimut seratan kain menjelma laris di tiap-tiap rumah
jendela tak diizinkan terbuka, semili pun tidak
sadarlah mereka, ini saat yang tepat demi bicara
hujan; seringkali mampu menjadi sarana dialog
telepati, dengan hati
ia tak peduli seberapa jauh jarak yang dihadapi
hujan; selalu jadi yang ter-setia berbagi
sebab malam ini masih sama; hujan.




 ***

"Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu." - Yoana Dianika, Hujan punya Cerita tentang Kita
 
Duhai hujan, aku tahu kau selalu ada. 
Kau, yang dijadikan perantara turunnya cinta, berkah dan rahmat dari Tuhan kami, Allah. 
Kau, yang dijadikan perantara perbincangan hati manusia yang dipisahkan jarak. 
Kau, yang dijadikan bukti bahwa lepas badai akan ada pelangi indah yang menanti; wujud pemakna dari firman-Nya: "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
Kau, hujan. Ya, Kau.
Kau selalu ada, karena Allah tidak pernah tidur. Karena Allah tidak pernah jauh, Dia dekat, lebih dekat dari urat leher manusia, yang agaknya masih kurang rasa syukurnya. 



Wednesday, September 19, 2012

Senin (17 September 2012) lalu termasuk hari yang cukup bersejarah bagi saya. Hari itu, dengan segala perang di pikiran melawan keinginan dan kenyataan, dengan berat hati saya langkahkan kaki menuju gedung FKIP Unsyiah, tepatnya ke ruang sekretariat SM3T. Tujuan saya hari itu hanya satu: mengundurkan diri aka mencabut nama saya dari mereka--para pejuang pendidikan--yang dinyatakan lulus menjadi guru kontrak SM3T.

Well, SM3T. Mungkin masih banyak yang asing dengan singkatan itu, termasuk saya sendiri. Mulai tahu tentang SM3T ini di bulan Juni lalu, saat masih panas-panasnya membicarakan 'pekerjaan' dengan teman-teman sebaya yang senasib tak sepenanggungan (baca: pengangguran). SM3T ini lebih kurang sama dengan kegiatan 'Indonesia Mengajar' yang sepertinya sudah jauh lebih terkenal dan lebih terdengar gaungnya di seantero Indonesia. Bedanya, SM3T ini program resmi dan dibiayai sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. 
Program SM-3T adalah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru.
Tujuannya dan intinya satu: penyamarataan pendidikan!
“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah "dosa" setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.” ― Anies Baswedan, Indonesia Mengajar 
Sebagai seseorang yang telah dan pernah mendapatkan pendidikan yang layak, Sarjana Pendidikan mana yang tidak tergerak hatinya untuk bisa ikut ambil bagian dari program SM3T ini? Apalagi didukung dengan adanya janji beasiswa penuh PPG setelah setahun pengabdian. Ini kesempatan yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Maka itu, saya mau! Sangat mau! 

Setelah beberapa kali membaca dan mencari info sebanyak-banyaknya terkait penerimaan peserta SM3T dan meyakinkan diri bahwa niat di hati sejalan dengan tujuan dari program ini, langkah selanjutnya yang saya rasa agak berat adalah menyampaikan niat ini kepada orang tua. Perkiraan saya benar, Ayah tidak mengizinkan. Alasannya karena ayah tahu betul bahwa saya tidak akan sanggup hidup di daerah terpencil dan jauh dari orang tua. #JLEB! Padahal.. Kita tidak pernah tahu kalau belum mencobanya kan? Bukankah selama masih aktif di kegiatan PRAMUKA di SMA dulu saya 'lolos' dan baik-baik saja saat ikut kegiatan perkemahan, penjelajahan, dan sebagainya? Saat SMA juga, saya pernah ikut kegiatan PKM organisasi PII di desa terpencil selama satu minggu, dan semuanya baik-baik saja. PRAMUKA atau kegiatan organisasi itu memang berbeda dengan SM3T ini, tapi begitulah saya meyakinkan ayah bahwa setidaknya saya yakin saya bisa, dan saya sanggup untuk keluar dari zona aman ini. Dan izin itu tetap tidak saya dapatkan.

*galau tingkat nggak bisa makan ayam goreng selama tujuh bulan* #eh

Satu bulan sejak gagal mendaftar menjadi salah satu peserta SM3T, bantuan Allah datang secara tiba-tiba. Bunda, dengan begitu semangatnya mengabarkan dan memperlihatkan salah satu berita di koran Serambi yang berjudul 'FKIP Unsyiah kembali membuka pendaftaran peserta SM3T tahap II'. Entah kenapa, Bunda yang saat saya meminta izin sebulan lalu itu hanya diam saja kali ini kelihatan begitu bersemangat menyarankan saya untuk ikut serta. Ayah? Secara tiba-tiba menanyakan keterangan lebih lanjut tentang SM3T (setelah membaca berita itu) terkait daerah tujuan penempatan--yang saat itu masih tertera di Aceh--dan akhirnya menganggukkan kepalanya--mengizinkan saya mendaftar--saat saya meminta izinnya kembali. Alhamdulillah. Ini salah satu keajaiban.

Singkat cerita, akhirnya nama saya resmi terdaftar sebagai salah satu calon peserta program SM3T. Ujian online secara serentak se-Indonesia dilaksanakan dan Alhamdulillah, saya termasuk dari 46% peserta dari Aceh yang lulus. Satu jalan sudah terbuka dan terasa semakin dekat dengan perjuangan itu. Namun, berhubung saat itu saya sudah mulai aktif kuliah di pasca sarjana, ada sedikit rasa ragu yang tiba-tiba muncul. Bagaimana saya akan menjalaninya? Bisakah nantinya saya mengabdi di daerah 3T sambil kuliah? Maka itu, saya sangat berharap mendapat 'tugas' di daerah Aceh yang terjangkau untuk bisa pulang pergi ke Banda Aceh setiap minggunya. 

Hidup ini pilihan. Kadang kita dipilih, kadang kita memilih. Terkadang kita dihadapkan pada dua hal, dua hal yang benar-benar kita inginkan, tapi tentu saja kita tidak bisa memiliki keduanya dalam waktu yang bersamaan, kita harus memilih salah satunya saja. Dari situ saya mulai terpikir bahwa nantinya akan ada satu yang saya korbankan. SM3T atau kuliah S2 ini. Walaupun rasanya berat dan seperti tidak mungkin meninggalkan kuliah yang baru saja akan dimulai, seluruh berkas/dokumen kelengkapan seleksi wawancara tetap saya persiapkan. Lumayan banyak. Butuh perjuangan yang tidak sedikit untuk mempersiapkan semua berkasnya. Yang paling menggelisahkan dan membuat diri curiga adalah adanya surat pernyataan bersedia di tempatkan di seluruh daerah NKRI yang harus ditanda-tangani oleh orang tua plus dibubuhkan materai, nah lho? *khawatir tingkat mahasiswa mau sidang akhir*. Tapi.. masih tetap berharap, Aceh termasuk daerah 'pelemparan' kami nantinya.

Walau sedikti ragu, saya kirimkan juga file scan-an berkas yang diminta ke-email panitia, maka dari situ saya tidak bisa mundur lagi. Apapun dan bagaimana pun itu saya harus yakin dan tetap ikut seleksi wawancara. Dan di sanalah semuanya terbongkar. Saat wawancara yang sepertinya lebih tepat di sebut FGD (diskusi kelompok) itu kami--para peserta--diberikan selembar kertas yang harus diisi dengan biodata dan di sana tertera 4 daerah tujuan penempatan yang harus kami pilih. Tidak ada Aceh saudara-saudara, tidak ada! Yang ada hanya Kepulauan Natuna dan Anambas - Riau, salah satu kabupaten di NTT dan Kalimantan Barat. Jleb! Bagaimana ini? Ottokae? 

Saya mulai linglung, ragu. Di sudut hati yang paling dalam (eaaaa) saya memilih maju, dan berharap ayah akan tetap mengizinkan walaupun nantinya saya harus mengabdi di luar Aceh. Yang saya khawatirkan saat itu hanya bagaimana nasib kuliah S2 saya? Bagaimana? Tidak ada jawaban! Yang ada hanya bisikan untuk terus maju dan tidak menyatakan mundur saat pewawancara menanyai kami satu-persatu. Saya benar-benar ingin ikut program SM3T ini. Saya benar-benar ingin keluar dari zona aman dan bisa ikut berjuang mengajar plus mengabdi di daerah-daerah tertinggal itu. Sekalipun itu harus keluar Aceh. Ya! Bukankah itu tantangan yang sebenarnya? Bukankah itu arti dari keluar dari zona aman yang sebenarnya? Maka saya semakin yakin untuk maju, lantas memilih Kepulauan Natuna sebagai pilihan pertama dan Kepulauan Anambas sebagai pilihan kedua. Toh, semua anak-anak di luar Aceh sana juga berhak mendapatkan pendidikan!

sumber: https://indonesiamengajar.org/
sumber: https://indonesiamengajar.org/

Selesai wawancara, sebab bertemu dengan teman-teman yang mengeluhkan daerah penempatan yang tidak ada Acehnya itu, penggalauan itu muncul lagi. Ah, betapa tidak konsistennya hati saya. Jika mereka mengeluhkan dan ragu maju karena daerah penempatan, saya ragu karena kuliah S2, izin orang tua sama sekali tidak terpikirkan saat itu. Hanya ada dua pilihan untuk masa depan saya: SM3T atau lanjut S2? SM3T atau S2? SM3T atau S2? Masya Allah.. Galau-segalau-galaunya.

Sampai akhirnya, titik terang itu muncul. Ayah jelas menyatakan keberatannya atas daerah penempatan yang di luar Aceh itu, dan itu juga berkaitan dengan sudah mulai masuknya perkuliahan S2 saya yang sayang jika harus ditinggalkan. Singkat cerita, keinginan yang menggebu-gebu untuk dapat mengabdi dan merasakan pengalaman baru itu akhirnya harus saya kubur dalam-dalam. Bukankah izin dan ridha orang tua adalah yang utama? Baiklah. Saya memilih berhenti dan mengundurkan diri. Mungkin memang belum waktunya saya melewati jalan itu. Allah Maha Tahu, Allah tahu jalan terbaik untuk hamba-Nya, dan saya yakin Allah merencanakan jalan lain, perjuangan lain yang tidak kalah baiknya untuk saya, Insha Allah. Harus ikhlas.Ya, harus ikhlas!
Berhenti mengecam kegelapan. Nyalakan lilin.
Ini negeri besar dan akan lebih besar. Sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu.
Oleh karena itu, dengan segala rasa iri dan cemburu tak menentu pada para calon pejuang SM3T yang telah dinyatakan lulus, saya ucapkan, selamat berjuang teman-teman. Kalian adalah orang-orang pilihan, orang-orang yang punya kesempatan menyalakan lilin dan menyebarkan sinarnya pada pendidikan di Indonesia. Ingat, tidak semua orang beruntung mendapatkan kesempatan yang sangat berharga ini. Jangan pernah sia-siakan, oke! Mengajar, mendidik, dan mengabdilah di daerah tugas kalian masing-masing dengan sebaik-baiknya. Merdeka! Mabruk! Semangaaaaaatttt!!!

Dengan belajar Anda akan mengajar, dengan mengajar Anda akan belajar.

9/19/2012 10:26:00 PM Desi YuLiana
Senin (17 September 2012) lalu termasuk hari yang cukup bersejarah bagi saya. Hari itu, dengan segala perang di pikiran melawan keinginan dan kenyataan, dengan berat hati saya langkahkan kaki menuju gedung FKIP Unsyiah, tepatnya ke ruang sekretariat SM3T. Tujuan saya hari itu hanya satu: mengundurkan diri aka mencabut nama saya dari mereka--para pejuang pendidikan--yang dinyatakan lulus menjadi guru kontrak SM3T.

Well, SM3T. Mungkin masih banyak yang asing dengan singkatan itu, termasuk saya sendiri. Mulai tahu tentang SM3T ini di bulan Juni lalu, saat masih panas-panasnya membicarakan 'pekerjaan' dengan teman-teman sebaya yang senasib tak sepenanggungan (baca: pengangguran). SM3T ini lebih kurang sama dengan kegiatan 'Indonesia Mengajar' yang sepertinya sudah jauh lebih terkenal dan lebih terdengar gaungnya di seantero Indonesia. Bedanya, SM3T ini program resmi dan dibiayai sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. 
Program SM-3T adalah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru.
Tujuannya dan intinya satu: penyamarataan pendidikan!
“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah "dosa" setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.” ― Anies Baswedan, Indonesia Mengajar 
Sebagai seseorang yang telah dan pernah mendapatkan pendidikan yang layak, Sarjana Pendidikan mana yang tidak tergerak hatinya untuk bisa ikut ambil bagian dari program SM3T ini? Apalagi didukung dengan adanya janji beasiswa penuh PPG setelah setahun pengabdian. Ini kesempatan yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Maka itu, saya mau! Sangat mau! 

Setelah beberapa kali membaca dan mencari info sebanyak-banyaknya terkait penerimaan peserta SM3T dan meyakinkan diri bahwa niat di hati sejalan dengan tujuan dari program ini, langkah selanjutnya yang saya rasa agak berat adalah menyampaikan niat ini kepada orang tua. Perkiraan saya benar, Ayah tidak mengizinkan. Alasannya karena ayah tahu betul bahwa saya tidak akan sanggup hidup di daerah terpencil dan jauh dari orang tua. #JLEB! Padahal.. Kita tidak pernah tahu kalau belum mencobanya kan? Bukankah selama masih aktif di kegiatan PRAMUKA di SMA dulu saya 'lolos' dan baik-baik saja saat ikut kegiatan perkemahan, penjelajahan, dan sebagainya? Saat SMA juga, saya pernah ikut kegiatan PKM organisasi PII di desa terpencil selama satu minggu, dan semuanya baik-baik saja. PRAMUKA atau kegiatan organisasi itu memang berbeda dengan SM3T ini, tapi begitulah saya meyakinkan ayah bahwa setidaknya saya yakin saya bisa, dan saya sanggup untuk keluar dari zona aman ini. Dan izin itu tetap tidak saya dapatkan.

*galau tingkat nggak bisa makan ayam goreng selama tujuh bulan* #eh

Satu bulan sejak gagal mendaftar menjadi salah satu peserta SM3T, bantuan Allah datang secara tiba-tiba. Bunda, dengan begitu semangatnya mengabarkan dan memperlihatkan salah satu berita di koran Serambi yang berjudul 'FKIP Unsyiah kembali membuka pendaftaran peserta SM3T tahap II'. Entah kenapa, Bunda yang saat saya meminta izin sebulan lalu itu hanya diam saja kali ini kelihatan begitu bersemangat menyarankan saya untuk ikut serta. Ayah? Secara tiba-tiba menanyakan keterangan lebih lanjut tentang SM3T (setelah membaca berita itu) terkait daerah tujuan penempatan--yang saat itu masih tertera di Aceh--dan akhirnya menganggukkan kepalanya--mengizinkan saya mendaftar--saat saya meminta izinnya kembali. Alhamdulillah. Ini salah satu keajaiban.

Singkat cerita, akhirnya nama saya resmi terdaftar sebagai salah satu calon peserta program SM3T. Ujian online secara serentak se-Indonesia dilaksanakan dan Alhamdulillah, saya termasuk dari 46% peserta dari Aceh yang lulus. Satu jalan sudah terbuka dan terasa semakin dekat dengan perjuangan itu. Namun, berhubung saat itu saya sudah mulai aktif kuliah di pasca sarjana, ada sedikit rasa ragu yang tiba-tiba muncul. Bagaimana saya akan menjalaninya? Bisakah nantinya saya mengabdi di daerah 3T sambil kuliah? Maka itu, saya sangat berharap mendapat 'tugas' di daerah Aceh yang terjangkau untuk bisa pulang pergi ke Banda Aceh setiap minggunya. 

Hidup ini pilihan. Kadang kita dipilih, kadang kita memilih. Terkadang kita dihadapkan pada dua hal, dua hal yang benar-benar kita inginkan, tapi tentu saja kita tidak bisa memiliki keduanya dalam waktu yang bersamaan, kita harus memilih salah satunya saja. Dari situ saya mulai terpikir bahwa nantinya akan ada satu yang saya korbankan. SM3T atau kuliah S2 ini. Walaupun rasanya berat dan seperti tidak mungkin meninggalkan kuliah yang baru saja akan dimulai, seluruh berkas/dokumen kelengkapan seleksi wawancara tetap saya persiapkan. Lumayan banyak. Butuh perjuangan yang tidak sedikit untuk mempersiapkan semua berkasnya. Yang paling menggelisahkan dan membuat diri curiga adalah adanya surat pernyataan bersedia di tempatkan di seluruh daerah NKRI yang harus ditanda-tangani oleh orang tua plus dibubuhkan materai, nah lho? *khawatir tingkat mahasiswa mau sidang akhir*. Tapi.. masih tetap berharap, Aceh termasuk daerah 'pelemparan' kami nantinya.

Walau sedikti ragu, saya kirimkan juga file scan-an berkas yang diminta ke-email panitia, maka dari situ saya tidak bisa mundur lagi. Apapun dan bagaimana pun itu saya harus yakin dan tetap ikut seleksi wawancara. Dan di sanalah semuanya terbongkar. Saat wawancara yang sepertinya lebih tepat di sebut FGD (diskusi kelompok) itu kami--para peserta--diberikan selembar kertas yang harus diisi dengan biodata dan di sana tertera 4 daerah tujuan penempatan yang harus kami pilih. Tidak ada Aceh saudara-saudara, tidak ada! Yang ada hanya Kepulauan Natuna dan Anambas - Riau, salah satu kabupaten di NTT dan Kalimantan Barat. Jleb! Bagaimana ini? Ottokae? 

Saya mulai linglung, ragu. Di sudut hati yang paling dalam (eaaaa) saya memilih maju, dan berharap ayah akan tetap mengizinkan walaupun nantinya saya harus mengabdi di luar Aceh. Yang saya khawatirkan saat itu hanya bagaimana nasib kuliah S2 saya? Bagaimana? Tidak ada jawaban! Yang ada hanya bisikan untuk terus maju dan tidak menyatakan mundur saat pewawancara menanyai kami satu-persatu. Saya benar-benar ingin ikut program SM3T ini. Saya benar-benar ingin keluar dari zona aman dan bisa ikut berjuang mengajar plus mengabdi di daerah-daerah tertinggal itu. Sekalipun itu harus keluar Aceh. Ya! Bukankah itu tantangan yang sebenarnya? Bukankah itu arti dari keluar dari zona aman yang sebenarnya? Maka saya semakin yakin untuk maju, lantas memilih Kepulauan Natuna sebagai pilihan pertama dan Kepulauan Anambas sebagai pilihan kedua. Toh, semua anak-anak di luar Aceh sana juga berhak mendapatkan pendidikan!

sumber: https://indonesiamengajar.org/
sumber: https://indonesiamengajar.org/

Selesai wawancara, sebab bertemu dengan teman-teman yang mengeluhkan daerah penempatan yang tidak ada Acehnya itu, penggalauan itu muncul lagi. Ah, betapa tidak konsistennya hati saya. Jika mereka mengeluhkan dan ragu maju karena daerah penempatan, saya ragu karena kuliah S2, izin orang tua sama sekali tidak terpikirkan saat itu. Hanya ada dua pilihan untuk masa depan saya: SM3T atau lanjut S2? SM3T atau S2? SM3T atau S2? Masya Allah.. Galau-segalau-galaunya.

Sampai akhirnya, titik terang itu muncul. Ayah jelas menyatakan keberatannya atas daerah penempatan yang di luar Aceh itu, dan itu juga berkaitan dengan sudah mulai masuknya perkuliahan S2 saya yang sayang jika harus ditinggalkan. Singkat cerita, keinginan yang menggebu-gebu untuk dapat mengabdi dan merasakan pengalaman baru itu akhirnya harus saya kubur dalam-dalam. Bukankah izin dan ridha orang tua adalah yang utama? Baiklah. Saya memilih berhenti dan mengundurkan diri. Mungkin memang belum waktunya saya melewati jalan itu. Allah Maha Tahu, Allah tahu jalan terbaik untuk hamba-Nya, dan saya yakin Allah merencanakan jalan lain, perjuangan lain yang tidak kalah baiknya untuk saya, Insha Allah. Harus ikhlas.Ya, harus ikhlas!
Berhenti mengecam kegelapan. Nyalakan lilin.
Ini negeri besar dan akan lebih besar. Sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu.
Oleh karena itu, dengan segala rasa iri dan cemburu tak menentu pada para calon pejuang SM3T yang telah dinyatakan lulus, saya ucapkan, selamat berjuang teman-teman. Kalian adalah orang-orang pilihan, orang-orang yang punya kesempatan menyalakan lilin dan menyebarkan sinarnya pada pendidikan di Indonesia. Ingat, tidak semua orang beruntung mendapatkan kesempatan yang sangat berharga ini. Jangan pernah sia-siakan, oke! Mengajar, mendidik, dan mengabdilah di daerah tugas kalian masing-masing dengan sebaik-baiknya. Merdeka! Mabruk! Semangaaaaaatttt!!!

Dengan belajar Anda akan mengajar, dengan mengajar Anda akan belajar.

Tuesday, September 11, 2012

Setelah berkutat selama 2 minggu menghadapi matrikulasi belajar Matematika full dari pagi sampai sore, Alhamdulillah akhirnya Bunda takluk juga dengan rayuan 'refreshing' ke laut hari Minggu lalu. Pilihan jatuh pada si eksotik pantai Lhoknga. Rindu yang luar biasa pada keindahan pantainya memanggil saya ke sana. Dan here we are.. Lhokngaaaaa!

Penampakan Lhoknga dari atas bukit Desa Mamplan
 
Anak Gahul Banda
 
Uri Omma :D

 ~ \(^^) /~

9/11/2012 08:48:00 PM Desi YuLiana
Setelah berkutat selama 2 minggu menghadapi matrikulasi belajar Matematika full dari pagi sampai sore, Alhamdulillah akhirnya Bunda takluk juga dengan rayuan 'refreshing' ke laut hari Minggu lalu. Pilihan jatuh pada si eksotik pantai Lhoknga. Rindu yang luar biasa pada keindahan pantainya memanggil saya ke sana. Dan here we are.. Lhokngaaaaa!

Penampakan Lhoknga dari atas bukit Desa Mamplan
 
Anak Gahul Banda
 
Uri Omma :D

 ~ \(^^) /~

Duhai mata..
Kau itu jendela utama aku menatap dunia.
Tetaplah bernyawa, hingga jantungku mengakhiri nadanya...

Duhai telinga..
Kau itu jalan utama aku menerima suara.
Tetaplah berirama, hingga paru-paruku tak lagi menampung udara...

Duhai mulut yang dibagi dua..
Kau itu pintu utama aku menyampaikan rasa.
Tetaplah terjaga, hingga otakku tak sanggup lagi mengatur raga...

Duhai jiwa..
Kau itu taman sementara manusia.
Tetaplah menghamba, hingga yang Kuasa mengajakmu pulang pada-Nya...

Duhai kita..
Siapkah jika harus meninggalkan dunia? ...


9/11/2012 07:42:00 PM Desi YuLiana
Duhai mata..
Kau itu jendela utama aku menatap dunia.
Tetaplah bernyawa, hingga jantungku mengakhiri nadanya...

Duhai telinga..
Kau itu jalan utama aku menerima suara.
Tetaplah berirama, hingga paru-paruku tak lagi menampung udara...

Duhai mulut yang dibagi dua..
Kau itu pintu utama aku menyampaikan rasa.
Tetaplah terjaga, hingga otakku tak sanggup lagi mengatur raga...

Duhai jiwa..
Kau itu taman sementara manusia.
Tetaplah menghamba, hingga yang Kuasa mengajakmu pulang pada-Nya...

Duhai kita..
Siapkah jika harus meninggalkan dunia? ...


Monday, August 13, 2012


Mungkin ada pembaca yang bertanya-tanya, ada apa gerangan postingan di blog ini dibuka dengan salam dan gambar muslimah plus senyumannya yang begitu sumringahnya, seperti gambar di atas? Aih, saudara-saudara, Thanks to Allah. Pagi ini, tepatnya karena satu peristiwa super langka yang terjadi subuh tadi, saya sedang cukup berbahagia. Jawaban atas pertanyaan saya pada-Nya sebelum menutup mata tadi malam saya dapatkan hari ini. Alhamdulillah..

Dialah 'Keajaiban Sedekah'. Siapa sih yang belum tahu bahwa sedekah merupakan salah satu jalan yang dijanjikan Allah untuk memancing rezeki? Siapa juga yang belum tahu bahwa lewat sedekah, kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan? Itu janji Allah lho teman-teman, tidak perlu ada keraguan pada-Nya.

Mengutip postingan dari uswahislam.blogspot.com, dituliskan di sana bahwa dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW banyak menjelaskan tentang keajaiban sedekah.

Beberapa keajaiban sedekah itu diantaranya:

1. Sedekah bisa melepaskan pelakunya dari bencana. Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya sedekah dapat menolak 70 pintu bencana."
2. Sedekah merupakan obat penyakit pada tubuh. Rasulullah SAW bersabda,
"Obatilah penyakitmu dengan bersedekah."
3. Sedekah sebagai benteng buat diri kita. Rasulullah SAW bersabda,
"Bentengilah harta bendamu dengan sedekah."
4. Sedekah sebagai pemadam kemurkaan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah dapat menutup kemurkaan Allah."
5. Sedekah bisa menambah keakraban sesama muslim. Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah adalah hadiah. Maka, berikanlah hadiah kepada teman pergaulanmu dan berkasih sayanglah kalian dengan saling memberi sedekah."
6. Sedekah dapat menambah umur. Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah dapat menolak musibah serta dapat menambah keberkahan umur."
7. Sedekah mampu menanamkan rasa belas kasihan dalam hati. Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa mendapatkan kesedihan hati, maka berikanlah sedekah."
8. Sedekah sebagai syafaat kelak di akhirat. Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya yang akan menaungi orang mukmin pada hari kiamat kelak adalah sedekah."
9. Sedekah menuai pahala yang teramat besar. Dalam sebuah atsar disebutkan,
"Barang siapa bersedekah dengan sebiji tamar, kelak di hari kiamat dia akan mendapat pahala sebesar gunung yang berada di atas timbangan amalnya."
10. Sedekah sebagai wasilah menambah rezeki. Rasululah SAW bersabda,
"Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan akan bertambah, akan bertambah, dan akan bertambah."



Nah, itu dia beberapa keutamaan sedekah berdasarkan Hadits Nabi Muhammad SAW. Percaya? Iya! Saya pribadi sangat mempercayai bahwa sedekah punya kekuatan untuk mendatangkan rezeki pada para pelakunya (eh, para pemberi sedekah maksudnya). Allah berjanji akan melipatgandakan balasan kepada kita yang merelakan harta kita untuk bersedekah. Balasan dari-Nya itu bisa 2x lipat, 10x lipat, bahkan 700x lipat! Subhanallah! Nggak perlu ragu, bukti cerita-cerita tentang keajaiban sedekah ini banyaknya tak terhitung dan sudah tersebar di seantero dunia. 

Nah, berhubung ini masih bulan Ramadhan, ada baiknya kita meningkatkan 'intensitas, kuantitas dan kualitas' sedekah kita. Kenapa? Karena memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan merupakan salah satu anjuran Rasulullah SAW. Salah satu alasannya adalah karena bersedekah di bulan ini lebih dahsyat dibanding sedekah di bulan lainnya. Mau? Yuk ah, sedekah!


Seandainya si uang bisa ngomong, dia akan protes keras sama kita. Kenapa dia lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang tidak terlalu berguna. Untuk beli baju baru, padahal tumpukan baju di lemari sudah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata saking banyaknya. Untuk makan di restoran mahal hampir setiap hari, padahal di sudut kota sana banyak mereka yang bahkan sesuap nasi pun tidak punya. Untuk membeli petasan, padahal di sekitar banyak yang banting tulang demi satu dua lembar uang ribuan, dan sebagainya. Jleb!

 

"Kita sering mengejar kekayaan, tapi dengan cara berlari meninggalkan Dia Yang Maha Menggenggam Kekayaan." - PencintaSedekah
"Jika merasa kekurangan bersedekahlah, Insya Allah setelahnya akan didapat kelebihan atas ridho-Nya." - PencintaSedekah

Saya pribadi bisa percaya akan keajaiban sedekah ini karena telah merasakan sendiri bagaimana balasan atas janji yang Allah berikan itu. Subhanallah. Luar biasa saudara-saudara! Apa dan bagaimana keajaibannya tidak perlu diungkapkan di sini. Teman-teman bisa merasakannya sendiri nanti. So, mulai dari sekarang, mumpung masih Ramadhan, balasan berlipat-lipat ganda sedang menanti kita. Jangan tunggu kepepet baru sedekah, jangan takut berbagi jika tidak ingin musibah. Tapi ingat, tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu ya teman-teman, hehehe. 



Semangat sedekah! (˘-˘)ง


Sumber gambar: Komik Muslimah

Alhamdulillah, postingan ini mendapat award dari Komik Muslimah \(^^)/
Arigatou gozaimasu buat Mbak Dhiba :)

 

8/13/2012 06:15:00 PM Desi YuLiana

Mungkin ada pembaca yang bertanya-tanya, ada apa gerangan postingan di blog ini dibuka dengan salam dan gambar muslimah plus senyumannya yang begitu sumringahnya, seperti gambar di atas? Aih, saudara-saudara, Thanks to Allah. Pagi ini, tepatnya karena satu peristiwa super langka yang terjadi subuh tadi, saya sedang cukup berbahagia. Jawaban atas pertanyaan saya pada-Nya sebelum menutup mata tadi malam saya dapatkan hari ini. Alhamdulillah..

Dialah 'Keajaiban Sedekah'. Siapa sih yang belum tahu bahwa sedekah merupakan salah satu jalan yang dijanjikan Allah untuk memancing rezeki? Siapa juga yang belum tahu bahwa lewat sedekah, kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan? Itu janji Allah lho teman-teman, tidak perlu ada keraguan pada-Nya.

Mengutip postingan dari uswahislam.blogspot.com, dituliskan di sana bahwa dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW banyak menjelaskan tentang keajaiban sedekah.

Beberapa keajaiban sedekah itu diantaranya:

1. Sedekah bisa melepaskan pelakunya dari bencana. Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya sedekah dapat menolak 70 pintu bencana."
2. Sedekah merupakan obat penyakit pada tubuh. Rasulullah SAW bersabda,
"Obatilah penyakitmu dengan bersedekah."
3. Sedekah sebagai benteng buat diri kita. Rasulullah SAW bersabda,
"Bentengilah harta bendamu dengan sedekah."
4. Sedekah sebagai pemadam kemurkaan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah dapat menutup kemurkaan Allah."
5. Sedekah bisa menambah keakraban sesama muslim. Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah adalah hadiah. Maka, berikanlah hadiah kepada teman pergaulanmu dan berkasih sayanglah kalian dengan saling memberi sedekah."
6. Sedekah dapat menambah umur. Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah dapat menolak musibah serta dapat menambah keberkahan umur."
7. Sedekah mampu menanamkan rasa belas kasihan dalam hati. Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa mendapatkan kesedihan hati, maka berikanlah sedekah."
8. Sedekah sebagai syafaat kelak di akhirat. Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya yang akan menaungi orang mukmin pada hari kiamat kelak adalah sedekah."
9. Sedekah menuai pahala yang teramat besar. Dalam sebuah atsar disebutkan,
"Barang siapa bersedekah dengan sebiji tamar, kelak di hari kiamat dia akan mendapat pahala sebesar gunung yang berada di atas timbangan amalnya."
10. Sedekah sebagai wasilah menambah rezeki. Rasululah SAW bersabda,
"Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan akan bertambah, akan bertambah, dan akan bertambah."



Nah, itu dia beberapa keutamaan sedekah berdasarkan Hadits Nabi Muhammad SAW. Percaya? Iya! Saya pribadi sangat mempercayai bahwa sedekah punya kekuatan untuk mendatangkan rezeki pada para pelakunya (eh, para pemberi sedekah maksudnya). Allah berjanji akan melipatgandakan balasan kepada kita yang merelakan harta kita untuk bersedekah. Balasan dari-Nya itu bisa 2x lipat, 10x lipat, bahkan 700x lipat! Subhanallah! Nggak perlu ragu, bukti cerita-cerita tentang keajaiban sedekah ini banyaknya tak terhitung dan sudah tersebar di seantero dunia. 

Nah, berhubung ini masih bulan Ramadhan, ada baiknya kita meningkatkan 'intensitas, kuantitas dan kualitas' sedekah kita. Kenapa? Karena memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan merupakan salah satu anjuran Rasulullah SAW. Salah satu alasannya adalah karena bersedekah di bulan ini lebih dahsyat dibanding sedekah di bulan lainnya. Mau? Yuk ah, sedekah!


Seandainya si uang bisa ngomong, dia akan protes keras sama kita. Kenapa dia lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang tidak terlalu berguna. Untuk beli baju baru, padahal tumpukan baju di lemari sudah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata saking banyaknya. Untuk makan di restoran mahal hampir setiap hari, padahal di sudut kota sana banyak mereka yang bahkan sesuap nasi pun tidak punya. Untuk membeli petasan, padahal di sekitar banyak yang banting tulang demi satu dua lembar uang ribuan, dan sebagainya. Jleb!

 

"Kita sering mengejar kekayaan, tapi dengan cara berlari meninggalkan Dia Yang Maha Menggenggam Kekayaan." - PencintaSedekah
"Jika merasa kekurangan bersedekahlah, Insya Allah setelahnya akan didapat kelebihan atas ridho-Nya." - PencintaSedekah

Saya pribadi bisa percaya akan keajaiban sedekah ini karena telah merasakan sendiri bagaimana balasan atas janji yang Allah berikan itu. Subhanallah. Luar biasa saudara-saudara! Apa dan bagaimana keajaibannya tidak perlu diungkapkan di sini. Teman-teman bisa merasakannya sendiri nanti. So, mulai dari sekarang, mumpung masih Ramadhan, balasan berlipat-lipat ganda sedang menanti kita. Jangan tunggu kepepet baru sedekah, jangan takut berbagi jika tidak ingin musibah. Tapi ingat, tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu ya teman-teman, hehehe. 



Semangat sedekah! (˘-˘)ง


Sumber gambar: Komik Muslimah

Alhamdulillah, postingan ini mendapat award dari Komik Muslimah \(^^)/
Arigatou gozaimasu buat Mbak Dhiba :)

 

Ohayo Gozaimasu, Minna! (^^)/
Sumimasen for the late update untuk postingan kartun ramadhan part 3 ini. Makelumlah, beberapa hari terakhir si empunya blog sedang disibukkan dengan persiapan (baca: belajar) buat ujian 'SNMPTN season tua' (baca: ujian masuk pasca sarjana) dan beberapa kesibukan lainnya (eaaa, sok sibuk bener!). By the way, hari ini pengumuman kelulusannya lho, mari kita doakan semoga saya lulus dan kembali terdaftar sebagai mahasiswa. Amin.. 

Well, sangat tidak terasa ya, Ramadhan sudah memasuki hari ke-25. What? 25? *shock terapi*.
Eh, iya saudara-saudara. Ini hari ke-25 Ramadhan (bagi yang memulainya di tanggal 20 Juli lalu), dan Hari Raya Idul Fitri Insha Allah akan menghampiri kita dalam empat hari ke depan. Coba kita muhasabah diri sejenak. Bagaimana hari-hari terakhir ramadhan kita? Berapa juz Al-quran yang telah kita baca? Berapa banyak sedekah yang telah kita keluarkan? Adakah peningkatan dalam ibadah-ibadah kita? #Jleb! *kemudian hening*.

Baiklah saudara-saudara, tanpa memperpanjang mukadimah, inilah dia bagian terakhir dari si kartun Ramadhan yang pesan-pesannya setia menemani kita selama menjalani bulan Ramadhan yang selalu penuh berkah ini. Eaaaa. Cekidot!




Terima kasih kepada pihak Brotherhood Arts yang telah menghasilkan karya yang kreatif ini. Jangan lupa singgah di facebook page mereka. 

Semangat sepuluh terakhir! (ง`▽´)ง


8/13/2012 04:38:00 PM Desi YuLiana
Ohayo Gozaimasu, Minna! (^^)/
Sumimasen for the late update untuk postingan kartun ramadhan part 3 ini. Makelumlah, beberapa hari terakhir si empunya blog sedang disibukkan dengan persiapan (baca: belajar) buat ujian 'SNMPTN season tua' (baca: ujian masuk pasca sarjana) dan beberapa kesibukan lainnya (eaaa, sok sibuk bener!). By the way, hari ini pengumuman kelulusannya lho, mari kita doakan semoga saya lulus dan kembali terdaftar sebagai mahasiswa. Amin.. 

Well, sangat tidak terasa ya, Ramadhan sudah memasuki hari ke-25. What? 25? *shock terapi*.
Eh, iya saudara-saudara. Ini hari ke-25 Ramadhan (bagi yang memulainya di tanggal 20 Juli lalu), dan Hari Raya Idul Fitri Insha Allah akan menghampiri kita dalam empat hari ke depan. Coba kita muhasabah diri sejenak. Bagaimana hari-hari terakhir ramadhan kita? Berapa juz Al-quran yang telah kita baca? Berapa banyak sedekah yang telah kita keluarkan? Adakah peningkatan dalam ibadah-ibadah kita? #Jleb! *kemudian hening*.

Baiklah saudara-saudara, tanpa memperpanjang mukadimah, inilah dia bagian terakhir dari si kartun Ramadhan yang pesan-pesannya setia menemani kita selama menjalani bulan Ramadhan yang selalu penuh berkah ini. Eaaaa. Cekidot!




Terima kasih kepada pihak Brotherhood Arts yang telah menghasilkan karya yang kreatif ini. Jangan lupa singgah di facebook page mereka. 

Semangat sepuluh terakhir! (ง`▽´)ง


Sunday, August 5, 2012

"Palestina? Lagi-lagi Palestina! Ada apa sih dengan Palestina? Masalah di negeri kita udah sangat banyak, ngapain juga capek-capek ngurusin Palestina? Mendingan kita perbaiki masalah di Indonesia dulu!"
Nggak bisa dipungkiri, komentar-komentar di atas masih cukup sering terdengar saat ada yang mengkampanyekan 'pembebasan Palestina' dan sejenisnya. Miris? Sayangnya iya. Memang benar, masalah di negeri kita kelewatan banyaknya, tapi lantas hal itu tidak bisa membebaskan kita dari kewajiban kita akan kepedulian pada saudara-saudara kita di tanah suci sana. Ibaratnya dalam keseharian, tiap keluarga kita pasti punya problematika nya tersendiri, tapi bukan berarti kita hanya fokus pada keluarga kita dan tidak peduli pada permasalahan teman-teman atau orang-orang di sekitar kita kan? Mau gak mau, sadar gak sadar, sengaja ataupun tidak, kita pasti terlibat dalam 'pemecahan' masalah teman-teman kita. Begitu juga harusnya sikap kita pada Palestina!


Postingan kali ini merupakan copy-paste dari selebaran yang disebarkan oleh panitia KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina) dalam Safari Ramadhan Wilayah Aceh, yang diisi oleh salah seorang Syeikh dari Palestina di Masjid Oman - Banda Aceh tadi pagi. Karena Palestina adalah saudara kita, maka merupakan kewajiban kita untuk selalu peduli pada mereka. Save Palestine!
Ketika tanah mereka dirampas. Kita sedang sibuk mencari-cari investasi masa depan. 
Ketika rumah-rumah dan bangunan mereka diratakan dengan tanah, kita sedang membikin maket dan sketsa rumah mewah. 
Ketika mereka menjatah siapa yang harus makan, kita sedang berpesta pora dalam kemewahan. 
Ketika mereka menutup telinga karena desingan peluru dan hingar bingar perang, kita sedang menikmati dentuman alunan musik cadas. 
Ketika mereka sedang kedinginan & mencari tempat tidur & berteduh, kita sedang berselimutkan selimut tebal karena dinginnya AC. 
Ketika mereka menangis, kita sedang tertawa lebar melihat pelawak di televisi. 
Ketika mereka terabaikan..
Ketika mereka tak lagi terdengar..
Ketika mereka tak lagi kita pedulikan.. 
Ketika mereka tak terkabarkan..
Ketika mereka terlupakan.. 
Ketika mereka ... PALESTINA!

Pertanyaan klasik: 
Mengapa kita membantu Palestina? Well, paling tidak ada 4 jawaban atas pertanyaan ini:

1. Sesuai dengan paragraph pertama Pembukaan UUD 1945:
"Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.."
Palestina adalah satu-satunya negara terjajah di dunia yang katanya modern ini. Penjajahan suatu bangsa terhadap bangsa lainnya adalah sangat tercela dan harus dihentikan. Sebagai bangsa yang merasakan penjajahan bangsa asing, kita harus bergerak dan berjuang untuk menghentikan penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina.

2. Bangsa Palestina sangat aktif mendorong negara-negara Arab untuk mengakui kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 dan menggalang berbagai dukungan untuk membantu kita menghadapi Agresi Militer Belanda. Peduli terhadap bangsa Palestina adalah bentuk rasa terima kasih kita sebagai bangsa yang telah merdeka.

3. Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsha adalah masjid suci, sama dengan Masjid Al-Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Membela dan mensucikan Masjid Al-Aqsha dari pelecehan serta penistaan Zionis Israel adalah sebuah kewajiban! 

4. Sikap antipati dan berdiam diri terhadap penindasan kemanusiaan adalah sikap yang sangat tidak terpuji. Dimanakah nurani saat sebuah bangsa ditindas dan dianiaya di atas tanahnya sendiri? Dimanakah akal sehat saat mereka yang mencoba berjuang membela harga diri bangsanya justru dipandang sebagai teroris? Dimanakah rasa kemanusiaan saat anak-anak dan perempuan dibantai tanpa ampun? 

Apa yang sebenarnya sedang terjadi di Palestina?
- Penjajahan bangsa Yahudi dari berbagai negara terhadap bangsa Palestina yang beragama Islam dan kristen.
Gambar ini menjelaskan bagaimana perkembangan wilayah Israel (warna putih) dari waktu ke waktu.
- Yang terjadi di Palestina adalah aksi teror sebuah negara dan bangsa terhadap bangsa lain. Zionis Israel tak segan menangkap, menculik, mengusir paksa, membunuh bahkan memborbardir bangsa Palestina tanpa alasan. Israel tak peduli apakah korbannya adalah pemimpin bangsa Palestina, anak-anak, perempuan, dan lanjut usia. Mereka tak pernah pandang bulu.

- Penistaan terus menerus terhadap Masjid Suci Al-Aqsha; tempat Rasulullah SAW Mi'raj ke Sidratul Muntaha. Zionis Israel bahkan berusaha untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha dengan menggali terowongan-terowongan di bawahnya, dengan harapan fondasi Masjid akan runtuh.


- Israel juga membangun tembok "Apartheid' yang membelah Tepi Barat, khususnya kota Al-Quds. Tembok ini membentang sepanjang 750 km dan tinggi 8 m; 2 kali lipat tinggi Tembok Berlin.Tembok ini memiliki lebar antara 30 - 100 m dan terbuat dari campuran semen dan baja.


Adanya tembok ini menjadikan Tepi Barat seperti penjara terbesar di dunia, dengan jutaan manusia terperangkap di dalamnya.

Sebagai manusia plus umat Islam, masih bisakah kita berdiam diri melihat penjajahan Israel terhadap Masjid Al-Aqsha dan Palestina, kawans? Ayolah, buka mata, buka hati, pancing kepedulian kita.

Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu Palestina?

Ada banyak cara kawans. Diantaranya:
  1. Kirim doa! Sebut nama mereka di setiap doa yang kita minta kepada Allah. Rutinkan, selalu, dan jangan pernah lupa!
  2. Sedekah, infak, dan donasi kemanusiaan. Bukan hanya doa dan sokongan moral yang mereka butuhkan, Palestina juga sangat membutuhkan bantuan dana kemanusiaan untuk melawan Zionis Israel. Sisihkan sedikit rezeki yang Allah berikan kepada kita untuk mereka.
  3. Selalu sebarkan informasi dan sampaikan tentang Palestina kepada teman-teman dan lingkungan sekitar kita.
  4. Cara yang paling efektif adalah dengan memboikot produk--produk Israel dan pendukungnya. Boikot di sini berarti menghentikan pembelian dan pemakaian produk tersebut. Tanpa kita sadari, uang yang kita keluarkan untuk membeli produk-produk tertentu ternyata digunakan oleh Israel untuk membeli peluru dan senjata-senjata canggih untuk memusnahkan Palestina. Satu produk yang kita beli berarti satu peluru untuk Palestina. Mau? Enggak kan? 
Boikot ini mungkin memang sedikit susah bagi kita karena ketergantungan dan kebiasaan kita menggunakan produk-produk Israel dan pendukungnya itu (Amerika, Rusia, Eropa). Tapi, susah bukan berarti nggak mungkin kan? Kalau kita benar-benar berniat, dan mencoba melakukannya pelan-pelan, Insha Allah, memboikot produk Israel itu akan cukup mudah kita lakukan. Ini untuk memberikan efek jera pada Israel dan negara-negara pendukungnya. Nah, apa aja produk yang harus kita boikot? Bisa teman-teman cek dari gambar di bawah ini:

Merek-merek yang membiayai penjajahan Israel atas Palestina.



  • Untuk info lebih lengkap tentang produk-produk yang harus diboikot ini, teman-teman bisa mengeceknya langsung di Boycott Israel
  • Buat teman-teman yang ingin tahu lebih banyak tentang Palestina,coba baca bukunya Shofwan Al Banna 'Palestine, Emang Gue Pikirin!'. Info yang tertulis di sana cukup lengkap, disajikan dengan gaya bahasa yang cukup ringan, dan isinya sangat mengena!
  • Situs Komite Nasional untuk Rakyat Palestina --> www.knrp.or.id atau www.knrp.org
Ayo peduli! Dan mari kita buang jauh-jauh slogan cemen 'Palestine? Emang Gue Pikirin!'. Save Palestine!
 

8/05/2012 08:12:00 AM Desi YuLiana
"Palestina? Lagi-lagi Palestina! Ada apa sih dengan Palestina? Masalah di negeri kita udah sangat banyak, ngapain juga capek-capek ngurusin Palestina? Mendingan kita perbaiki masalah di Indonesia dulu!"
Nggak bisa dipungkiri, komentar-komentar di atas masih cukup sering terdengar saat ada yang mengkampanyekan 'pembebasan Palestina' dan sejenisnya. Miris? Sayangnya iya. Memang benar, masalah di negeri kita kelewatan banyaknya, tapi lantas hal itu tidak bisa membebaskan kita dari kewajiban kita akan kepedulian pada saudara-saudara kita di tanah suci sana. Ibaratnya dalam keseharian, tiap keluarga kita pasti punya problematika nya tersendiri, tapi bukan berarti kita hanya fokus pada keluarga kita dan tidak peduli pada permasalahan teman-teman atau orang-orang di sekitar kita kan? Mau gak mau, sadar gak sadar, sengaja ataupun tidak, kita pasti terlibat dalam 'pemecahan' masalah teman-teman kita. Begitu juga harusnya sikap kita pada Palestina!


Postingan kali ini merupakan copy-paste dari selebaran yang disebarkan oleh panitia KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina) dalam Safari Ramadhan Wilayah Aceh, yang diisi oleh salah seorang Syeikh dari Palestina di Masjid Oman - Banda Aceh tadi pagi. Karena Palestina adalah saudara kita, maka merupakan kewajiban kita untuk selalu peduli pada mereka. Save Palestine!
Ketika tanah mereka dirampas. Kita sedang sibuk mencari-cari investasi masa depan. 
Ketika rumah-rumah dan bangunan mereka diratakan dengan tanah, kita sedang membikin maket dan sketsa rumah mewah. 
Ketika mereka menjatah siapa yang harus makan, kita sedang berpesta pora dalam kemewahan. 
Ketika mereka menutup telinga karena desingan peluru dan hingar bingar perang, kita sedang menikmati dentuman alunan musik cadas. 
Ketika mereka sedang kedinginan & mencari tempat tidur & berteduh, kita sedang berselimutkan selimut tebal karena dinginnya AC. 
Ketika mereka menangis, kita sedang tertawa lebar melihat pelawak di televisi. 
Ketika mereka terabaikan..
Ketika mereka tak lagi terdengar..
Ketika mereka tak lagi kita pedulikan.. 
Ketika mereka tak terkabarkan..
Ketika mereka terlupakan.. 
Ketika mereka ... PALESTINA!

Pertanyaan klasik: 
Mengapa kita membantu Palestina? Well, paling tidak ada 4 jawaban atas pertanyaan ini:

1. Sesuai dengan paragraph pertama Pembukaan UUD 1945:
"Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.."
Palestina adalah satu-satunya negara terjajah di dunia yang katanya modern ini. Penjajahan suatu bangsa terhadap bangsa lainnya adalah sangat tercela dan harus dihentikan. Sebagai bangsa yang merasakan penjajahan bangsa asing, kita harus bergerak dan berjuang untuk menghentikan penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina.

2. Bangsa Palestina sangat aktif mendorong negara-negara Arab untuk mengakui kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 dan menggalang berbagai dukungan untuk membantu kita menghadapi Agresi Militer Belanda. Peduli terhadap bangsa Palestina adalah bentuk rasa terima kasih kita sebagai bangsa yang telah merdeka.

3. Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsha adalah masjid suci, sama dengan Masjid Al-Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Membela dan mensucikan Masjid Al-Aqsha dari pelecehan serta penistaan Zionis Israel adalah sebuah kewajiban! 

4. Sikap antipati dan berdiam diri terhadap penindasan kemanusiaan adalah sikap yang sangat tidak terpuji. Dimanakah nurani saat sebuah bangsa ditindas dan dianiaya di atas tanahnya sendiri? Dimanakah akal sehat saat mereka yang mencoba berjuang membela harga diri bangsanya justru dipandang sebagai teroris? Dimanakah rasa kemanusiaan saat anak-anak dan perempuan dibantai tanpa ampun? 

Apa yang sebenarnya sedang terjadi di Palestina?
- Penjajahan bangsa Yahudi dari berbagai negara terhadap bangsa Palestina yang beragama Islam dan kristen.
Gambar ini menjelaskan bagaimana perkembangan wilayah Israel (warna putih) dari waktu ke waktu.
- Yang terjadi di Palestina adalah aksi teror sebuah negara dan bangsa terhadap bangsa lain. Zionis Israel tak segan menangkap, menculik, mengusir paksa, membunuh bahkan memborbardir bangsa Palestina tanpa alasan. Israel tak peduli apakah korbannya adalah pemimpin bangsa Palestina, anak-anak, perempuan, dan lanjut usia. Mereka tak pernah pandang bulu.

- Penistaan terus menerus terhadap Masjid Suci Al-Aqsha; tempat Rasulullah SAW Mi'raj ke Sidratul Muntaha. Zionis Israel bahkan berusaha untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha dengan menggali terowongan-terowongan di bawahnya, dengan harapan fondasi Masjid akan runtuh.


- Israel juga membangun tembok "Apartheid' yang membelah Tepi Barat, khususnya kota Al-Quds. Tembok ini membentang sepanjang 750 km dan tinggi 8 m; 2 kali lipat tinggi Tembok Berlin.Tembok ini memiliki lebar antara 30 - 100 m dan terbuat dari campuran semen dan baja.


Adanya tembok ini menjadikan Tepi Barat seperti penjara terbesar di dunia, dengan jutaan manusia terperangkap di dalamnya.

Sebagai manusia plus umat Islam, masih bisakah kita berdiam diri melihat penjajahan Israel terhadap Masjid Al-Aqsha dan Palestina, kawans? Ayolah, buka mata, buka hati, pancing kepedulian kita.

Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu Palestina?

Ada banyak cara kawans. Diantaranya:
  1. Kirim doa! Sebut nama mereka di setiap doa yang kita minta kepada Allah. Rutinkan, selalu, dan jangan pernah lupa!
  2. Sedekah, infak, dan donasi kemanusiaan. Bukan hanya doa dan sokongan moral yang mereka butuhkan, Palestina juga sangat membutuhkan bantuan dana kemanusiaan untuk melawan Zionis Israel. Sisihkan sedikit rezeki yang Allah berikan kepada kita untuk mereka.
  3. Selalu sebarkan informasi dan sampaikan tentang Palestina kepada teman-teman dan lingkungan sekitar kita.
  4. Cara yang paling efektif adalah dengan memboikot produk--produk Israel dan pendukungnya. Boikot di sini berarti menghentikan pembelian dan pemakaian produk tersebut. Tanpa kita sadari, uang yang kita keluarkan untuk membeli produk-produk tertentu ternyata digunakan oleh Israel untuk membeli peluru dan senjata-senjata canggih untuk memusnahkan Palestina. Satu produk yang kita beli berarti satu peluru untuk Palestina. Mau? Enggak kan? 
Boikot ini mungkin memang sedikit susah bagi kita karena ketergantungan dan kebiasaan kita menggunakan produk-produk Israel dan pendukungnya itu (Amerika, Rusia, Eropa). Tapi, susah bukan berarti nggak mungkin kan? Kalau kita benar-benar berniat, dan mencoba melakukannya pelan-pelan, Insha Allah, memboikot produk Israel itu akan cukup mudah kita lakukan. Ini untuk memberikan efek jera pada Israel dan negara-negara pendukungnya. Nah, apa aja produk yang harus kita boikot? Bisa teman-teman cek dari gambar di bawah ini:

Merek-merek yang membiayai penjajahan Israel atas Palestina.



  • Untuk info lebih lengkap tentang produk-produk yang harus diboikot ini, teman-teman bisa mengeceknya langsung di Boycott Israel
  • Buat teman-teman yang ingin tahu lebih banyak tentang Palestina,coba baca bukunya Shofwan Al Banna 'Palestine, Emang Gue Pikirin!'. Info yang tertulis di sana cukup lengkap, disajikan dengan gaya bahasa yang cukup ringan, dan isinya sangat mengena!
  • Situs Komite Nasional untuk Rakyat Palestina --> www.knrp.or.id atau www.knrp.org
Ayo peduli! Dan mari kita buang jauh-jauh slogan cemen 'Palestine? Emang Gue Pikirin!'. Save Palestine!
 

Saturday, August 4, 2012

Konbanwa, Minna-san! (^^)/
Ceritanya begini, tadi pagi saat iseng bongkar-bongkar lemari buku, secara tak sengaja aku dipertemukan dengan buku ini: 



Buku apa itu? 
Bisa dikatakan itu sebuah #DreamBook
Nah lho? #DreamBook itu apa?
Oke, #DreamBook ini kalau aku nggak salah pertama kali dipopulerkan oleh Om Rangga Umara, penulis buku The Magic of Dream Book. Lalu #DreamBook ini semakin populer setelah dipromosikan oleh si burung zuper: Motty. 

Nggak tahu siapa itu Motty? Hari gini? #oops!

Bagi mereka yang aktif di dunia twitter, pastilah mengenal sosok si burung zuper Motty, sang motivator dan penulis buku Kicauan si Burung Zuper yang fenomenal. Kenapa dia bisa begitu fenomenal? Teman-teman bisa dapatkan jawabannya dengan mengecek langsung di timeline twitter nya --> MotivaTweet. Yang pasti, nggak akan pernah menyesal mengenal dan menjadi followernya. Ting!

Nah, buku di atas merupakan salah satu #DreamBook yang aku miliki di awal masa perkuliahan dulu. Isinya penuh dengan daftar target (target jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang), cita, keinginan, dan mimpi-mimpi ku saat itu. Selain itu, di buku itu juga banyak tertulis motivasi dan quote seputar dunia Literasi (dunia baca-tulis) dari penulis-penulis ternama. Hmm, betapa besarnya semangat menulisku waktu itu. Cukup berbeda dengan yang sekarang. *kemudian hening*.

Baiklah, postingan kali ini bersumber dari kicauan mengenai #DreamBook di akun twitter tadi pagi. Kicauan ini diniatkan untuk memancing kembali semangat juang tempo dulu plus mengingatkan diri akan betapa pentingnya memiliki sebuah #DreamBook demi melawan serangan lupa. Apa aja kicauannya? Here we go:
Bener kata si @MotivaTweet, otak kita merupakan anugrah yang sangat berharga. Tapi kadang kita menggunakannya untuk hal-hal sepele, seperti untuk mengingat-ingat. #DreamBook

Manusia itu rentan lupa. Otak kita harusnya dimanfaatkan untuk mengolah informasi, bukan menyimpan data. Maka itu kita perlu yang namanya #DreamBook.

Membuat #DreamBook itu sebagai salah satu cara untuk melawan lupa. Dia juga bisa berperan sebagai motivator untuk setiap impian dan target hidup kita.

#DreamBook itu ditulis tangan, bukan diketik. Karena tulisan tangan bisa membuat kita lebih lama mengingat dan menjiwai apa yang kita tuliskan.

Apa aja yang harus ditulis di #DreamBook? Yang paling utama ya daftarkan semua hal yang kita inginkan. Mimpi, keinginan, tujuan. Motivasi-motivasi juga :)

Jadi, jika suatu saat nanti kita down, depresi, tidak bersemangat, tidak tahu melalukan apa, atau merasa gagal, buka kembali #DreamBook nya.

Dan.. rasakan semangat juang dalam diri kita yang dulu pernah ada saat menulis #DreamBook. Pancing kembali, laksanakan dan berjuanglah (ง`▽´)ง!

Merdeka! Kita punya hak untuk bermimpi. Dan tiap kita  berkewajiban untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Kita bisa lho! Pasti bisa! (˘-˘)ง #DreamBook

Nah, di bawah ini salah satu kalimat-kalimat motivasi yang ku tulis di dalam #DreamBook di atas. Tolong jangan tanyakan sumbernya ya, aku lupa! Hehehe.
Perjuangan adalah salah satu yang kita butuhkan dalam hidup. Jika Tuhan memperbolehkan kita hidup tanpa cobaan, maka itu akan membuat kita lemah.

Kita meminta kekuatan..
Tuhan memberikan kesulitan untuk kita hadapi, dan menjadikan kita kuat.

Kita meminta kebijaksanaan..
Tuhan memberikan kita masalah yang harus kita pecahkan

Kita meminta kemakmuran..
Tuhan memberikan kita otak dan kekuatan untuk bekerja.

Kita meminta keberanian..
Tuhan memberikan rintangan untuk kita hadapi

Kita meminta cinta..
Tuhan memberikan orang-orang yang sedang dalam kesulitan untuk kita bantu

Kita meminta pertolongan..
Tuhan memberikan kita kesempatan.

Kita tidak menerima apa yang kita inginkan. Tapi, kita menerima apa yang kita butuhkan.. 

Jalanilah hidup ini tanpa ketakutan. Hadapi semua masalah dan yakinlah kita dapat mengatasi semua itu. Semangka! (ง`▽´)ง 

#DreamBook, daftar impian, dan motivasi-motivasi ini cukup banyak membantu diri saat si empunya hati ini sedang ingin sendiri dan tak ingin berbagi. Alhamdulillah, setelah dibuka kembali #DreamBook itu, sedikit banyak ada target yang telah tercapai sekarang ini. Thanks to Allah :)
 
Ayo temans, ciptakan #DreamBook mu! Tulis setiap mimpi, keinginan, dan tujuan hidup mu! Pasang target waktu yang pasti kapan kau ingin semuanya terwujud, kemudian laksanakan! Setelahnya.. selamat merasakan manfaat dari keberadaannya dan.. selamat menemukan dirimu yang baru. \(^^)/

By the way, ini #DreamBook ku (dari masa ke masa), mana #DreamBook mu? :D




8/04/2012 07:32:00 AM Desi YuLiana
Konbanwa, Minna-san! (^^)/
Ceritanya begini, tadi pagi saat iseng bongkar-bongkar lemari buku, secara tak sengaja aku dipertemukan dengan buku ini: 



Buku apa itu? 
Bisa dikatakan itu sebuah #DreamBook
Nah lho? #DreamBook itu apa?
Oke, #DreamBook ini kalau aku nggak salah pertama kali dipopulerkan oleh Om Rangga Umara, penulis buku The Magic of Dream Book. Lalu #DreamBook ini semakin populer setelah dipromosikan oleh si burung zuper: Motty. 

Nggak tahu siapa itu Motty? Hari gini? #oops!

Bagi mereka yang aktif di dunia twitter, pastilah mengenal sosok si burung zuper Motty, sang motivator dan penulis buku Kicauan si Burung Zuper yang fenomenal. Kenapa dia bisa begitu fenomenal? Teman-teman bisa dapatkan jawabannya dengan mengecek langsung di timeline twitter nya --> MotivaTweet. Yang pasti, nggak akan pernah menyesal mengenal dan menjadi followernya. Ting!

Nah, buku di atas merupakan salah satu #DreamBook yang aku miliki di awal masa perkuliahan dulu. Isinya penuh dengan daftar target (target jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang), cita, keinginan, dan mimpi-mimpi ku saat itu. Selain itu, di buku itu juga banyak tertulis motivasi dan quote seputar dunia Literasi (dunia baca-tulis) dari penulis-penulis ternama. Hmm, betapa besarnya semangat menulisku waktu itu. Cukup berbeda dengan yang sekarang. *kemudian hening*.

Baiklah, postingan kali ini bersumber dari kicauan mengenai #DreamBook di akun twitter tadi pagi. Kicauan ini diniatkan untuk memancing kembali semangat juang tempo dulu plus mengingatkan diri akan betapa pentingnya memiliki sebuah #DreamBook demi melawan serangan lupa. Apa aja kicauannya? Here we go:
Bener kata si @MotivaTweet, otak kita merupakan anugrah yang sangat berharga. Tapi kadang kita menggunakannya untuk hal-hal sepele, seperti untuk mengingat-ingat. #DreamBook

Manusia itu rentan lupa. Otak kita harusnya dimanfaatkan untuk mengolah informasi, bukan menyimpan data. Maka itu kita perlu yang namanya #DreamBook.

Membuat #DreamBook itu sebagai salah satu cara untuk melawan lupa. Dia juga bisa berperan sebagai motivator untuk setiap impian dan target hidup kita.

#DreamBook itu ditulis tangan, bukan diketik. Karena tulisan tangan bisa membuat kita lebih lama mengingat dan menjiwai apa yang kita tuliskan.

Apa aja yang harus ditulis di #DreamBook? Yang paling utama ya daftarkan semua hal yang kita inginkan. Mimpi, keinginan, tujuan. Motivasi-motivasi juga :)

Jadi, jika suatu saat nanti kita down, depresi, tidak bersemangat, tidak tahu melalukan apa, atau merasa gagal, buka kembali #DreamBook nya.

Dan.. rasakan semangat juang dalam diri kita yang dulu pernah ada saat menulis #DreamBook. Pancing kembali, laksanakan dan berjuanglah (ง`▽´)ง!

Merdeka! Kita punya hak untuk bermimpi. Dan tiap kita  berkewajiban untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Kita bisa lho! Pasti bisa! (˘-˘)ง #DreamBook

Nah, di bawah ini salah satu kalimat-kalimat motivasi yang ku tulis di dalam #DreamBook di atas. Tolong jangan tanyakan sumbernya ya, aku lupa! Hehehe.
Perjuangan adalah salah satu yang kita butuhkan dalam hidup. Jika Tuhan memperbolehkan kita hidup tanpa cobaan, maka itu akan membuat kita lemah.

Kita meminta kekuatan..
Tuhan memberikan kesulitan untuk kita hadapi, dan menjadikan kita kuat.

Kita meminta kebijaksanaan..
Tuhan memberikan kita masalah yang harus kita pecahkan

Kita meminta kemakmuran..
Tuhan memberikan kita otak dan kekuatan untuk bekerja.

Kita meminta keberanian..
Tuhan memberikan rintangan untuk kita hadapi

Kita meminta cinta..
Tuhan memberikan orang-orang yang sedang dalam kesulitan untuk kita bantu

Kita meminta pertolongan..
Tuhan memberikan kita kesempatan.

Kita tidak menerima apa yang kita inginkan. Tapi, kita menerima apa yang kita butuhkan.. 

Jalanilah hidup ini tanpa ketakutan. Hadapi semua masalah dan yakinlah kita dapat mengatasi semua itu. Semangka! (ง`▽´)ง 

#DreamBook, daftar impian, dan motivasi-motivasi ini cukup banyak membantu diri saat si empunya hati ini sedang ingin sendiri dan tak ingin berbagi. Alhamdulillah, setelah dibuka kembali #DreamBook itu, sedikit banyak ada target yang telah tercapai sekarang ini. Thanks to Allah :)
 
Ayo temans, ciptakan #DreamBook mu! Tulis setiap mimpi, keinginan, dan tujuan hidup mu! Pasang target waktu yang pasti kapan kau ingin semuanya terwujud, kemudian laksanakan! Setelahnya.. selamat merasakan manfaat dari keberadaannya dan.. selamat menemukan dirimu yang baru. \(^^)/

By the way, ini #DreamBook ku (dari masa ke masa), mana #DreamBook mu? :D